Academy
Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate & Mekanismenya
Perpetual futures menjadi salah satu instrumen yang paling sering digunakan dalam trading kripto. Berbeda dengan futures biasa, kontrak ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga trader bisa menahan posisi selama yang diinginkan.
Namun, karena tidak adanya kadaluarsa ini, muncul satu mekanisme penting yang menjaga harga tetap stabil dan mendekati harga pasar, yaitu funding rate.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja funding rate dalam perpetual futures? Yuk simak penjelasannya!
Daftar Isi
Apa Itu Funding Rate dan Bagaimana Mekanismenya?
Funding rate adalah biaya periodik yang dilakukan antar trader yang memegang posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga pasar spot.
Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot, funding menjadi positif dan trader long membayar trader short. Sebaliknya, jika harga perpetual lebih rendah dari spot, funding menjadi negatif dan trader short membayar trader long. Mekanisme timbal balik ini memastikan harga perpetual tidak melenceng jauh dari harga aset dasarnya.
Funding rate ini memiliki nominal yang terlihat kecil. Misalnya, funding rate sebesar 0,03% tetapi pada posisi dengan leverage 10× yang ditahan selama beberapa minggu, biaya ini bisa diam-diam menguras modal yang kamu miliki meski posisi terlihat untung.
Bayangkan kamu membuka posisi long dengan modal Rp25.000.000 menggunakan leverage 20×. Jika funding rate sebesar 0,03% setiap 8 jam, maka:
- Biaya per 8 jam = 0,03% × Rp25.000.000 = Rp7.500
- Biaya per hari (3 siklus 8 jam) = Rp7.500 × 3 = Rp22.500
- Biaya per minggu (7 hari) = Rp22.500 × 7 = Rp157.500
Jadi, hanya untuk mempertahankan posisi selama seminggu, kamu bisa kehilangan sekitar Rp157 ribu, meski harga BTC tidak bergerak sama sekali.
Bagaimana Funding Rate Mempengaruhi Trader?
Karena perhitungan funding mempertimbangkan besarnya leverage, funding rate bisa sangat memengaruhi untung-rugi. Dengan leverage tinggi, trader yang harus membayar funding bisa merugi bahkan di pasar dengan volatilitas rendah, hingga berisiko likuidasi.
Sebaliknya, menerima pembayaran funding bisa sangat menguntungkan, terutama di pasar yang bergerak dalam pergerakan harga yang sempit. Intinya, funding rate dirancang untuk mendorong trader mengambil posisi yang menjaga harga kontrak perpetual tetap sejalan dengan harga spot.
Korelasi dengan Sentimen Pasar
Secara historis, funding rate kripto cenderung berkorelasi dengan tren aset dasarnya. Dikutip dari Binance, korelasi ini bukan berarti funding rate menggerakkan harga spot, melainkan sebaliknya: funding rate mencerminkan arah pasar.
Contohnya, dari data di atas, menunjukkan funding rate turun seiring harga BTC yang melemah. Funding rate yang masih tinggi saat BTC mengalami penurunan mencerminkan keyakinan pasar akan potensi kenaikan kembali, hingga akhirnya banyak yang sadar biaya funding yang meningkat, dan harga futures kembali selaras dengan spot.
Kamu bisa mengetahui lebih lengkap perbandingan funding rate di berbagai exchange, melalui situs seperti Glassnode atau CryptoQuant.
Mekanisme Pembayaran Funding Rate
Pembayaran funding rate biasanya dilakukan setiap 8 jam tergantung platform yang kamu gunakan.
| Kondisi Pasar | Funding Rate | Siapa Membayar Siapa? |
| Bullish kuat (Perpetual > Spot) | Positif | Long bayar Short |
| Bearish kuat (Perpetual < Spot) | Negatif | Short bayar Long |
Sederhananya:
- Jika harga perpetual lebih tinggi dari harga spot → trader long membayar trader short.
- Jika harga perpetual lebih rendah dari harga spot → trader short membayar trader long.
Pembayaran ini dihitung berdasarkan nilai posisi yang kamu miliki. Contoh sederhana:
- Posisi long BTC/USDT senilai $10.000.
- Funding rate +0,01% (positif).
- Kamu membayar $1 ke trader short setiap 8 jam, dikalikan leverage yang kamu miliki. Maka jika kamu memiliki leverage 10x kamu harus membayar $10.
Seperti contoh perhitungan yang sudah diungkapkan pada sub judul sebelumnya, meskipun perhitungan ini terlihat kecil jika posisi ditahan berhari-hari atau berminggu-minggu, biaya ini tentunya bisa menumpuk hingga ratusan dolar. Banyak juga yang tidak sadar kalau:
- Biaya ini menumpuk seiring waktu: Persentase kecil yang diperbesar oleh leverage bisa diam-diam menggerus margin.
- Funding rate mencerminkan perilaku pasar: Lonjakan funding menandakan posisi long terlalu penuh, sering kali jadi sinyal pembalikan arah.
- Funding rate bisa berubah cepat: Dalam hitungan jam, funding bisa berbalik dari positif ke negatif, membuat trader yang lengah terkena dampak besar.
Kesimpulan
Perpetual futures menawarkan fleksibilitas karena tidak memiliki tanggal kadaluarsa, tetapi sebagai gantinya menggunakan mekanisme funding rate untuk menjaga keseimbangan harga dengan pasar spot.
Memahami cara kerja funding rate, margin, dan likuidasi menjadi kunci sebelum menggunakan instrumen ini dalam trading. Semoga dengan pemahaman yang lebih baik, trader dapat memanfaatkan peluang yang ada sekaligus mengelola risiko dengan lebih bijak.
Apa pun strategi yang digunakan, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sumber:
Binance: What Is Futures Funding Rate And Why It Matters
Investopedia: Understanding Perpetual Futures: A Guide for Cryptocurrency Traders
Leverate Trading: Funding Rates in Crypto Futures: Hidden Costs & Risk Explained