Market
CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto
Upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kejelasan regulasi aset kripto memasuki babak baru setelah Komite Pertanian Senat AS secara resmi meloloskan Cryptocurrency Market Structure Act, yang dikenal sebagai CLARITY Act.
Seperti dilansir dari Coincu pada Minggu (1/2), Rancangan undang-undang ini disahkan melalui voting yang sangat ketat, 12 suara berbanding 11, mencerminkan perpecahan politik yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat.
Seluruh senator dari Partai Demokrat menolak RUU tersebut, sementara Partai Republik solid memberikan dukungan.
Perbedaan sikap ini memperlihatkan bahwa meski ada dorongan kuat untuk kejelasan regulasi kripto, isu politik dan kepentingan domestik masih menjadi faktor penentu arah kebijakan.
Baca Juga: RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan
Daftar Isi
Apa Itu CLARITY Act?
CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait struktur pasar kripto di Amerika Serikat.
Salah satu fokus utama RUU ini adalah memperjelas pembagian kewenangan antara lembaga regulator, seperti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), yang selama ini kerap tumpang tindih dalam mengawasi aset digital.
Dengan kejelasan tersebut, industri kripto diharapkan memiliki kepastian hukum yang lebih baik, mulai dari klasifikasi aset digital hingga aturan bagi bursa, broker, dan pelaku pasar lainnya.
Bagi pelaku industri, CLARITY Act dipandang sebagai langkah penting untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen, tanpa mengekang perkembangan teknologi blockchain.

Voting Tipis dan Penolakan Demokrat
Meski berhasil lolos, hasil voting 12-11 menandakan bahwa dukungan terhadap CLARITY Act jauh dari kata bulat.
Seluruh anggota Demokrat di Komite Pertanian Senat menolak RUU ini dengan alasan utama kekhawatiran konflik kepentingan, khususnya yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan keluarga mantan Presiden Donald Trump dalam industri kripto.
Isu ini menjadi sorotan tajam dalam perdebatan, di mana Demokrat menilai regulasi yang disahkan tanpa pengawasan ketat berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak adil.
Di sisi lain, Partai Republik menilai fokus utama CLARITY Act adalah menciptakan kepastian hukum, bukan mengatur aktor politik tertentu.
Perbedaan pandangan ini mencerminkan bagaimana regulasi kripto di AS tidak hanya menjadi isu ekonomi dan teknologi, tetapi juga alat tarik-menarik politik.
Bukan Kemenangan Final
Tim Research Tokocrypto menilai lolosnya CLARITY Act di tingkat komite sebagai sinyal positif, namun belum dapat dianggap sebagai kemenangan final bagi industri kripto.
“Lolosnya CLARITY Act di komite adalah langkah maju untuk kejelasan regulasi aset digital di AS. Namun, perpecahan partisan yang ketat dan kontroversi konflik kepentingan menandakan bahwa perjalanan menuju undang-undang final akan penuh hambatan,” jelas Tim Research Tokocrypto.
Menurut mereka, pasar akan sangat memperhatikan tahapan berikutnya, terutama saat RUU ini memasuki voting penuh di Senat, di mana dinamika politik bisa berubah drastis.
Dampak Potensial ke Pasar Kripto
Dalam jangka pendek, lolosnya CLARITY Act di komite dapat memberikan sentimen positif moderat bagi pasar kripto, khususnya aset yang memiliki eksposur besar ke pasar AS.
Kejelasan regulasi sering dipandang sebagai katalis jangka panjang untuk adopsi institusional.
Namun, hasil voting yang tipis menunjukkan bahwa ketidakpastian masih tinggi.
Investor kemungkinan akan bersikap wait and see hingga ada kejelasan apakah RUU ini mampu melewati tahap berikutnya atau justru terhambat oleh perlawanan politik.
Selain itu, isu konflik kepentingan yang mencuat berpotensi memperpanjang proses legislasi dan memicu amandemen tambahan, yang bisa mengubah substansi RUU.
Jalan Panjang Menuju Undang-Undang Final
Secara historis, banyak RUU kripto di AS yang kandas atau mengalami revisi signifikan sebelum akhirnya disahkan.
CLARITY Act kini menghadapi tantangan serupa. Meski mendapat dukungan kuat dari Partai Republik, resistensi Demokrat membuat peluang kompromi menjadi kunci keberhasilan.
Bagi industri kripto global, perkembangan ini tetap penting untuk dipantau.
Amerika Serikat masih menjadi pusat likuiditas dan inovasi kripto dunia, sehingga arah kebijakan regulator AS dapat berdampak luas ke pasar internasional.
Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin
Lolosnya CLARITY Act di Komite Pertanian Senat AS menandai kemajuan nyata dalam upaya menghadirkan kejelasan regulasi kripto.
Namun, voting tipis 12-11 dan perpecahan partisan yang tajam menunjukkan bahwa proses legislasi masih panjang dan penuh tantangan.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pembahasan lanjutan dan voting penuh di Senat.
Apakah CLARITY Act akan menjadi fondasi regulasi kripto AS, atau justru terhambat oleh dinamika politik, masih menjadi tanda tanya besar.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah
-
Bitcoin News3 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support
-
Market6 days agoSinyal Kripto 26 Januari 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
-
Market5 days agoSinyal Kripto 27 Januari 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

