Connect with us

Market

Dana Kabur dari Bursa Kripto, Emas dan Perak Cetak Rekor Tertinggi

Tivan

Published

on

logam mulia emas

Data on-chain menunjukkan terjadinya penurunan signifikan cadangan stablecoin dan Bitcoin di berbagai bursa kripto global di tengah meningkatnya risiko geopolitik dunia. Fenomena ini terjadi pada periode 18–24 Januari dan memunculkan spekulasi adanya pergeseran dana dari aset kripto ke instrumen safe haven tradisional.

Cadangan seluruh stablecoin berbasis ERC20 di bursa kripto tercatat turun dari 72,5 miliar dolar AS menjadi 67,8 miliar dolar AS. Penurunan juga terlihat jelas di level bursa, khususnya Binance, yang mengalami penyusutan cadangan stablecoin dari 48,5 miliar dolar AS menjadi 44,4 miliar dolar AS dalam periode yang sama.

Dalam kondisi normal, keluarnya stablecoin dan Bitcoin secara bersamaan dari bursa biasanya diartikan sebagai berkurangnya tekanan jual jangka pendek serta membaiknya struktur pasokan aset kripto. Namun, situasi makroekonomi global saat ini memberikan sinyal berbeda.

Harga Emas Tembus Rekor

Baca juga: Iran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

Pada periode yang sama, pasar logam mulia mencatat reli historis. Harga emas menembus rekor tertinggi baru di level 5.280 dolar AS per ons, sementara perak melonjak hingga 114 dolar AS per ons. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk risiko konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran, yang mendorong investor masuk ke aset lindung nilai.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa sebagian arus keluar stablecoin,terutama dari bursa besar seperti Binance—merupakan indikasi rotasi modal dari pasar kripto ke emas dan perak, alih-alih dialokasikan kembali ke pasar spot kripto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dalam kondisi normal, outflow stablecoin + BTC dari exchange = bullish (kurangi sell pressure). Namun, konteks makro saat ini berbeda: Emas ATH $5.280, Perak $114, ini mengindikasikan rotasi modal ke safe-haven tradisional karena risiko geopolitik (konflik AS-Iran), bukan reinvestasi langsung ke crypto.

Meski penurunan cadangan aset di bursa masih dinilai positif secara struktural bagi pasar kripto, analis menilai konfirmasi tren bullish belum dapat dipastikan. Diperlukan validasi tambahan melalui peningkatan volume perdagangan spot, analisis arus modal lintas pasar, serta perkembangan sentimen risiko global.

Baca juga: Bitcoin Kalah di 2025, tapi 2 Tahun Terakhir Masih Imbang dengan Emas


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending