Market

Data Tenaga Kerja AS Mengejutkan, Bitcoin Menguat saat Ekspektasi The Fed Berubah

Tim Research Tokocrypto melihat laporan terbaru menunjukkan payroll AS turun 23.000 pada Juli, jauh di bawah proyeksi pasar yang sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan.

Published

on

Pasar kripto kembali mendapat dorongan setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat untuk Juli 2026 menunjukkan pelemahan yang jauh lebih dalam dari ekspektasi. Data tersebut memicu perubahan cepat pada ekspektasi kebijakan Federal Reserve dan membuat Bitcoin bergerak naik.

Tim Research Tokocrypto melihat laporan terbaru menunjukkan payroll AS turun 23.000 pada Juli, jauh di bawah proyeksi pasar yang sebelumnya memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan.

“Revisi data bulan sebelumnya juga memperburuk gambaran pasar tenaga kerja, dengan 103.000 pekerjaan dihapus dari estimasi Mei dan Juni,” tuturnya.

Bitcoin merespons positif kabar tersebut. BTC diperdagangkan di sekitar US$65.172 dan naik 0,7% dalam 24 jam, karena investor mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin kecil.

Revisi Data Memperdalam Kekhawatiran

Dilaporkan BeInCrypto, angka utama laporan tenaga kerja sudah mengecewakan, tetapi revisi data justru menjadi perhatian lebih besar. Data Mei direvisi menjadi 63.000 pekerjaan, sementara Juni dipangkas menjadi hanya 20.000 pekerjaan.

Revisi tersebut menghapus 103.000 pekerjaan dari pembacaan sebelumnya dan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS sudah lebih lemah dari yang diperkirakan.

Sebelum Juli, pertumbuhan payroll juga sudah tipis. Dalam setahun terakhir, rata-rata penambahan pekerjaan hanya sekitar 34.000 per bulan. Data Juli kemudian memutus tren lemah tersebut dengan mencatat kehilangan pekerjaan secara langsung.

Pelemahan tidak terjadi secara merata di semua sektor. Local government education kehilangan 50.000 pekerjaan, sementara sektor ritel dan keuangan juga mencatat pemangkasan tenaga kerja. Sektor kesehatan menjadi salah satu dari sedikit area yang masih tumbuh dengan tambahan sekitar 22.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran turun ke 4,1%, tetapi penurunan ini tidak sepenuhnya positif. Angka tersebut terjadi karena lebih banyak orang keluar dari angkatan kerja atau berhenti mencari pekerjaan.

Participation rate turun ke 61,4%, melemah 0,7 poin persentase sejak Januari. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan tingkat pengangguran lebih mencerminkan berkurangnya partisipasi tenaga kerja, bukan membaiknya pasar kerja.

Baca juga: Michael Saylor Sebut ChatGPT Bantu Strategy Rancang Pendanaan US$15 Miliar

Upah Tertinggal dari Inflasi

Data upah juga menambah tekanan terhadap outlook ekonomi AS. Upah tumbuh 3,2% dalam setahun terakhir, sementara inflasi Juni berada di 3,5%.

Artinya, secara riil, pendapatan rata-rata pekerja masih tertinggal dari kenaikan harga barang dan jasa. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa ekonomi AS menghadapi kombinasi pertumbuhan yang melemah dan tekanan harga yang masih bertahan.

Ekonom Peter Schiff menilai kombinasi hilangnya pekerjaan, revisi turun data sebelumnya, dan penurunan partisipasi tenaga kerja mengarah pada risiko stagflasi. Menurutnya, tingkat pengangguran yang turun bukan sinyal kekuatan ekonomi karena lebih banyak orang keluar dari angkatan kerja.

Bagi The Fed, data ini menciptakan dilema baru. Di satu sisi, pasar tenaga kerja melemah dan dapat menjadi alasan untuk menahan kebijakan lebih ketat. Di sisi lain, inflasi masih belum sepenuhnya terkendali, terutama jika data CPI berikutnya kembali panas.

Ekspektasi The Fed Berubah Cepat

Pasar suku bunga langsung bereaksi setelah laporan tenaga kerja dirilis. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed menahan suku bunga pada pertemuan September naik menjadi 55,9%, sementara peluang kenaikan suku bunga berada di 44,1%.

Sepekan sebelumnya, peluang The Fed menahan suku bunga hanya sekitar 33%. Perubahan cepat ini menunjukkan pasar mulai melihat data tenaga kerja Juli sebagai sinyal bahwa bank sentral mungkin perlu lebih berhati-hati.

Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75% pada akhir Juli. Namun, tiga pejabat The Fed berbeda pendapat dan mendorong kenaikan suku bunga.

Dengan data tenaga kerja yang lebih lemah, argumen untuk menaikkan suku bunga menjadi lebih rumit. The Fed kini harus menyeimbangkan risiko inflasi dengan risiko perlambatan ekonomi yang semakin nyata.

Bitcoin Bisa Manfaatkan Pergeseran Sentimen

Bagi pasar kripto, pelemahan data tenaga kerja dapat menjadi katalis positif dalam jangka pendek. Jika peluang kenaikan suku bunga menurun, tekanan terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dapat ikut mereda.

Bitcoin sebelumnya juga pernah merespons positif data tenaga kerja yang lemah. Pada laporan sebelumnya, data pekerjaan yang mengecewakan sempat memicu reli BTC sebelum akhirnya mereda setelah komentar hawkish dari pejabat The Fed kembali muncul.

Karena itu, kenaikan Bitcoin saat ini masih perlu dikonfirmasi oleh data makro berikutnya. Investor akan mencermati apakah yield obligasi AS terus menurun dan apakah dolar AS melemah setelah rilis data tenaga kerja.

Jika kondisi tersebut berlanjut, Bitcoin berpeluang mendapatkan ruang untuk mengejar reli aset lain seperti emas dan perak, yang sebelumnya lebih dulu menguat di tengah ketidakpastian makro.

Namun, risiko tetap besar. Jika The Fed kembali memberi sinyal hawkish atau data inflasi berikutnya menunjukkan tekanan harga masih tinggi, momentum BTC dapat kembali tertahan.

CPI 12 Agustus Jadi Ujian Berikutnya

Fokus pasar kini beralih ke data Consumer Price Index atau CPI Juli yang dijadwalkan rilis pada Rabu, 12 Agustus. Data ini akan menjadi ujian besar berikutnya bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Jika CPI lebih rendah dari ekspektasi, pasar kemungkinan akan semakin yakin bahwa The Fed dapat menahan suku bunga pada September. Skenario ini berpotensi mendukung Bitcoin dan altcoin karena tekanan kebijakan moneter lebih ketat akan berkurang.

Sebaliknya, jika CPI kembali panas, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat bangkit lagi sebelum pertemuan The Fed pada 15–16 September. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berisiko kehilangan momentum yang muncul setelah laporan tenaga kerja Juli.

Untuk saat ini, pasar kripto melihat peluang dari data pekerjaan AS yang lemah. Namun, arah berikutnya masih sangat bergantung pada data inflasi.

Bitcoin telah mendapat dorongan awal dari perubahan ekspektasi The Fed, tetapi reli yang lebih kuat membutuhkan konfirmasi bahwa tekanan inflasi benar-benar mereda. Jika CPI mendukung narasi dovish, BTC berpeluang melanjutkan pemulihan. Namun, jika inflasi tetap tinggi, pasar kripto dapat kembali menghadapi tekanan dari ekspektasi suku bunga yang lebih ketat.

Baca juga: Tokenized Stocks: Cara Baru Mengakses Saham Global Lebih Mudah


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version