Altcoin News
Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk
Harga Solana (SOL) kembali melemah di tengah sentimen pasar yang memburuk. Pada perdagangan Senin, SOL tercatat turun sekitar 3%, melanjutkan penurunan 4% yang terjadi sehari sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan tekanan pasar kripto secara luas yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland.
Data pasar derivatif menunjukkan bias bearish yang semakin kuat. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi long Solana mencapai US$59,08 juta, jauh melampaui likuidasi short yang hanya sebesar US$1,38 juta. Kondisi ini mencerminkan dominasi tekanan jual di kalangan trader.
Kontrak Berjangka SOL Turun

Baca juga: Pendiri Solana:Upgrade Kunci Bertahan Hidup, SOL Bergerak di $142
Selain itu, Open Interest (OI) kontrak berjangka SOL turun sekitar 7% menjadi US$8,19 miliar. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya minat risiko dan eksposur modal trader terhadap Solana. Tingkat pendanaan (funding rate) yang berada di level negatif, yakni -0,0004%, semakin menegaskan dominasi posisi jual di pasar derivatif.
Dari sisi institusional, Exchange Traded Fund (ETF) spot Solana di Amerika Serikat sebenarnya mencatat arus masuk dana sebesar USD 46,88 juta pada pekan lalu. Namun, perubahan dinamika pasar dan meningkatnya tekanan global berpotensi menggerus kepercayaan investor institusi dan memicu aksi jual lanjutan. Perlu dicatat, pasar AS tutup pada Senin karena libur Martin Luther King Jr. Day, yang dapat memengaruhi volume dan arah perdagangan.

Secara teknikal, Solana masih berada dalam tekanan kuat. Harga saat ini bergerak di kisaran US$130, berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari dan 50 hari yang berada di area US$137–138. Kondisi ini memperkuat bias penurunan dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal Solana
Dilaporkan FXStreet, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan persilangan ke bawah garis sinyal, dengan histogram yang berubah negatif, menandakan meningkatnya momentum bearish. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 45 dan bergerak turun di bawah garis tengah, mengonfirmasi melemahnya kekuatan beli.

Jika tekanan jual berlanjut, Solana berisiko menembus pola rounding bottom yang terbentuk sejak 18 Desember dan berpotensi turun mendekati level terendah Desember di kisaran US$116. Sebaliknya, dari sisi atas, area resistensi terdekat berada di zona pasokan sekitar US$148. Penembusan yang kuat di atas level tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju EMA 200 hari di sekitar US$159.
Untuk saat ini, arah pergerakan Solana masih didominasi sentimen negatif, dengan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menanti perkembangan kondisi global dan sinyal lanjutan dari pasar kripto.
Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days ago600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?
-
Altcoin News5 days agoMantan Walikota New York Luncurkan Meme Coin, Gak Sampe 30 Menit Langsung Dump!
-
Academy3 days agoRiset Kripto 12-16 Jan 2026: Bitcoin Bullish! Target Harga Berikutnya?
-
Bitcoin News6 days agoIran Bergolak, Emas Cetak Rekor $4.600, Sinyal Bitcoin Menuju $100K?

