Academy

InfoFi: Dari Narasi Baru Web3 hingga Keruntuhan Akibat Algoritma

Published

on

Artikel ini disusun oleh Tim Riset Tokocrypto sebagai bagian dari kajian mendalam terhadap tren baru di industri kripto dan Web3, khususnya fenomena Information Finance (InfoFi) yang sempat mengalami pertumbuhan eksplosif sebelum akhirnya runtuh akibat perubahan algoritma platform terpusat.

Awal Mula InfoFi: Ketika Informasi Menjadi Aset Finansial

InfoFi, sebuah konsep monetisasi informasi yang pertama kali diperkenalkan oleh Vitalik Buterin, muncul di tengah perubahan cara manusia memandang perhatian, pengetahuan, dan interaksi digital. Dalam InfoFi, informasi tidak lagi sekadar konsumsi pasif, melainkan diperlakukan sebagai aset finansial yang dapat menghasilkan nilai ekonomi melalui insentif kripto dan distribusi algoritmik, terutama di platform seperti X.

Namun, pertumbuhan pesat ini menyimpan kerentanan. Ketika algoritma berubah dan akses dibatasi, ekosistem InfoFi runtuh dalam waktu singkat. Kejadian ini membuka satu pertanyaan besar: sebenarnya apa itu InfoFi, dan sejauh mana model ini dapat bertahan?

Apa Itu InfoFi?

InfoFi atau Information Finance adalah konsep yang menggabungkan teknologi AI dan blockchain untuk mengubah informasi menjadi sumber pendapatan. Dalam praktiknya, InfoFi berdiri di atas tiga pilar utama:

  1. Info as a Service
    Data dan preferensi pengguna diolah menjadi informasi bernilai yang dapat diakses pihak lain, dengan imbalan langsung bagi pemilik data tersebut.
  2. Info as a Platform
    Informasi menjadi fondasi platform digital yang menghubungkan pengguna, kontributor, dan konsumen data dalam satu ekosistem insentif.
  3. Info as an Asset
    Informasi diperlakukan sebagai aset yang dapat diperdagangkan, dinilai, dan dispekulasikan layaknya instrumen finansial lainnya.

Dari kerangka ini, InfoFi kemudian berkembang ke berbagai sektor dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Sektor-Sektor dalam Ekosistem InfoFi

Beberapa sektor utama yang membentuk ekosistem InfoFi antara lain:

  • Yap-to-Earn
    Model yang memberi insentif kepada pengguna untuk membuat dan membagikan konten berkualitas. Proyek populer di sektor ini meliputi Kaito, Galxe, dan Cookie3.
  • Prediction Market
    Platform yang memperdagangkan prediksi atas hasil peristiwa di masa depan, seperti Polymarket dan Kalshi.
  • Reputation Market
    Ekosistem yang mengubah reputasi dan kontribusi pengguna menjadi aset yang dapat dinilai dan diperdagangkan, contohnya GiveRep dan Ethos.
  • Data & Analytics
    Platform yang mengumpulkan serta menganalisis data on-chain dan off-chain untuk menghasilkan insight, seperti Dexu AI dan Elfa AI.
  • Attention Market
    Model yang menjadikan perhatian dan interaksi pengguna sebagai aset yang terukur dan dapat dimonetisasi, diwakili oleh Loudio dan Noise.

Euforia Monetisasi InfoFi

InfoFi mulai mendapat sorotan besar setelah Crypto Winter 2022, ketika pasar kripto kehilangan momentum dan membutuhkan narasi baru yang lebih berkelanjutan. Sejak 2023, meningkatnya kebutuhan akan model keterlibatan pengguna yang konsisten—serta pesatnya perkembangan AI—membuat InfoFi terasa relevan dan menjanjikan.

Media sosial seperti X pun berubah menjadi pusat riset informal. Postingan, diskusi, hingga insight individual dapat langsung dikonversi menjadi pendapatan. Bagi banyak pengguna, InfoFi menawarkan jalan pintas: berbagi informasi, lalu dibayar.

TL;DR 🕵️
InfoFi berkembang pesat sebagai cara baru memonetisasi informasi melalui insentif kripto.

Baca juga: Digital Assets Treasury: Paradigma Baru Cadangan Strategis Perusahaan

Proyek-Proyek InfoFi yang Mendominasi

Beberapa nama besar sempat mendominasi narasi InfoFi:

  • Kaito
    Mempopulerkan model Yap-to-Earn dan mencatat Total Value Distributed (TVD) lebih dari $116 juta, menjadikannya ekosistem terbesar di sektor ini.
  • Cookie DAO
    Berfokus pada infrastruktur data dan insentif partisipasi melalui sistem Snaps, meskipun pada akhirnya insentif langsung ke InfoFi dihentikan.
  • Galxe
    Berevolusi dari platform questing menjadi infrastruktur pertumbuhan Web3 melalui Starboard, dengan lebih dari 150 ribu posting dan 230 juta views.

Awal Mula Perubahan Algoritma

Ketergantungan InfoFi terhadap satu platform utama—X—menjadi titik lemah yang krusial. Distribusi konten, arus pengguna, hingga sistem insentif seluruhnya terpusat di satu ekosistem.

Ketika X mencabut akses API untuk aplikasi yang memberi imbalan atas posting, dengan alasan maraknya spam dan konten AI, fondasi InfoFi pun goyah. Model insentif yang dibangun di atas platform terpusat runtuh hampir seketika.

Keruntuhan InfoFi Pasca Perubahan Algoritma

Dampaknya terjadi dengan cepat dan masif. Harga token InfoFi seperti Cookie dan Kaito anjlok, nilai NFT terkait merosot, dan minat ritel menghilang dalam waktu singkat.

Peristiwa ini menegaskan bahwa InfoFi versi awal tidak memiliki keberlanjutan jangka panjang. Kejatuhan ini bukan sekadar koreksi pasar, melainkan penutupan satu siklus penuh dari sebuah eksperimen ekonomi digital.

Bagaimana Nasib InfoFi Selanjutnya?

Meski banyak token InfoFi mengalami penurunan signifikan dalam kurun satu tahun, hal ini tidak serta-merta menandakan kematian InfoFi. Justru, fase ini dapat menjadi titik refleksi.

Ke depan, InfoFi berpotensi berevolusi ke model yang lebih matang—dengan penekanan pada kualitas informasi, sistem reputasi pengguna, dan kontribusi bernilai jangka panjang. Kunci keberlanjutannya terletak pada satu hal penting: mengurangi ketergantungan pada platform terpusat seperti X.

Kesimpulan

InfoFi membuktikan bahwa monetisasi informasi dapat tumbuh sangat cepat melalui insentif kripto. Namun, tanpa desain ekonomi yang matang dan kemandirian dari platform terpusat, model tersebut rapuh dan mudah runtuh.

Bagi industri Web3, kisah InfoFi adalah pelajaran berharga: bukan hanya soal memberi insentif, tetapi membangun fondasi yang berkelanjutan.

Baca juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending

Exit mobile version