Altcoin News

Ini Daftar 140 Perusahaan Mitra Stablecoin Open USD yang Bikin Saham Circle Ambruk

Published

on

Pengumuman peluncuran stablecoin baru bernama Open USD (OUSD) oleh Open Standard yang didukung oleh 140 perusahaan mitra pada akhir Juni 2026 langsung mengguncang pasar. 

Kehadiran aliansi stablecoin baru ini langsung memicu perhatian pasar yang berdampak pada anjloknya nilai saham Circle, perusahaan di balik penerbitan stablecoin terbesar kedua di dunia, USDC. Saham Circle (CRCL) langsung turun hingga lebih dari 17% dalam satu hari perdagangan karena Open USD dinilai sebagai penantang baru USDC.

Seberapa besar aliansi baru ini hingga bisa mengancam USDC dan Circle? Berikut adalah daftar perusahaan mitra pendukung Open USD.

Baca juga: Bitcoin dan Stablecoin Jadi Jalur Bantuan setelah Gempa Besar di Venezuela

Apa Itu Open USD dan Open Standard?

Open USD adalah stablecoin dolar AS yang sedang dikembangkan oleh Open Standard, sebuah entitas independen yang didukung oleh lebih dari 140 mitra perusahaan.

Seiring berkembang ekonomi digital, stablecoin semakin banyak digunakan sebagai solusi untuk transfer dana karena menawarkan transaksi yang lebih cepat, biaya lebih rendah, dan dapat diprogram.

Meski demikian, banyak perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memanfaatkan stablecoin. Seperti karena biaya mint dan redeem pada sebagian besar stablecoin masih tergolong mahal, terutama untuk transaksi dalam jumlah besar.

Selain itu, perusahaan umumnya tidak memperoleh manfaat langsung dari pendapatan yang dihasilkan oleh aset cadangan (reserves) yang mendukung stablecoin tersebut. Di sisi lain, pengembang (developer) juga memiliki ruang yang terbatas apabila roadmap penerbit stablecoin tidak lagi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Open USD dibangun berdasarkan tiga prinsip utama yang berbeda dengan Circle dan Tether yang menjadikan bunga dari cadangan U.S. Treasury sebagai sumber pendapatan utama, Open USD justru menyalurkan hasil (yield) tersebut kepada para mitra.

  • Bild for Scale: Mitra dapat melakukan mint dan redeem Open USD tanpa biaya serta tanpa batasan volume buatan, sehingga lebih efisien untuk kebutuhan transaksi berskala besar.
  • Earn by Default: Pendapatan yang berasal dari aset cadangan (reserves) Open USD akan diberikan kepada para mitra, setelah dikurangi biaya pengelolaan (management fee) yang digunakan untuk mendukung operasional Open USD.
  • Govern Collaboratively: Open USD dikelola oleh Open Standard, sebuah perusahaan independen yang dewan pengurusnya terdiri dari para mitra Open USD. Dengan model tata kelola ini, setiap keputusan diambil berdasarkan kepentingan bersama, bukan demi keuntungan satu pihak saja.

Pesatnya perkembangan ekosistem stablecoin menunjukkan bahwa stablecoin semakin banyak diadopsi secara global. Bagi kamu yang ingin memiliki stablecoin, berbagai stablecoin kini tersedia di Tokocrypto dengan fee 0%.

Daftar Perusahaan dalam Konsorsium Open USD

Sejumlah nama besar yang tergabung dalam ekosistem ini antara lain Visa, Stripe, Mastercard, Google, Rakuten, hingga Coinbase. Berikut daftar lengkapnya:

KategoriPerusahaan Pendukung
Perbankan & Institusi KeuanganAbsa, Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB), ANZ, Banco Bradesco, Banco de Crédito del Perú, Bank Hapoalim, Bank Leumi, Banorte, BBVA, BNY, Citizens Bank, Commonwealth Bank of Australia, Cross River, Davivienda, DBS Bank Ltd., Emirates NBD, FNB South Africa, Freedom Bank Kazakhstan, Grupo Aval, Huntington Bank, Isbank, Itaú, K Bank, Lead Bank, Mashreq, Maya Bank, Mizuho Financial Group, National Australia Bank, Nedbank, OCBC, Pathward, RAK Bank, Shinhan Financial Group, Standard Chartered, Sumitomo Mitsui Financial Group, The Bancorp, U.S. Bank, UOB, Westpac.
Pembayaran & FintechAdyen, Affirm, American Express, BCcard, Brex, BVNK, CAL (Israel Credit Cards), Checkout.com, Chime, Corpay, Discover, Episode Six, Fiserv, Galileo, Highnote, Hyundai Card, i2C, Jack Henry, Kakao Bank, Kapital, KB Kookmin Card, Klarna, Marqeta, Mastercard, MAX, Mercado Pago, MoneyGram, Neo Financial, Netbank, Nium, Nonghyup Card, Nuvei, OnePay, PayPay Corporation, Ramp, Reap, RedotPay, Remitly, Ria, Samsung Card, StraitsX, Taptap Send, Tempo, Thredd, Verituity, Visa, WEX, Worldline, Woori Card, Yellow Card.
Blockchain & Web3Aave, Anchorage Digital, Aptos Labs, Base, Bitget Wallet, Bitso, Coinbase, Crypto.com, Digital Asset, Dunamu, Ether.fi, Galaxy, Gemini, KAST, Ledger, Lemon, Lightspark, Mesh, MetaMask, MoonPay, Morpho, OKX, Plasma, Polygon, Privy, Ripple, Solana, Stellar, Sui, Trust Wallet, Wenia by Grupo Cibest, zerohash.
Teknologi & Perusahaan DigitalBlackRock, Blossom, Brale, Bridge, Cloudflare, DoorDash, eToro, Félix, Fireblocks, Google, Grab, IBM, Infosys, Intercontinental Exchange, Mercado Libre, Shopify, Samsung Electronics, Wix.

Dukungan dari perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa OpenUSD tidak hanya mendapat kepercayaan dari pelaku industri aset digital, tetapi juga dari institusi keuangan, perusahaan pembayaran, dan perusahaan teknologi berskala global. 

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi salah satu faktor yang mendorong adopsi OpenUSD sebagai infrastruktur stablecoin untuk ekosistem keuangan digital penantang USDC buatan Circle.

Baca juga: Circle Bekukan US$12,6 Juta cUSDC, Risiko Sentralisasi Stablecoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version