Connect with us

Altcoin News

Kehilangan Momentum Reli, Harga Ethereum Anjlok ke Level $4.377

Published

on

Ethereum_untuk_Pemula

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, tengah menghadapi tekanan harga yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terkini, harga Ethereum berada di level $4,375.84 per ETH, turun -2.04% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menambah sentimen negatif di pasar, apalagi dalam sepekan terakhir ETH juga tercatat melemah -7.67%.

Meski demikian, secara jangka menengah Ethereum masih menunjukkan performa impresif dengan kenaikan lebih dari +78% dalam 60 hari terakhir.

Baca Juga: Ethereum Mengamuk! Likuiditas Dekati Bitcoin

Data Terbaru: Dari Puncak ke Tekanan

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa ETH diperdagangkan di kisaran $4,264.20 (terendah) hingga $4,485.35 (tertinggi).

Sementara itu, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di $528.19 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai $46.95 miliar.

Meski angka ini tetap mencerminkan minat besar investor, tekanan jual yang meningkat telah menahan laju Ethereum mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4,953.73.

Koreksi ini menunjukkan adanya pergeseran momentum. Dari sisi teknikal, ETH kehilangan kekuatan bullish yang sempat mendominasi pada awal kuartal, terutama setelah reli cepat yang mendorong kenaikan harga lebih dari 70% dalam tiga bulan terakhir.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyebab Utama Penurunan Harga Ethereum

1. Koreksi Setelah Reli Besar

Ethereum dalam dua bulan terakhir mencatat reli yang luar biasa, sebagian besar didorong oleh adopsi luas terhadap aplikasi DeFi, tren restaking, serta antisipasi terhadap perkembangan ekosistem Ethereum 2.0.

Namun, reli sebesar +78% dalam 60 hari pada akhirnya memicu aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor besar. Tekanan jual dari aksi ini menjadi salah satu faktor utama pelemahan harga dalam jangka pendek.

2. Tekanan Pasar Global

Sentimen makroekonomi juga memainkan peran besar. Ketidakpastian kebijakan moneter global, terutama potensi langkah bank sentral terkait suku bunga, membuat investor lebih berhati-hati.

Penurunan harga Bitcoin hingga di bawah $110,000 juga menyeret Ethereum dan aset kripto lainnya ke zona merah.

Hubungan erat antara ETH dan BTC dalam hal likuiditas menjadikan Ethereum rentan mengikuti pola pasar secara keseluruhan.

3. Volatilitas Volume Perdagangan

Meskipun volume perdagangan Ethereum masih berada di atas $46 miliar per hari, volatilitas yang tinggi membuat pasar rentan terhadap guncangan harga.

Data juga menunjukkan adanya lonjakan volume jual yang signifikan di bursa besar, menandakan dominasi tekanan jual dibandingkan pembelian.

4. Tekanan dari Persaingan Layer-1

Ethereum masih memegang posisi dominan dalam ekosistem smart contract. Namun, persaingan dari blockchain layer-1 lain seperti Solana, Avalanche, dan bahkan blockchain baru berbasis AI telah meningkatkan kompetisi.

Faktor ini turut menekan narasi bullish Ethereum, karena sebagian investor mulai mendiversifikasi aset mereka.

Perspektif Jangka Panjang Masih Positif

Meski harga saat ini tengah terkoreksi, Ethereum tetap menunjukkan fundamental yang kuat. Ekosistem DeFi, NFT, serta tren restaking yang sedang naik daun terus menopang permintaan terhadap ETH.

Selain itu, pembaruan teknologi seperti peningkatan efisiensi jaringan pasca-merge dan roadmap menuju sharding menjadikan Ethereum tetap relevan sebagai aset utama.

Investor jangka panjang melihat koreksi ini sebagai fase sehat setelah reli cepat. Apalagi, dengan kapitalisasi pasar lebih dari $528 miliar, Ethereum masih mendominasi pangsa pasar altcoin secara absolut.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Penurunan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir mencerminkan adanya kombinasi faktor: aksi ambil untung pasca reli, tekanan global di pasar kripto, serta ketatnya persaingan dari proyek blockchain lain.

Namun, meski jangka pendek Ethereum menghadapi tekanan, tren jangka menengah dan panjang masih terlihat positif.

Ethereum kini memasuki fase krusial, di mana investor akan terus memantau apakah koreksi ini hanya jeda sebelum melanjutkan reli, ataukah sinyal awal dari tren konsolidasi yang lebih panjang.

Satu hal yang jelas, dengan posisi sebagai blockchain terbesar kedua di dunia, Ethereum masih menjadi aset yang tidak bisa diabaikan dalam portofolio kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Popular