Bitcoin News
Michael Saylor Beri Sinyal Lagi, Strategy Beli atau Jual Bitcoin?
Co-founder Strategy, Michael Saylor, kembali memicu spekulasi pasar terkait langkah terbaru perusahaannya terhadap Bitcoin.
Tim Research Tokocrypto menilai langkah Strategy kembali mendapat kritik dari ekonom dan kritikus Bitcoin Peter Schiff.
Co-founder Strategy, Michael Saylor, kembali memicu spekulasi pasar terkait langkah terbaru perusahaannya terhadap Bitcoin. Sinyal tersebut muncul setelah Saylor mengunggah pelacak portofolio Bitcoin Strategy di X dengan keterangan, “Titik-titik oranye hanya menceritakan sebagian dari cerita.”
Unggahan seperti ini biasanya menjadi petunjuk bahwa Strategy melakukan transaksi Bitcoin pada pekan sebelumnya. Namun, kali ini pelaku pasar mencermati apakah transaksi tersebut merupakan pembelian baru atau justru penjualan lanjutan.
Spekulasi meningkat karena Strategy baru saja melakukan penjualan Bitcoin selama dua pekan berturut-turut. Langkah tersebut menjadi perhatian besar karena perusahaan selama ini dikenal sebagai salah satu pembeli Bitcoin korporasi paling agresif.
Strategy Sebelumnya Jual 3.588 BTC
Dilaporkan Coingape, Strategy dilaporkan menjual 3.588 BTC antara 30 Juni hingga awal Juli untuk mendanai pembayaran dividen atas sekuritas preferennya. Penjualan tersebut menjadi salah satu transaksi jual besar pertama perusahaan sejak mulai mengakumulasi Bitcoin pada 2020.
Sebelum itu, pembelian Bitcoin terakhir Strategy terjadi pada pekan yang berakhir 20 Juni. Saat itu, perusahaan membeli 520 BTC senilai sekitar US$35 juta.
Saat ini, Strategy masih memegang 843.775 BTC yang dibeli dengan total nilai hampir US$64 miliar. Dengan jumlah tersebut, perusahaan tetap menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Namun, perubahan pola transaksi terbaru membuat investor bertanya-tanya apakah Strategy akan kembali membeli Bitcoin atau melanjutkan penjualan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran dividen dan kewajiban keuangannya.
Baca juga: Michael Saylor Prediksi Bitcoin Bisa Kuasai Dekade Berikutnya, Ini 9 Alasannya
Saham Strategy Masih Tertekan
Di tengah spekulasi tersebut, saham biasa dan saham preferen Strategy masih berada di bawah tekanan. Saham MSTR turun lebih dari 5% dalam lima hari terakhir, meskipun sempat bergerak di atas level psikologis US$100 pada awal pekan lalu.
Sementara itu, saham preferen STRC yang dirancang untuk diperdagangkan pada nilai nominal US$100 masih berada jauh di bawah level tersebut. Berdasarkan data TradingView, STRC diperdagangkan di sekitar US$87, atau turun lebih dari 22% dari nilai nominalnya.
STRC sebelumnya sempat jatuh ke level terendah sepanjang masa di sekitar US$76 pada akhir bulan lalu, sebelum perlahan pulih. Tekanan pada saham preferen ini ikut menjadi alasan Strategy mengurangi penggunaan instrumen tersebut untuk membiayai pembelian Bitcoin tambahan.
Kritik terhadap Strategi Bitcoin Saylor Berlanjut
Tim Research Tokocrypto menilai langkah Strategy kembali mendapat kritik dari ekonom dan kritikus Bitcoin Peter Schiff.
“Ia menilai bagian berikutnya dari cerita Strategy adalah besarnya potensi kerugian dari pembelian Bitcoin serta beban yang dapat ditanggung pemegang saham untuk membayar utang dan dividen saham preferen,” ujarnya.
Kritik tersebut menambah sorotan terhadap model treasury Strategy yang sangat bergantung pada Bitcoin. Di satu sisi, akumulasi BTC membuat perusahaan menjadi simbol adopsi Bitcoin korporasi. Di sisi lain, tekanan harga Bitcoin, kewajiban dividen, dan performa saham preferen membuat investor semakin memperhatikan risiko finansial perusahaan.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi resmi dari Strategy terkait transaksi terbaru yang diisyaratkan Saylor. Jika perusahaan kembali membeli Bitcoin, hal itu dapat memperkuat narasi bullish Saylor. Namun, jika Strategy kembali menjual BTC, investor kemungkinan akan semakin mencermati tekanan likuiditas dan kebutuhan pembayaran perusahaan.
Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
