Bitcoin News

Michael Saylor Prediksi Bitcoin Bisa Kuasai Dekade Berikutnya, Ini 9 Alasannya

Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, kembali menegaskan pandangan bullish-nya terhadap Bitcoin.
Tim Research Tokocrypto mengatakan Saylor menilai Bitcoin berkembang dengan cara yang berbeda dari teknologi lain.

Published

on

Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, kembali menegaskan pandangan bullish-nya terhadap Bitcoin. Menurut Saylor, kekuatan utama Bitcoin justru terletak pada kemampuannya untuk tidak banyak berubah.

Dilaporkan BeInCrypto, di saat banyak proyek teknologi berlomba menghadirkan fitur baru, kecepatan lebih tinggi, dan pembaruan besar, Saylor menilai Bitcoin seharusnya tetap mempertahankan struktur dasarnya. Ia percaya jaringan Bitcoin akan semakin penting dalam sistem keuangan global karena base layer-nya stabil, sulit diubah, dan memiliki aturan pasokan yang tetap.

Menurut Saylor, Bitcoin bukan sekadar aset untuk transaksi harian. Ia melihat Bitcoin sebagai digital capital, yaitu bentuk modal digital langka yang dapat digunakan untuk settlement besar, cadangan nilai, dan fondasi sistem keuangan baru.

Bitcoin Dinilai Kuat karena Sulit Diubah

Tim Research Tokocrypto mengatakan Saylor menilai Bitcoin berkembang dengan cara yang berbeda dari teknologi lain.

“Jika banyak proyek kripto mencoba terus berubah untuk mengikuti tren, Bitcoin justru dianggap semakin kuat karena berjalan dengan aturan yang sama sejak 2009,” jelasnya.

Menurutnya, base layer Bitcoin harus tetap lambat, stabil, dan aman. Inovasi bisa terjadi di wallet, layer tambahan, aplikasi, lembaga keuangan, dan produk turunan yang dibangun di atasnya. Dengan begitu, Bitcoin tetap menjadi fondasi utama, sementara ekosistem di sekitarnya yang bergerak cepat.

Ia juga menyebut konsensus yang sulit dicapai sebagai “sistem imun” Bitcoin. Perubahan besar pada jaringan Bitcoin membutuhkan persetujuan luas dari node, miner, dan pengguna. Semakin besar jaringan ini, semakin sulit pula protokolnya diubah.

Bagi Saylor, hal tersebut bukan kelemahan, melainkan keunggulan. Resistance terhadap perubahan dianggap menjaga Bitcoin dari intervensi, eksperimen berlebihan, atau arah pengembangan yang bisa melemahkan kepercayaan pasar.

Bitcoin Bukan Sekadar Alat Bayar

Saylor juga kembali menekankan bahwa Bitcoin sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai digital cash untuk transaksi kecil seperti membeli kopi. Menurutnya, Bitcoin lebih tepat diposisikan sebagai digital capital yang langka dan global.

Dari total suplai maksimum 21 juta BTC, sekitar 20 juta BTC sudah beredar. Tidak ada otoritas yang bisa mencetak Bitcoin baru di luar aturan protokol. Inilah yang membuat Saylor melihat Bitcoin sebagai aset yang cocok untuk settlement akhir, treasury perusahaan, agunan, dan penyimpanan nilai jangka panjang.

Ia juga menilai siklus Bitcoin ke depan tidak lagi hanya ditentukan oleh halving. Setelah ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat diluncurkan pada Januari 2024, arus modal institusional dinilai semakin memegang peran besar dalam menentukan arah pasar.

Dalam pandangannya, demand dari ETF, perusahaan, bank, dan investor besar akan menjadi faktor yang semakin penting dibanding narasi halving semata. Bitcoin memasuki fase baru, yaitu fase finansialisasi, ketika aset ini mulai menjadi dasar bagi produk kredit, instrumen investasi, dan bentuk uang digital baru.

Baca juga: Metaplanet Tambah 2.823 BTC, Pembelian Bitcoin Pertama sejak April

Risiko Bitcoin Tetap Perlu Diwaspadai

Meski sangat optimistis, Saylor tidak menutup mata terhadap risiko yang dapat menghambat perkembangan Bitcoin. Ia menyoroti beberapa ancaman utama, termasuk korupsi protokol, paper Bitcoin, sentralisasi kustodian, tekanan regulasi, dan pasar biaya transaksi yang belum matang.

Risiko paper Bitcoin menjadi perhatian penting. Semakin banyak produk keuangan berbasis Bitcoin, semakin besar pula tantangan untuk memastikan bahwa eksposur tersebut benar-benar didukung oleh BTC asli, bukan sekadar klaim atau IOU.

Kejatuhan FTX pada 2022 dan Mt. Gox pada 2014 menjadi pengingat bahwa kepercayaan terhadap pihak ketiga tetap bisa menimbulkan risiko besar. Karena itu, menurut Saylor, pertarungan berikutnya bukan hanya soal siapa yang memiliki Bitcoin, tetapi bagaimana Bitcoin tersebut disimpan, digunakan, dan dijamin.

Saylor juga melihat mining Bitcoin akan semakin berkembang menjadi bagian dari infrastruktur energi. Miner tidak lagi hanya bersaing lewat mesin yang lebih cepat, tetapi juga melalui kontrak listrik, hubungan dengan jaringan energi, serta kemampuan memanfaatkan energi berlebih atau terbuang.

Bitcoin Diprediksi Jadi Fondasi Keuangan Global

Dalam proyeksinya hingga 2036, Saylor memperkirakan Bitcoin akan semakin banyak masuk ke neraca individu, perusahaan, hingga pemerintah. Ia melihat Bitcoin berpotensi menjadi aset cadangan netral yang mendukung settlement dan kredit global.

Pandangan ini sejalan dengan strategi perusahaannya. Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Perusahaan tersebut dilaporkan memiliki lebih dari 847.300 BTC dengan nilai lebih dari US$53 miliar.

Dengan kepemilikan sebesar itu, Saylor memang bukan pengamat netral. Namun, pandangannya tetap menjadi salah satu narasi paling berpengaruh di pasar Bitcoin.

Menurut Saylor, masa depan Bitcoin tidak ditentukan oleh seberapa banyak fitur baru yang ditambahkan. Justru sebaliknya, Bitcoin akan menang jika tetap menjadi fondasi yang stabil, langka, dan sulit diubah.

Bagi Saylor, tugas Bitcoin bukan menjadi segalanya. Tugas Bitcoin adalah menjadi satu hal yang tidak berubah di tengah sistem keuangan yang terus bergerak.

Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version