Market

Pasar Crypto Waspada: Agenda Padat Pekan Ini Bisa Picu Volatilitas

Tim Research Tokocrypto mgatakan selain FOMC, beberapa data ekonomi AS juga akan dirilis sebelum keputusan The Fed.

Published

on

Pasar crypto memasuki pekan penting dengan sejumlah agenda makro yang berpotensi memicu volatilitas besar. Bitcoin dan aset berisiko lain kini berada dalam perhatian trader karena pasar menunggu sinyal dari Federal Reserve, data tenaga kerja AS, kesepakatan AS-Iran, dan keputusan suku bunga Bank of Japan.

Dalam kondisi seperti ini, pergerakan crypto tidak hanya ditentukan oleh faktor teknikal, tetapi juga oleh sentimen global. Perubahan pada geopolitik, kebijakan moneter, dan data ekonomi dapat langsung memengaruhi risk appetite investor.

Bitcoin menjadi aset utama yang perlu dipantau karena biasanya menjadi barometer likuiditas dan sentimen pasar crypto secara keseluruhan.

Kesepakatan AS-Iran Jadi Fokus Utama

Dilaporkan Coingape, agenda terbesar minggu ini adalah potensi kesepakatan damai AS-Iran. Perjanjian tersebut diperkirakan akan ditandatangani pada 19 Juni di Swiss, menurut pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Jika kesepakatan benar terjadi, hal ini dapat meredakan ketegangan geopolitik dan membuka kembali Selat Hormuz. Dampaknya bisa positif bagi pasar crypto karena penurunan risiko geopolitik biasanya mendukung aset berisiko.

Selain itu, meredanya ketegangan juga dapat membantu menekan harga minyak dan mengurangi tekanan inflasi. Kondisi ini berpotensi memberi ruang bagi Bitcoin dan altcoin untuk pulih.

FOMC Meeting Bisa Picu Pergerakan Tajam

Sebelum kesepakatan AS-Iran, pasar akan lebih dulu menghadapi FOMC meeting pada 16–17 Juni. Agenda ini menjadi salah satu faktor paling penting bagi crypto dalam jangka pendek.

Dalam pertemuan tersebut, Fed Chair Kevin Warsh akan membuat keputusan suku bunga pertamanya. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah.

Namun, fokus utama bukan hanya keputusan suku bunga, tetapi juga komentar Warsh mengenai inflasi, kondisi ekonomi, dan arah kebijakan moneter berikutnya.

Baca juga: Sinyal Kripto 15 Juni 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Komentar The Fed Jadi Penentu Sentimen

Jika The Fed memberi sinyal dovish atau membuka peluang pelonggaran kebijakan, aset berisiko seperti Bitcoin bisa mendapat dorongan.

Sebaliknya, jika The Fed menekankan risiko inflasi dan mempertahankan nada hawkish, pasar crypto bisa kembali tertekan.

Karena itu, konferensi pers Warsh pada 17 Juni pukul 14:30 ET akan menjadi momen penting. Pasar akan mencari petunjuk apakah The Fed siap lebih fleksibel atau tetap mempertahankan kebijakan ketat.

Data Ekonomi AS Ikut Dipantau

Tim Research Tokocrypto mgatakan selain FOMC, beberapa data ekonomi AS juga akan dirilis sebelum keputusan The Fed. Pada 16 Juni, pasar akan menerima data May housing starts dan building permits.

“Pada hari berikutnya, data retail sales, pending home sales, dan business inventories juga akan menjadi perhatian,” jelasnya.

Data ini penting karena memberi gambaran tentang kekuatan konsumsi, pasar properti, dan aktivitas bisnis di AS. Jika data terlalu kuat, pasar bisa membaca bahwa The Fed punya alasan untuk tetap ketat.

Jobless Claims Bisa Pengaruhi Crypto

Data tenaga kerja juga akan menjadi faktor penting. Initial jobless claims mingguan dijadwalkan rilis pada Kamis.

Ekonom memperkirakan klaim pengangguran awal turun menjadi 226.000 dari sebelumnya 229.000. Jika data tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan, pasar bisa melihat risiko pengetatan kebijakan moneter masih terbuka.

Kondisi tersebut dapat menekan aset berisiko seperti crypto karena suku bunga tinggi biasanya mengurangi minat investor terhadap aset volatil.

Bank of Japan Jadi Risiko Makro Besar

Selain AS, perhatian pasar juga tertuju pada Bank of Japan. BoJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga jangka pendek dari 0,75% menjadi 1,0% dalam pertemuan 15–16 Juni.

Jika disetujui, suku bunga Jepang akan mencapai level tertinggi sejak 1995.

Kenaikan ini dapat menjadi risiko besar bagi pasar global, termasuk Bitcoin, karena dapat memengaruhi yen carry trade dan likuiditas internasional.

Yen Carry Trade Bisa Mengguncang Pasar

Selama bertahun-tahun, investor meminjam dana murah dalam yen dan mengalokasikannya ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi, seperti saham AS dan crypto.

Jika BoJ menaikkan suku bunga dan yen menguat tajam, posisi leverage berbasis yen bisa dipaksa untuk dikurangi. Proses ini dapat menciptakan tekanan jual di berbagai aset global.

Bitcoin, sebagai aset high-beta yang sensitif terhadap likuiditas, sering merespons negatif ketika kondisi pendanaan global mengetat.

Pengalaman 2024 Jadi Perbandingan

Analis mengingatkan bahwa skenario serupa pernah terjadi pada Juli hingga Agustus 2024. Saat itu, kenaikan suku bunga Bank of Japan membuat yen menguat dan memicu unwinding carry trade.

Akibatnya, aset berisiko termasuk saham dan crypto mengalami tekanan tajam.

Jika pola serupa terulang, Bitcoin bisa kembali menghadapi volatilitas tinggi, terutama jika keputusan BoJ bersamaan dengan sinyal hawkish dari The Fed.

Level dan Sentimen yang Perlu Dipantau

Dalam pekan ini, pasar perlu memantau beberapa faktor utama: hasil FOMC, komentar Warsh, data tenaga kerja AS, keputusan BoJ, dan perkembangan kesepakatan AS-Iran.

Jika ketegangan geopolitik mereda, The Fed tetap netral, dan BoJ tidak memicu kejutan besar, crypto berpeluang mendapat dukungan.

Namun, jika data tenaga kerja kuat, The Fed hawkish, dan BoJ menaikkan suku bunga dengan nada agresif, Bitcoin dan altcoin bisa kembali berada di bawah tekanan.

Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending

Exit mobile version