Market

Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

Published

on

Pasar kripto memulai awal yang kuat pada tahun 2023, setelah mengakhiri kuartal I dengan total kapitalisasi market sebesar US$ 1,2 triliun. Dibandingkan dengan kinerjanya pada tahun 2022 yang berakhir pada angka US$ 829 miliar, ini mencerminkan keuntungan sebesar 48,9% atau US$ 406 miliar secara absolut.

Riset yang dilakukan oleh Coingecko, agregator data kripto terkemuka menyoroti tren dan perkembangan penting di ruang kripto. Laporan ini menawarkan wawasan berharga tentang kinerja pasar, tren yang muncul, dan statistik industri, yang dapat membantu investor membuat keputusan yang tepat.

Volume perdagangan harian pada awal 2023 juga rata-rata juga meningkat. Tercatat peningkatan sebesar 30% QoQ dari -33% pada Q4 2022 menjadi total US$ 77 miliar pada Q1 2023. Volume perdagangan mengalami peningkatan pada Januari 2023, ketika pasar mulai reli. Kemudian melonjak sesaat pada awal Maret karena meningkatnya volatilitas dari krisis perbankan.

5 Kripto Teratas

Bitcoin adalah aset dengan kinerja terbaik pada Q1 2023, menandai kenaikan sebesar 72,4% QoQ, diikuti oleh indeks NASDAQ (15,7%) dan emas (8,4%). Sumber: Coingecko.

Baca juga: Ridwan Kamil Jadi Pembicara Utama di Bitcoin Conference 2023

Kuartal pertama tahun 2023 menyaksikan pertumbuhan signifikan dalam kapitalisasi pasar total, melonjak sekitar 24% dibandingkan dengan Q4 2022. Pertumbuhan ini dapat diatribusikan pada adopsi kripto yang semakin meningkat dan sentimen pasar yang positif.

Lima kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar mempertahankan dominasinya, dengan Bitcoin (BTC) memimpin, diikuti oleh Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), dan Solana (SOL). Bitcoin adalah aset dengan kinerja terbaik pada kuartal I 2023, menandai kenaikan sebesar 72,4% QoQ, diikuti oleh indeks NASDAQ (15,7%) dan emas (8,4%).

Advertisement

Semua kelas aset utama mengakhiri kuartal di zona hijau, kecuali minyak mentah yang turun -6,1%. Hasil ini tidak mengejutkan karena minyak mentah adalah salah satu dari hanya dua aset yang mengakhiri tahun 2022 dengan kenaikan. Minyak mentah awalnya merosot ke level -17,2% karena laporan inflasi AS mengutip penurunan permintaan minyak, di atas krisis perbankan AS — tetapi berhasil mengurangi kerugian ini menjelang akhir Maret.

Indeks Dolar AS (DXY), bersama dengan mata uang fiat lainnya, tetap relatif datar selama periode yang sama, akibat dari data inflasi yang lebih dingin dari perkiraan.

Adopsi dan Tantangan

Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Prediksi Nilai Bitcoin Setelah Tembus Harga Rp 445 Juta

Kuartal I 2023 melihat peningkatan minat institusional dalam kripto, karena semakin banyak perusahaan mulai berinvestasi dalam aset digital dan menggabungkan teknologi blockchain ke dalam operasinya. Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa investasi profil tinggi, seperti pengumuman Tesla untuk menerima Bitcoin sebagai pembayaran dan ekspansi Fidelity yang terus berlanjut ke pasar kripto. Perkembangan ini menandakan pasar yang matang dan potensi pertumbuhan lebih lanjut di masa depan.

Regulasi memainkan peran penting dalam membentuk lanskap kripto selama kuartal I 2023. Laporan tersebut membahas implikasi dari berbagai perkembangan regulasi di berbagai yurisdiksi, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China. Secara khusus, laporan tersebut menekankan pentingnya regulasi yang jelas dan seimbang dalam mendorong inovasi sekaligus mengurangi risiko yang terkait dengan kripto.

Meskipun sentimen pasar secara keseluruhan positif, lanskap kripto tidak lepas dari risiko dan tantangan. Laporan tersebut mengakui keberadaan volatilitas tinggi, potensi manipulasi pasar, dan masalah keamanan. Investor dan pengguna harus tetap waspada dan terinformasi tentang risiko ini agar dapat menjelajahi pasar secara efektif.

Advertisement

Popular

Exit mobile version