Crypto

Robert Kiyosaki Prediksi Ethereum Bisa Capai US$95.000 pada 2027

Harga Ethereum (ETH) kembali tertekan dan bergerak di sekitar US$1.560 setelah tekanan jual kembali muncul di pasar crypto.
Tim Research Tokocrypto mengatakan prediksi Ethereum ke US$95.000 memicu perdebatan di kalangan investor.

Published

on

Harga Ethereum (ETH) kembali tertekan dan bergerak di sekitar US$1.560 setelah tekanan jual kembali muncul di pasar crypto.

ETH masih berada di bawah level US$1.600, seiring pelemahan Bitcoin yang ikut menekan sentimen investor terhadap altcoin besar.

Meski kondisi jangka pendek masih bearish, prediksi bullish dari Robert Kiyosaki kembali menjadi sorotan setelah ia menyebut Ethereum berpotensi mencapai US$95.000 pada pertengahan 2027.

Pasar Crypto Melemah

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar crypto turun sekitar 1,75% menjadi US$2,03 triliun.

Bitcoin juga melemah 2,74%, terutama karena outflow berkelanjutan dari spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat.

Aset crypto besar lain seperti XRP, Dogecoin, dan Cardano turut melemah, menunjukkan bahwa tekanan pasar masih cukup luas.

Prediksi US$95.000 dari Robert Kiyosaki Kembali Viral

Dilaporkan Coingape, Ethereum kembali menjadi perhatian setelah prediksi Robert Kiyosaki tentang harga ETH US$95.000 muncul lagi di media sosial.

Penulis buku Rich Dad Poor Dad tersebut pertama kali menyampaikan prediksi ini pada Maret, tetapi komentar tersebut kembali ramai dibahas di tengah tekanan harga ETH saat ini.

Kiyosaki memperkirakan Ethereum dapat mencapai US$95.000 dalam waktu satu tahun setelah terjadinya krisis finansial global besar berikutnya.

Kiyosaki Peringatkan Bubble Besar

Prediksi bullish Kiyosaki disertai peringatan bahwa dunia sedang mendekati “biggest bubble burst in history”.

Dalam skenario tersebut, ia juga memperkirakan Bitcoin dapat mencapai US$750.000, emas naik ke US$35.000 per ons, dan perak menyentuh US$200.

Bagi Kiyosaki, aset seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum berpotensi menjadi instrumen penting dalam fase rebalancing finansial global.

Investor Terbelah atas Prediksi ETH

Tim Research Tokocrypto mengatakan prediksi Ethereum ke US$95.000 memicu perdebatan di kalangan investor.

“Sebagian melihat target tersebut sebagai skenario jangka panjang yang sangat optimistis, terutama jika terjadi krisis besar dan arus modal berpindah ke aset alternatif,” jelasnya.

Namun, sebagian lainnya menilai target tersebut terlalu agresif, terutama karena ETH saat ini masih berjuang mempertahankan area support penting di sekitar US$1.500.

Baca juga: Bitmine Tambah 26.497 ETH, Kini Pegang 4,49% Suplai Ethereum

Bitmine Terus Menambah ETH

Di tengah pelemahan harga, Bitmine tetap melanjutkan akumulasi Ethereum.

Pekan lalu, perusahaan membeli tambahan 27.084 ETH senilai sekitar US$42,95 juta.

Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan Bitmine kini mencapai 5.700.040 ETH, atau hampir US$9 miliar berdasarkan harga saat ini.

Bitmine Kuasai Sekitar 4,7% Supply ETH

Kepemilikan Bitmine kini setara dengan sekitar 4,7% dari total supply Ethereum.

Perusahaan tersebut juga terus melakukan staking terhadap kepemilikan ETH-nya.

Strategi ini menunjukkan bahwa Bitmine masih memiliki keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang Ethereum, meskipun harga sedang berada di bawah tekanan.

SharpLink Juga Tambah Posisi Ethereum

Selain Bitmine, SharpLink juga ikut menambah kepemilikan ETH.

Perusahaan tersebut membeli 10.000 ETH dengan harga rata-rata sekitar US$1.611.

Dengan akumulasi terbaru ini, total kepemilikan SharpLink naik menjadi 886.725 ETH.

ETH Kembali ke Area Demand Penting

Analis crypto Ted menyebut bahwa Ethereum kini kembali ke area demand penting.

Menurutnya, level US$1.500 dapat menjadi area yang memicu relief rally pada bulan depan jika buyer mampu mempertahankannya.

Area ini menjadi sangat penting karena berada dekat dengan harga saat ini dan menjadi batas psikologis bagi banyak trader.

Level US$1.600 Jadi Resistance Terdekat

Pada chart 4 jam, ETH masih diperdagangkan di bawah US$1.600.

Untuk memulai pemulihan jangka pendek, Ethereum perlu menembus dan bertahan di atas level tersebut.

Jika ETH berhasil breakout di atas US$1.600, target berikutnya berada di sekitar US$1.700.

Target Lanjutan di US$1.760 dan US$1.850

Jika tekanan beli meningkat, Ethereum berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$1.760.

Setelah itu, resistance berikutnya berada di sekitar US$1.850.

Namun, skenario ini membutuhkan peningkatan volume dan sentimen pasar yang lebih stabil, terutama karena broader crypto market masih berada dalam tekanan.

Risiko Turun di Bawah US$1.500

Risiko downside masih tetap terbuka selama ETH gagal kembali ke atas US$1.600.

Jika harga turun di bawah support US$1.500, tekanan jual dapat meningkat.

Dalam skenario tersebut, ETH berisiko menguji support berikutnya di sekitar US$1.450 dan US$1.400.

Outlook Ethereum Masih Campuran

Untuk jangka pendek, outlook Ethereum masih cenderung hati-hati karena harga masih berada di bawah resistance penting.

Namun, akumulasi dari Bitmine dan SharpLink menunjukkan bahwa beberapa pemain besar masih melihat pelemahan ETH sebagai peluang jangka panjang.

Prediksi Robert Kiyosaki juga menambah narasi bullish, meskipun target US$95.000 tetap sangat agresif dan bergantung pada skenario makro besar.

Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version