Market
RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan
Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) kripto Amerika Serikat, CLARITY Act, memasuki fase krusial setelah para senator mengajukan 137 amendemen menjelang proses markup di Komite Perbankan Senat. Isu imbal hasil (yield) stablecoin dan regulasi DeFi menjadi titik gesekan utama yang berpotensi menentukan arah regulasi kripto ke depan.
Draf CLARITY Act setebal 278 halaman dirilis pada Senin malam waktu setempat, setelah melalui lima bulan diskusi bipartisan. Mayoritas pelaku industri kripto baru melihat naskah lengkap tersebut pada Selasa. Batas waktu pengajuan amendemen yang jatuh pada pukul 17.00 hari yang sama memicu lonjakan usulan perubahan dari berbagai senator.
Yield Stablecoin Jadi Isu Paling Diperdebatkan
Salah satu perdebatan paling tajam muncul terkait pemberian yield pada stablecoin. Senator Angela Alsobrooks dan Thom Tillis mengajukan amendemen bipartisan untuk memperjelas aktivitas apa saja yang memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil. Tujuannya adalah mempertegas batas antara model yield yang diperbolehkan dan struktur yang dinilai melanggar aturan.
Isu ini dinilai krusial karena menyentuh langsung model bisnis penerbit stablecoin dan dapat berdampak signifikan pada pasar kripto secara luas.
Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!
DeFi Disorot Usai Tekanan Industri
Selain stablecoin, decentralized finance (DeFi) juga menjadi sorotan. Senator Pete Ricketts dan Cynthia Lummis mengusulkan revisi bahasa regulasi DeFi, menyusul penolakan dari industri terhadap pasal baru yang dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum bagi protokol terdesentralisasi.
Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran bahwa regulasi baru dapat memperlakukan protokol DeFi layaknya entitas terpusat.
Etika Pejabat dan Amendemen Warren
Senator Chris Van Hollen mengajukan usulan untuk mencegah pejabat pemerintah memperoleh keuntungan dari bisnis kripto, termasuk aturan anti-touting yang mewajibkan pengungkapan kepentingan finansial bagi pihak yang mempromosikan aset kripto.
Namun, sebagian amendemen etika ini diperkirakan tidak akan langsung diputuskan dalam tahap markup, mengingat keterbatasan kewenangan Komite Perbankan. Isu tersebut kemungkinan akan dibahas pada tahap lanjutan di Senat.
Sementara itu, Senator Elizabeth Warren menaikkan tensi dengan mengajukan lebih dari 20 amendemen, termasuk proposal pelarangan total yield stablecoin serta upaya membatalkan panduan pro-kripto yang dikeluarkan Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) tahun lalu.
Markup Jadi Penentu Arah Regulasi
Beberapa amendemen bahkan keluar dari substansi kripto. Senator Jack Reed, misalnya, mengajukan amendemen yang mendukung Ketua Federal Reserve Jerome Powell di tengah penyelidikan Departemen Kehakiman, menunjukkan bahwa proses markup juga dimanfaatkan untuk pesan politik yang lebih luas.
Direktur Eksekutif White House Crypto Council, Patrick Witt, menyatakan bahwa ketentuan etika akan ditambahkan setelah RUU lolos dari komite dan sebelum pemungutan suara pleno Senat, menandakan potensi perubahan lanjutan.
Di sisi lain, Ketua Komite Pertanian Senat John Boozman mengumumkan penjadwalan ulang markup dengan target 27 Januari, sementara teks RUU terbaru diperkirakan akan dirilis sepekan sebelumnya.
Dengan ratusan amendemen yang masuk, hasil markup CLARITY Act diprediksi akan menjadi penentu seberapa besar dampaknya terhadap industri dan pasar kripto global.
Baca juga: Trump Media Siap Rilis ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Academy6 days agoRiset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?
-
Market6 days agoAnak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $90.559, Efek Konsolidatif
-
Market6 days agoInternet Iran Diputus Total, Warga Masih Bisa Pakai Kripto?

