Market

Stablecoin Tanpa Bunga Jadi Standar? OCC Buka Babak Baru Regulasi

OCC merilis proposal setebal 376 halaman untuk mengimplementasikan Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act.
Tim Research Tokocrypto nilai langkah OCC ini memicu CLARITY Act untuk lolos tanpa hambatan debat bunga lagi.

Published

on

Kantor pengawas perbankan AS, Office of the Comptroller of the Currency (OCC), merilis proposal setebal 376 halaman untuk mengimplementasikan Guiding and Establishing National Innovation for US Stablecoins (GENIUS) Act.

Draft aturan ini bertujuan merapikan perdebatan lama soal “yield” atau bunga pada payment stablecoin, sekaligus membuka jalan bagi pembahasan regulasi lanjutan seperti Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (CLARITY).

Proposal tersebut dibuka untuk komentar publik selama 60 hari sejak tanggal publikasi pada Rabu, dan memuat aturan rinci bagi penerbit payment stablecoin yang berada di bawah yurisdiksi OCC.

Larangan Yield: Cash, Token, atau Bentuk Imbalan Apa Pun

Dalam proposal OCC, entitas yang diawasi dilarang membayarkan bunga atau yield dalam bentuk apa pun—baik uang tunai, token, maupun “pertimbangan lain”—yang diberikan “semata-mata terkait kepemilikan, penggunaan, atau penahanan” payment stablecoin. Ketentuan ini disebut selaras dengan GENIUS Act, khususnya pasal 4(a)(11).

Sejumlah pengamat menilai langkah OCC ini dimaksudkan untuk “mengunci” interpretasi larangan yield melalui rulemaking, sehingga isu yield tidak lagi menjadi hambatan besar di pembahasan CLARITY.

Baca juga: Meta Siap Comeback Stablecoin, Zuckerberg Bidik Peluncuran di 2026

Tutup Celah: Skema Yield via Afiliasi Ikut Disasar

OCC juga menambahkan mekanisme rebuttable presumption, yakni asumsi awal bahwa penerbit melanggar larangan yield bila terdapat pengaturan pembayaran kepada afiliasi atau “pihak ketiga terkait”, lalu pihak tersebut meneruskan yield kepada pemegang stablecoin penerbit.

Penerbit masih dapat membantah asumsi tersebut dengan menyerahkan bukti tertulis kepada OCC. Namun, OCC menegaskan adanya “keterkaitan erat” antara pembayaran dari penerbit dan yield ke end-holder, serta menilai struktur semacam itu “sangat mungkin” merupakan upaya mengakali aturan GENIUS.

Dua Pengecualian yang Diakui dalam Proposal

Meski memperketat larangan yield, OCC menyebut proposalnya tidak dimaksudkan untuk:

  1. Melarang merchant memberikan diskon secara independen kepada pengguna yang membayar dengan payment stablecoin.
  2. Melarang penerbit berbagi keuntungan stablecoin dengan mitra non-afiliasi dalam skema white-label.

Artinya, insentif dari merchant dan pembagian profit untuk mitra non-afiliasi masih dipandang berbeda dari “yield” yang dibayarkan ke pemegang stablecoin.

Dampak ke CLARITY dan Perusahaan Seperti Coinbase

Jika aturan ini disahkan sesuai draft, implikasinya langsung terasa pada debat CLARITY terkait reward atau yield stablecoin. Draf CLARITY sebelumnya banyak menyinggung apakah penyedia layanan aset digital (misalnya exchange) boleh memberikan imbal hasil atas saldo payment stablecoin—isu yang memicu perdebatan dan keberatan dari sejumlah pelaku industri, termasuk Coinbase.

Dengan menegakkan larangan di level issuer (penerbit) untuk stablecoin yang patuh GENIUS dan diawasi OCC, kerangka regulasi perbankan secara efektif menetapkan baseline “tanpa yield” bagi payment stablecoin teregulasi.

Bagi perusahaan yang ingin menawarkan yield pada saldo stablecoin sambil tetap berada dalam rezim regulasi AS, pesan dari proposal ini menjadi tegas: yield stablecoin dan payment stablecoin yang patuh GENIUS di bawah pengawasan OCC diposisikan berada di sisi yang berbeda dari garis regulasi.

Tahap Berikutnya: 60 Hari Komentar Publik

OCC membuka periode masukan publik selama 60 hari. Hasil konsultasi ini akan menentukan apakah draft larangan yield akan difinalisasi seperti saat ini, atau mengalami penyesuaian sebelum menjadi aturan resmi.

Jika final, proposal ini berpotensi menjadi penentu arah industri stablecoin AS: payment stablecoin yang patuh GENIUS bergerak ke model “digital cash” tanpa yield, sementara produk stablecoin ber-yield kemungkinan akan terdorong ke kategori regulasi atau struktur yang berbeda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah OCC ini memicu CLARITY Act untuk lolos tanpa hambatan debat bunga lagi.

“Dengan melarang yield, stablecoin GENIUS-compliant jadi murni alat pembayaran, bukan produk investasi. Strategis buat kejelasan regulasi AS,” ujarnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version