Crypto

Standard Chartered Pangkas Target Ethereum 2026, Tapi Bullish di 2030

Gap Besar antara Outlook Jangka Pendek dan Panjang

Tim Research Tokocrypto melihat laporan Standard Chartered kini menciptakan dua narasi berbeda.
Jangka pendek, ETH masih berisiko turun ke US$1.400 jika tekanan pasar berlanjut.

Published

on

Standard Chartered memangkas target harga Ethereum (ETH) untuk akhir 2026 dari US$7.500 menjadi US$4.000. Revisi ini berarti target jangka pendek ETH turun hampir 47%.

Pemangkasan tersebut terjadi saat ETH turun di bawah US$1.800 dan diperdagangkan di sekitar US$1.745. Penurunan ini membuat Ethereum kehilangan level support penting yang sebelumnya sempat bertahan dalam beberapa fase koreksi.

Meski begitu, Standard Chartered masih mempertahankan target jangka panjang ETH di US$40.000 pada 2030.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 5 Juni 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan Dipandang sebagai Kemunduran Siklus

Dilaporkan BeInCrypto, bank tersebut tidak melihat penurunan ETH sebagai kegagalan tesis Ethereum secara struktural. Mereka lebih melihatnya sebagai kemunduran siklus di tengah tekanan pasar kripto yang lebih luas.

Standard Chartered juga memangkas target Bitcoin akhir 2026 menjadi US$100.000. Ini menunjukkan revisi bukan hanya terjadi pada ETH, tetapi bagian dari penyesuaian outlook crypto secara umum.

Dengan kata lain, pelemahan ETH dipandang sejalan dengan tekanan pasar, bukan karena Ethereum kehilangan nilai fundamentalnya secara spesifik.

ETH Bisa Bottom di Sekitar US$1.400

Standard Chartered memperkirakan ETH masih bisa turun lebih dalam sebelum pulih. Bank tersebut melihat kemungkinan ETH mencapai titik terendah di sekitar US$1.400.

Skenario ini dikaitkan dengan potensi penurunan Bitcoin yang lebih dalam menuju US$50.000. Jika BTC melemah ke area tersebut, ETH kemungkinan ikut tertekan karena korelasi pasar kripto masih tinggi.

Jadi, meskipun target akhir 2026 masih US$4.000, jalur menuju level itu bisa tetap volatil.

Target 2030 Tetap US$40.000

Hal paling menarik dari laporan ini adalah Standard Chartered tetap mempertahankan target ETH US$40.000 pada 2030.

Dari harga sekitar US$1.745, target tersebut menyiratkan potensi kenaikan lebih dari 20 kali lipat dalam jangka panjang.

Ini menunjukkan bahwa bank tersebut masih percaya pada pertumbuhan fundamental Ethereum, terutama dari sisi penggunaan jaringan, tokenisasi, stablecoin, dan aktivitas onchain.

Baca Juga: Standard Chartered: Prediksi Ethereum Bisa Naik 20x ke US$40.000

Mengapa Standard Chartered Masih Bullish?

Geoff Kendrick, Head of Digital Assets Research Standard Chartered, mempertahankan pandangan bullish jangka panjang karena metrik jaringan Ethereum masih kuat.

Menurut laporan tersebut, jumlah transaksi dan total value locked Ethereum berada dekat rekor tertinggi jika dihitung dalam denominasi ETH.

Ini berarti aktivitas jaringan masih kuat meskipun harga token turun sekitar 65% dari puncak Agustus 2025 di US$4.946.

Analogi Ethereum dengan Amazon 2001

Kendrick membandingkan kondisi Ethereum saat ini dengan Amazon saat bubble teknologi pecah pada 2001.

Saat itu, harga saham Amazon jatuh tajam, tetapi metrik bisnis dasarnya terus membaik. Dalam analogi ini, Standard Chartered melihat harga ETH turun, tetapi penggunaan jaringan Ethereum tetap berkembang.

Pandangan ini menempatkan ETH sebagai aset yang sedang mengalami repricing siklus, bukan aset yang kehilangan relevansi jangka panjang.

ETF Ethereum Masih Tertekan Outflow

Di sisi lain, tekanan jual jangka pendek masih nyata. Spot Ethereum ETF di AS mencatat net outflow harian sekitar US$52,94 juta.

Total aset bersih ETF Ethereum berada di sekitar US$9,96 miliar, tetapi arus keluar yang berlanjut menunjukkan demand institusional belum stabil.

Selama ETF ETH masih mencatat outflow, harga ETH berisiko tetap sulit pulih secara cepat.

Short Squeeze Masih Mungkin Terjadi

Meski tekanan jual kuat, banyaknya posisi short juga membuka peluang pembalikan cepat.

Jika ETH mampu merebut kembali level yang hilang, terutama area US$1.800, short squeeze bisa terjadi. Dalam skenario ini, trader short yang terlalu padat dapat dipaksa menutup posisi, sehingga mendorong harga naik lebih cepat.

Namun, sebelum ETH reclaim US$1.800, struktur jangka pendek masih tetap rapuh.

Gap Besar antara Outlook Jangka Pendek dan Panjang

Tim Research Tokocrypto melihat laporan Standard Chartered kini menciptakan dua narasi berbeda. Jangka pendek, ETH masih berisiko turun ke US$1.400 jika tekanan pasar berlanjut.

“Jangka panjang, bank tersebut tetap melihat ETH sebagai aset dengan potensi besar menuju US$40.000 pada 2030,” jelasnya.

Gap ini menunjukkan bahwa strategi terhadap ETH sangat bergantung pada horizon waktu. Trader jangka pendek masih menghadapi risiko volatilitas besar, sementara investor jangka panjang akan fokus pada pertumbuhan jaringan dan adopsi Ethereum.

Baca Juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version