Connect with us

Policy & Regulations

Standard Chartered Siap Bawa Custody ke ‘Jantung’ Bank

Standard Chartered dikabarkan mengevaluasi restrukturisasi Zodia Custody dengan mengintegrasikannya ke divisi utama bank. Kalau tren ini berlanjut, Tim Research Tokocrypto menyebut custody aset digital akan makin terlihat seperti layanan perbankan normal, bukan produk eksperimental pinggiran.

Tivan

Published

on

Ilustrasi Standard Chartered yang prediksi harga bitcoin. Sumber: Standard Chartered.

Langkah baru datang dari dunia perbankan global yang semakin serius mendekati aset digital.

Standard Chartered dilaporkan tengah mengevaluasi restrukturisasi unit kustodian kriptonya, Zodia Custody, dengan rencana memindahkan sebagian bisnis tersebut ke dalam divisi corporate dan investment bank.

Jika terealisasi, langkah ini bukan sekadar perubahan struktur organisasi. Ini mencerminkan pergeseran strategi yang jauh lebih dalam: membawa layanan kripto dari pinggiran eksperimen menuju inti operasi perbankan.

Baca Juga: Standard Chartered: XRP Berpotensi Salip Ethereum pada 2028

Bukan Proyek Sampingan

Selama beberapa tahun terakhir, banyak bank besar memilih membangun unit kripto sebagai entitas terpisah.

Menurut laporan Cointelegraph, tujuannya sangat jelas: mengisolasi risiko sekaligus memberi ruang eksplorasi tanpa mengganggu bisnis utama.

Namun pendekatan ini mulai berubah seiring meningkatnya permintaan institusional terhadap layanan aset digital yang lebih terintegrasi.

Dengan memasukkan custody kripto ke dalam divisi utama, Standard Chartered seolah mengirim sinyal bahwa aset digital bukan lagi sekadar proyek sampingan.

Sebaliknya, kripto mulai diperlakukan sebagai bagian dari infrastruktur finansial yang setara dengan layanan tradisional seperti custody saham, obligasi, atau komoditas.

Terintegrasi dengan Sistem Keuangan Konvensional

Di sisi lain, perubahan ini juga mencerminkan dinamika pasar yang semakin matang.

Klien institusi kini tidak hanya mencari eksposur terhadap kripto, tetapi juga membutuhkan layanan yang lebih komprehensif, mulai dari penyimpanan aset yang aman, manajemen likuiditas, hingga integrasi dengan sistem keuangan yang sudah ada.

Dalam konteks ini, memisahkan custody kripto dari lini bisnis utama justru bisa menjadi hambatan.

Integrasi langsung memungkinkan bank menawarkan solusi end-to-end yang lebih efisien dan familiar bagi klien besar seperti asset manager, hedge fund, atau korporasi.

Jadi Aset Utama

Tim Research Tokocrypto melihat langkah ini sebagai sinyal kuat dari arah industri.

“Ini cerita adopsi institusional yang jelas karena bank global sedang membawa custody kripto lebih dekat ke mesin utama bisnis mereka. Kalau tren ini berlanjut, custody aset digital akan makin terlihat seperti layanan perbankan normal, bukan produk eksperimental pinggiran,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti perubahan persepsi yang sedang terjadi. Dulu, custody kripto sering dipandang sebagai layanan niche dengan risiko tinggi dan regulasi yang belum jelas.

Kini, dengan keterlibatan bank besar, layanan ini mulai mendapatkan legitimasi sebagai bagian dari sistem keuangan arus utama.

Tantangan Tetap Ada

Namun, langkah ini juga tidak lepas dari tantangan. Integrasi ke dalam divisi corporate dan investment bank berarti custody kripto harus memenuhi standar kepatuhan, manajemen risiko, dan transparansi yang jauh lebih ketat.

Hal ini bisa memperlambat inovasi, tetapi di sisi lain meningkatkan kepercayaan pasar. Selain itu, keputusan ini juga menunjukkan bahwa persaingan di sektor custody semakin memanas.

Dengan semakin banyak institusi yang masuk, diferensiasi tidak lagi hanya soal teknologi, tetapi juga soal kemampuan integrasi dengan layanan keuangan yang lebih luas.

Jika tren ini berlanjut, batas antara dunia kripto dan perbankan tradisional akan semakin kabur. Custody aset digital bisa menjadi layanan standar yang ditawarkan bank, sama seperti penyimpanan aset konvensional.

Baca Juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Bagi industri kripto secara keseluruhan, ini adalah perkembangan yang signifikan. Integrasi ke dalam sistem perbankan utama membuka pintu bagi aliran modal institusional yang lebih besar, sekaligus meningkatkan stabilitas dan kredibilitas ekosistem.

Meski belum ada keputusan final dari Standard Chartered, arah yang ditunjukkan sudah cukup jelas. Kripto tidak lagi berdiri di luar sistem, ia perlahan masuk ke dalam “ruang mesin” keuangan global.

Dan ketika itu terjadi, pertanyaannya bukan lagi apakah bank akan mengadopsi kripto, tetapi seberapa cepat mereka bisa mengintegrasikannya secara penuh.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending