Altcoin News

STORJ Anjlok 17% Usai Storj Labs Ajukan Perlindungan Bangkrut

Tim Research Tokocrypto menilai STORJ melemah sekitar 17% dan diperdagangkan di sekitar US$0,06271.

Published

on

Harga Storj (STORJ) turun tajam setelah Storj Labs, perusahaan di balik jaringan decentralized cloud storage Storj, mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.

Tim Research Tokocrypto menilai STORJ melemah sekitar 17% dan diperdagangkan di sekitar US$0,06271.

Token ini kini telah turun sekitar 99% dari all-time high US$3,91 yang dicapai pada 2021, serta melemah sekitar 79% dalam satu tahun terakhir,” jelasnya.

Penurunan tersebut memperpanjang tren bearish STORJ sejak berakhirnya bull market kripto sebelumnya. Meski demikian, Storj Labs menegaskan bahwa layanan pelanggan dan jaringan decentralized storage tetap akan berjalan tanpa gangguan selama proses restrukturisasi berlangsung.

Storj Labs Ajukan Chapter 11

Dilaporkan Coinedition, dalam pengumuman pada 26 Juli, Storj Labs menyatakan telah secara sukarela mengajukan perlindungan Chapter 11 ke U.S. Bankruptcy Court for the Northern District of West Virginia.

Perusahaan mengatakan langkah ini dilakukan untuk merestrukturisasi kewajiban lama atau legacy liabilities, sambil tetap mempertahankan operasional inti bisnisnya.

Director of Software Engineering Storj, Kaloyan Raev, menyebut pengajuan ini sebagai langkah positif dan tegas. Menurutnya, bisnis Storj secara fundamental masih kuat, tetapi kewajiban dari periode sebelumnya telah membebani perusahaan.

Melalui restrukturisasi ini, Storj berharap dapat membangun fondasi keuangan yang lebih bersih. Perusahaan juga menyebut manajemen, pemegang token, komunitas decentralized, dan investor akan memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan yang direorganisasi.

Storj Labs juga mengatakan telah mempersempit fokus bisnisnya ke layanan decentralized cloud storage utama. Perusahaan telah keluar dari akuisisi sebelumnya dan menghentikan beberapa operasi non-inti.

Parent company Inveniam mendukung proses restrukturisasi ini dan menilai Chapter 11 sebagai jalur yang tepat untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang.

Baca juga: Mayoritas Altcoin Baru Rugi, Hanya 8 yang Masih Cetak Profit

Dari ICO US$30 Juta ke Restrukturisasi

Storj Labs merupakan salah satu proyek infrastruktur blockchain yang cukup dikenal pada era initial coin offering atau ICO 2017.

Saat itu, perusahaan menggalang sekitar US$30 juta melalui penjualan token STORJ berbasis Ethereum. Target pendanaan tersebut tercapai hanya dalam tujuh hari. Jika digabungkan dengan putaran pendanaan lainnya, Storj mengumpulkan sekitar US$35 juta.

Pada masa itu, Storj memposisikan jaringan decentralized cloud storage sebagai alternatif dari pusat data tradisional. Proyek ini menyoroti kemitraan dengan Microsoft Azure dan Heroku, serta jaringan ribuan penyedia storage.

Namun, hampir satu dekade setelah ICO, perusahaan kini harus memasuki proses restrukturisasi. Kasus ini menunjukkan tantangan yang dihadapi sejumlah proyek infrastruktur blockchain lama, terutama yang membangun bisnis selama periode ekspansi pasar kripto sebelumnya.

Bagi token STORJ, kabar Chapter 11 menjadi tekanan besar karena pasar melihat risiko terhadap keberlanjutan perusahaan, meskipun jaringan diklaim tetap berjalan normal.

Gelombang Restrukturisasi Kripto Berlanjut

Pengajuan Chapter 11 Storj Labs menambah daftar restrukturisasi dan penutupan perusahaan kripto pada Juli 2026.

Sebelumnya, Movement Labs mengajukan perlindungan kebangkrutan Subchapter V pada 15 Juli. Poolin masuk proses kebangkrutan pada 22 Juli dan mulai menjual lokasi mining di Texas.

Pada bulan yang sama, BitMEX juga mengumumkan akan menutup operasional setelah 11 tahun berjalan. BitMart kemudian menyampaikan rencana penghentian operasi platform tradingnya secara bertahap.

Rangkaian kabar ini memunculkan pandangan bahwa sejumlah perusahaan kripto kini mulai menghadapi beban kewajiban yang terbentuk saat ekspansi bull market sebelumnya. Banyak perusahaan sempat menggalang dana besar, melakukan akuisisi, atau memperluas bisnis, tetapi kemudian kesulitan mempertahankan struktur tersebut ketika kondisi pasar memburuk.

Kasus Storj menjadi perhatian khusus karena menyentuh salah satu janji utama decentralized physical infrastructure atau DePIN. Jika jaringan benar-benar dapat tetap berjalan meski perusahaan di belakangnya masuk restrukturisasi, hal itu dapat memperkuat argumen bahwa infrastruktur terdesentralisasi memiliki ketahanan lebih tinggi dibanding model perusahaan tradisional.

Namun, dari sisi pasar, investor tetap bereaksi negatif. Penurunan 17% pada STORJ menunjukkan bahwa sentimen terhadap token masih sangat bergantung pada kondisi perusahaan pengembangnya.

Untuk saat ini, fokus utama pasar adalah apakah Storj Labs dapat menjalani proses Chapter 11 tanpa mengganggu layanan pelanggan dan jaringan decentralized storage. Jika operasional tetap stabil, tekanan dapat mulai mereda. Namun, jika restrukturisasi menimbulkan ketidakpastian baru, STORJ berisiko tetap berada dalam tren lemah.

Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version