Connect with us

Ethereum News

Tingkatkan Keamanan Wallet Ethereum, Vitalik Buterin Usulkan Fitur Simulasi Transaksi

Vitalik Buterin mengusulkan fitur simulasi transaksi (transaction demo) di Ethereum untuk mencegah wallet-draining dan blind signing. Tim Research Tokocrypto menilai, proposal ini adalah langkah krusial menuju Account Abstraction dan keamanan UX yang lebih baik di Ethereum.

Tivan

Published

on

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mendorong inovasi keamanan di ekosistem Ethereum dengan mengusulkan fitur baru bernama transaction demo atau simulasi transaksi sebelum pengguna menyetujui operasi on-chain.

Menurut laporan Coincu, proposal ini dirancang untuk menghadirkan transparansi yang lebih baik dalam proses penandatanganan transaksi, sekaligus mengurangi risiko serangan wallet-draining dan kesalahan akibat blind signing.

Dalam model yang diusulkan, sistem akan berbasis intent-based architecture, di mana dompet kripto menampilkan konsekuensi transaksi dalam format yang mudah dipahami manusia (human-readable).

Artinya, sebelum status blockchain berubah, pengguna dapat melihat secara jelas perpindahan token, estimasi biaya gas, perubahan saldo akhir, hingga potensi interaksi dengan smart contract tertentu.

Langkah ini dinilai sebagai evolusi penting dalam penguatan keamanan dan pengalaman pengguna (UX) di Ethereum, yang selama ini kerap menjadi target eksploitasi akibat kurangnya transparansi pada data transaksi mentah (calldata).

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Mengatasi Masalah Blind Signing

Salah satu celah terbesar dalam keamanan kripto saat ini adalah praktik blind signing, di mana pengguna menandatangani transaksi tanpa benar-benar memahami detail perintah yang terkandung dalam kode.

Banyak kasus peretasan terjadi karena pengguna hanya melihat permintaan “Approve” atau “Sign” tanpa mengetahui bahwa mereka sebenarnya memberikan izin akses penuh terhadap aset mereka.

Melalui fitur simulasi ini, wallet akan menjalankan pratinjau dampak transaksi sebelum benar-benar dieksekusi di jaringan.

Jika terdapat perpindahan token dalam jumlah besar atau izin akses yang mencurigakan, pengguna dapat langsung membatalkan proses tersebut.

Pendekatan ini berpotensi menjadi lapisan pertahanan tambahan terhadap berbagai serangan phishing dan eksploitasi smart contract yang semakin canggih.

Menuju Account Abstraction dan Standar Baru Industri

Menurut Tim Research Tokocrypto, proposal ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi evolusi Ethereum.

“Proposal ini adalah langkah krusial menuju Account Abstraction dan keamanan UX yang lebih baik di Ethereum. Dengan membuat transaksi menjadi transparan secara visual sebelum dieksekusi, Ethereum mencoba menghilangkan celah fraud yang selama ini mengeksploitasi ketidaktahuan pengguna saat blind signing. Jika diadopsi secara luas, ini akan menaikkan standar keamanan wallet secara industri,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Konsep Account Abstraction sendiri bertujuan menyederhanakan interaksi pengguna dengan blockchain, memungkinkan fitur seperti multi-signature fleksibel, pemulihan akun sosial, hingga otomatisasi pembayaran.

Fitur simulasi transaksi ini dapat menjadi fondasi penting untuk mendukung transisi tersebut.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas oleh pengembang wallet dan penyedia infrastruktur, Ethereum dapat memimpin standar keamanan baru di industri kripto global.

Dampak terhadap Ekosistem dan Adopsi

Peningkatan keamanan UX memiliki dampak langsung terhadap adopsi massal.

Salah satu hambatan utama masuknya pengguna baru ke dunia kripto adalah kompleksitas teknis dan risiko kehilangan dana akibat kesalahan operasional.

Dengan sistem pratinjau yang intuitif, pengguna pemula dapat memahami secara jelas apa yang akan terjadi sebelum menekan tombol “Confirm”.

Ini tidak hanya mengurangi risiko finansial, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap teknologi blockchain.

Selain itu, bagi institusi dan pelaku keuangan tradisional yang mempertimbangkan integrasi blockchain, fitur keamanan tambahan semacam ini dapat menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.

Tantangan Implementasi

Meski menjanjikan, implementasi fitur simulasi transaksi juga menghadapi tantangan teknis.

Wallet harus mampu menjalankan simulasi secara akurat terhadap berbagai skenario smart contract yang kompleks.

Selain itu, integrasi lintas protokol dan kompatibilitas dengan berbagai Layer 2 juga perlu diperhatikan.

Namun, dengan komunitas pengembang Ethereum yang besar dan aktif, peluang realisasi fitur ini dinilai cukup kuat dalam jangka menengah.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Usulan transaction demo dari Vitalik Buterin mencerminkan fokus Ethereum pada keamanan dan peningkatan pengalaman pengguna.

Di tengah meningkatnya kasus eksploitasi dan phishing, langkah ini berpotensi menjadi game changer dalam perlindungan aset digital.

Jika diadopsi luas oleh wallet dan protokol DeFi, fitur ini bukan hanya memperkuat keamanan Ethereum, tetapi juga menetapkan standar baru industri kripto secara global.

Dengan inovasi berkelanjutan di sisi teknis dan UX, Ethereum semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadi infrastruktur blockchain yang aman, transparan, dan siap untuk adopsi massal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending