Altcoin News
XRP Terjebak Konsolidasi, ETF Tetap Dilirik, Harga Reli di 2026?
Harga XRP masih berada di bawah tekanan menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Sejumlah upaya pemulihan harga gagal bertahan, membuat altcoin ini menutup tahun dengan kinerja tahunan yang sedikit negatif di tengah sentimen pasar yang cenderung bearish.
Sepanjang beberapa pekan terakhir, lemahnya permintaan di pasar spot serta sikap hati-hati investor ritel menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga XRP. Meski demikian, minat investor institusional muncul sebagai penopang utama, membantu menahan penurunan harga yang lebih dalam di tengah tekanan jual yang berkelanjutan.
Daftar Isi
Aliran Dana Institusi Jadi Penopang Utama
Data CoinShares menunjukkan bahwa XRP menjadi salah satu aset kripto favorit investor institusi sepanjang 2025. Pada pekan yang berakhir 27 Desember, XRP mencatat arus masuk dana sebesar US$70 juta, mendorong total inflow bulanan menjadi US$424 juta.
Capaian tersebut bahkan mengungguli aset kripto utama lainnya. Bitcoin tercatat mengalami arus keluar dana sebesar US$25 juta, sementara Ethereum mencatat outflow yang jauh lebih besar, mencapai US$241 juta dalam periode yang sama.
Secara tahunan, XRP berhasil menarik inflow hingga US$3,3 miliar. Angka ini mencerminkan kepercayaan institusional yang tetap kuat meski pasar kripto dibayangi volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi.
ETF XRP Tunjukkan Konsistensi Permintaan
Dukungan institusi juga terlihat dari performa ETF XRP yang diluncurkan pada 2025. Sejak debutnya, produk ETF tersebut belum mencatat satu hari pun dengan arus keluar dana bersih. Hanya satu sesi perdagangan yang berakhir netral tanpa inflow, menunjukkan konsistensi permintaan yang jarang terjadi.
Dilaporkan BeInCrypto, CEO aplikasi kripto NoOnes, Ray Youssef, menilai bahwa akumulasi XRP pada awal Desember merupakan strategi jangka panjang investor institusi untuk memanfaatkan momentum ETF.
Menurutnya, pola ini mirip dengan fase awal ETF Bitcoin dan Ethereum, di mana investor besar cenderung mengakumulasi aset sebelum harga sepenuhnya mencerminkan dampak peluncuran ETF. Ia juga menyebut XRP kini dipandang sebagai aset berisiko tinggi (high beta) dengan proposisi nilai yang semakin kuat seiring meningkatnya partisipasi institusi.
Baca juga: XRP Mandek di Zona Bahaya? Level US$1,58 Jadi Penentu Arah Harga
Long-Term Holder Mulai Melepas Kepemilikan
Di sisi lain, perilaku pemegang jangka panjang (long-term holder) menjadi sumber kekhawatiran menjelang 2026. Sepanjang 2025, kelompok ini bergantian antara akumulasi dan distribusi, mencerminkan ketidakpastian terhadap prospek menengah XRP.
Memasuki kuartal IV 2025, aktivitas jual dari long-term holder semakin dominan. Kondisi ini mengindikasikan menurunnya tingkat kepercayaan dari investor yang biasanya bertahan di tengah volatilitas. Jika tren distribusi ini berlanjut ke 2026, risiko penurunan harga XRP dinilai dapat meningkat.
Awal 2026 Diprediksi Masih Datar
Pada saat penulisan, harga XRP diperdagangkan di sekitar US$1,87, turun 38% sepanjang kuartal IV 2025 dan melemah 9,7% secara year-to-date. Bulan Desember gagal memberikan dorongan positif, memperkuat sentimen bearish di akhir tahun.
Ray Youssef memprediksi pergerakan harga XRP pada Januari hingga kuartal I 2026 cenderung stagnan. Ia memperkirakan XRP akan berkonsolidasi di kisaran US$2 hingga US$2,50, kecuali muncul katalis makro yang signifikan.
Menurutnya, volatilitas pasar global, ketegangan geopolitik, serta berbagai episode risk-off membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif. Pemulihan yang lebih kuat baru akan terlihat jika XRP mampu menembus level US$3,00 untuk kembali membangun struktur bullish menuju rekor tertinggi di US$3,66.
Namun, skenario penurunan masih tetap terbuka. Jika tekanan jual meningkat dan permintaan melemah, penembusan di bawah level support US$1,79 berpotensi menyeret harga menuju area US$1,50. Kondisi tersebut akan memperkuat dominasi bearish dan membatalkan prospek netral-bullish.
Faktor Musiman Masih Jadi Tantangan
Secara historis, Januari mencatatkan rata-rata kenaikan harga XRP sebesar 3%. Namun, median return justru menunjukkan penurunan sekitar 7,8%, menandakan bahwa performa positif tidak selalu konsisten.
Dengan likuiditas pasar yang masih terbatas dan sentimen risiko yang lemah, harga XRP diperkirakan menghadapi tantangan pada awal 2026. Arah pergerakan yang lebih jelas kemungkinan baru akan terbentuk setelah terjadi perubahan signifikan pada kondisi pasar dan perilaku investor.
Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
