Connect with us

Blockchain

Apa itu Smart Contracts?

Published

on

Smart contracts menjadi topik yang sering disebut-sebut dalam dunia aset kripto dan blockchain.

Smart contracts adalah salah satu bagian penting buat blockchain. Nick Szabo mendefinisikan smart contracts sebagai protokol transaksi melalui komputer untuk mengeksekusi kontrak Transaksi pada blockchain dengan smart contracts ini dapat terjadi tanpa pihak ketiga yang mendukung otomatisasi dari blockchain.

Yuk simak video ini untuk paham lebih lanjut tentang smart contracts!

Blockchain

Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

Published

on

World Economic Forum

Aset kripto kini telah mengambil peran penting pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2022 di Davos, Swiss, meskipun dunia keuangan arus utama masih memandang sebelah mata sektor ini. Dalam pertemuan yang digelar 22-26 Mei 2022 itu juga diadakan diskusi serius tentang aset kripto, dengan peserta industri sebagai pemain kunci.

Dilansir Be[in]crypto, Beberapa tokoh penting di dunia kripto seperti perwakilan dari Ripple, Circle Internet Financial, hingga walikota Miami, AS, turut meramaikan gelaran WEF tahun ini. Selain itu, WEF 2022 juga mengadakan panel diskusi guna membahas mata uang digital bank sentral (CBDC).

Blockchain dan digitalisasi serta dampak selanjutnya pada berbagai sektor global juga akan menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF. Hal itu meliputi diskusi mengenai peran yang muncul dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi) hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Dorong Adopsi Kripto Lebih Cepat

Berbagai eksekutif dari sektor industri kripto telah menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin bisnis dan politisi di resor Alpen, Swiss saat WEF 2022 berlangsung. Mereka berusaha untuk mendorong adopsi aset kripto lebih cepat dari teknologi mereka.

Para eksekutif itu telah berbondong-bondong masuk ke industri kripto dengan harapan pengembalian cepat, meskipun ada peringatan dari regulator bahwa aset yang muncul bisa berisiko tinggi. Contohnya, terjadi pada kasus LUNA, hingga saat ini koin digital terbesar kedelapan dan didukung oleh investor kripto institusional, telah kehilangan hampir semua nilainya.

“Yang mengejutkan saya adalah seberapa cepat itu benar-benar meledak menjadi tidak ada apa-apa,” kata Jeremy Allaire, CEO dan salah satu pendiri Circle Internet Financial, soal stablecoin USDC-nya dipatok ke dolar AS dan tentang keruntuhan LUNA.

“Untuk melihat sesuatu yang tampak seperti persaingan pertumbuhan tinggi yang nyata benar-benar meledak menjadi nol dalam 72 jam, saya belum pernah melihat yang seperti itu,” katanya kepada Reuters.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

Blockchain Jadi Bahasan Utama WEF 2022

Beberapa perusahaan blockchain mendorong agenda aset kripto di pertemuan tahunan WEF 2022. Sesi tahun ini, menurut CEO Securrency, Dan Doney, bertujuan untuk membangun hubungan dan jaringan, serta menyoroti bagaimana menjembatani kesenjangan antara teknologi baru dan keuangan tradisional.

Menurut Stan Stalnacker, Chief Strategy Officer (CSO) Hub Culture, yang juga mengoperasikan mata uang digital, 50% toko di Davos, Swiss telah melirik teknologi berbasis kripto dan blockchain. WEF percaya bahwa dalam hal efek sosial, kripto memiliki argumen yang lebih kuat.

“Aset kripto dapat mempromosikan inklusi keuangan dengan mendorong inovasi dalam layanan keuangan, seperti pembayaran mikro peer-to-peer, yang berpotensi memberikan aksesibilitas kepada siapa saja yang memiliki koneksi internet dan mengurangi biaya dengan mengotomatisasi layanan keuangan dalam skala besar,” kata WEF.

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Tetapi, ada pandangan bahwa kripto dapat membahayakan sistem keuangan karena berbagai alasan, termasuk mendorong aktivitas kriminal dan kurangnya pengetahuan, transparansi, dan regulasi. Ada sentimen risiko terbesar kripto adalah pencucian uang dan penggunaannya untuk mendanai terorisme.

Sementara, argumen itu dapat dibantah keras, buktinya kripto memiliki reputasi baik untuk menyediakan perlindungan untuk pencegahan kegiatan kriminal, karena menampilkan aktivitas transaksi dan transfer data yang transparan dan jejak digital yang jelas.

Baca juga: Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

Continue Reading

Blockchain

Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

Published

on

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.

Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.

Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.

Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.

Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.

Baca juga: Apakah Do Kwon Layak Dipenjara, Atau Keruntuhan Terra Hanya Keteledoran?

Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:

“Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.

Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.

Dia menambahkan:

“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Baca juga: Terra LUNA Naik 100% di Tengah Volatilitas yang Gila, Fokus pada Rencana Pemulihan

Karena LUNA, Binance juga rugi sangat banyak. Ketika LUNA di harga tertinggi, Binance mempunyai $ 1,6 miliar dari LUNA. Namun, dia tidak menjual satu token-pun. Pada tanggal 18 May, investasi Binance di Luna hanya senilai $ 2,7 juta, rugi $ 300.000 karena investasi awal kepada LUNA senilai $ 3 juta.

CZ juga mengatakan kepada Do Kwon, pencipta LUNA, untuk mengembalikan uang retail investor terlebih dahulu sebelum mengembalikan uang kepada Binance.

Sumber

Continue Reading

Blockchain

League of Kingdoms, Game NFT yang Bisa Bikin Cuan, Lihat Cara Mainnya di Sini

Published

on

league of kingdoms

Beberapa waktu belakangan, semakin banyak game NFT yang muncul ke permukaan. Tak main-main, beberapa game tersebut muncul dalam berbagai genre, seperti MMO Strategy yang dimiliki oleh game NFT League of Kingdoms. Game satu ini ternyata punya popularitas yang tinggi, lho! Penasaran apa yang membuat game ini banyak dimainkan? Simak selengkapnya!

Apa Itu League of Kingdoms?

League of Kingdoms adalah game NFT dengan MMO Strategy yang menyatukan para pemain untuk memperebutkan kekuasaan satu sama lain. Dalam game ini, pemain bisa membangun kerajaannya sendiri, merancang struktur, hingga memanfaatkan sumber dayanya. Tak hanya membangun kerajaan, game ini juga memungkinkan pemain untuk bergabung dalam League of Kingdoms Arena yang dipakai untuk menentukan nasib permainan berdasarkan hasil voting dengan token NFT LOKA.

Game ini dijalankan di Ethereum dan Polygon. Oleh karenanya, game ini berhasil memperoleh banyak pemain. Selain menguntungkan, game ini juga bisa jadi sarana rekreasi karena dilengkapi dengan berbagai fitur mengasyikkan. Jika Anda berpikir bahwa game ini hanya sekadar membangun kerajaan, anggapan Anda terhadap game yang baru diluncurkan pada Juli 2020 ini kurang tepat. Meski baru dua tahun dirilis, game ini telah berhasil dimainkan oleh lebih dari 400.000 pengguna.

Sebagai salah satu game berbasis blockchain, League of Kingdoms juga berjalan dengan penggunaan token NFT. Token ini nantinya berfungsi untuk memperluas lahan, kerajaan, bahkan membangun pasukan dari sumber daya yang ada. Semua lahan dan bangunan yang ada dalam game ini dapat dimiliki berkat transaksi dengan token NFT League of Kingdoms (LOKA).

Baca juga: Ketahui Serba-Serbi CryptoKitties, Salah Satu Pionir Game NFT

Untuk menghasilkan aset kripto di game League of Kingdoms, Anda harus melawan kerajaan musuh, memperluas lahan, dan menyelesaikan misi yang ada. Semakin luas lahan dan kuatnya kerajaan yang Anda miliki, maka semakin Anda bisa berjaya dalam permainan yang dijalankan dalam sistem blockchain ini.

Serba-serbi token LOKA

loading screen

Source: https://cointelegraph.com/press-releases/league-of-kingdoms-launches-loka-token-following-huge-user-base-growth

Dirilis pertama kali pada 2020, League of Kingdoms berhasil meluncurkan token pertamanya, yakni LOKA, pada Januari 2022 lalu. Perilisan token ini diputuskan setelah melihat pertumbuhan pemain sejak awal peluncuran game. Hingga saat ini, lebih dari 400.000 ribu a yang tersebar di 210 negara telah memainkan game ini. Beragam aktivitas yang bisa dilakukan oleh para pemainnya yang membuat game ini berhasil menjadi salah satu game berbasis blockchain yang paling banyak dimainkan.

Sampai artikel ini ditulis, token LOKA mencatat harga per kepingnya senilai 1.28 USD, lho, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir sebanyak 101.293.447 USD, melansir CoinMarketCap. Fantastis, bukan? Hingga saat ini, sudah beredar lebih dari 25 juta token LOKA di pasaran dari maksimal supply sebesar 500 juta keping.

Perdagangan Tanah Hingga Sumber Daya Dalam League of Kingdoms

Sebelum mengetahui apa saja yang bisa diperdagangkan, ini adalah hal-hal yang bisa kita lakukan dalam game, yaitu:

  1. Para pemain League of Kingdoms bisa membangun kerajaan
  2. Membentuk dan meningkatkan kemampuan pasukan 
  3. Melakukan aktivitas bertani dan berburu untuk mengumpulkan amunisi yang dapat memperkuat sistem pertahanan kerajaan Anda.

Lalu, apa saja yang bisa diperdagangkan dalam game NFT ini? 

Ada dua konsep dalam permainan ini. 

Pertama, Anda bisa menghasilkan aset kripto (token NFT) dengan cara sebagai berikut:

  1. Mencetak sumber daya atau pasukan terbaik.
  2. Membeli sumber daya atau tentara terbaik dengan cara membakar token NFT yang sudah Anda miliki sebelumnya. 

Apakah perdagangannya hanya seputar sumber daya? Tentu tidak.

Selanjutnya alias yang kedua, Anda bisa juga memperluas kerajaan Anda dengan cara::

  1. Memperluas aset tanah yang Anda miliki dengan penerapan konsep perdagangan serupa seperti yang telah dijelaskan di atas. 
  2. Setelah membeli lahan, Anda bisa membangun kerajaan
  3. Memperkuat apa yang sudah Anda miliki dengan memperoleh sumber daya terbaik yang bisa terus dikembangkan lewat pelatihan.

Cara Bermain Game League of Kingdoms

gameplay league of kingdoms

Source: https://www.esports.net/crypto/games/league-of-kingdoms/

Sebenarnya, cara bermain game League of Kingdoms cukup mudah. Pemain hanya perlu menerapkan konsep investasi dalam kehidupan sehari-hari ke dunia game metaverse ini. Misalnya, pemain bisa menjadi pemilik tanah atau lahan. Jika dalam kehidupan Anda membeli tanah tersebut dengan uang Rupiah, di sini Anda menggunakan aset kripto berupa token NFT.

Token NFT yang digunakan dalam game ini juga beragam, tak melulu LOKA saja. Anda bisa menggunakan dua pilihan token lainnya, yakni Land dan Drago. Setiap lahan yang Anda miliki akan memberikan keuntungan bagi para pemain. Selaku pemilik tanah, Anda akan memperoleh keuntungan sebesar 5 persen dari sumber daya yang bekerja di tanah Anda.

Apakah League of Kingdoms Gratis?

Jangan khawatir, selayaknya game NFT pada umumnya, League of Kingdoms dapat dimainkan dengan gratis. Jadi, Anda bisa langsung mengunduh game ini, registrasi, dan bermain. Namun, beberapa hal dalam game atau yang biasa disebut dengan ‘in-game asset’ memang tidak bisa diperoleh secara cuma-cuma.

Akan tetapi para pemain harus memiliki lahan yang disebut dengan LAND. LAND ini adalah in-game asset yang berupa NFT, sehingga di setiap kepingnya sudah terpatenkan kode unik dan jika Anda memiliki LAND, maka Anda merupakan pemilik seutuhnya. Setiap LAND yang dimiliki bisa mengalami peningkatan level dengan perolehan reward yang berbeda pula.

harga tanah di league of kingdoms

Source: OpenSea

Berapa Harga LAND League of Kingdoms?

Melansir OpenSea, marketplace NFT di mana LAND dari League of Kingdoms dijual, harga LAND sangatlah beragam. Ada yang kurang dari 1 ETH, hingga yang 44 ETH atau sekitar 89 ribu USD, lho! Tentunya, setiap LAND memiliki ciri khasnya masing-masing yang membuatnya memiliki harga yang variatif.


Nah, setelah membaca penjelasan terkait apa itu League of Kingdoms dan bagaimana cara bermainnya, apakah Anda tertarik untuk mulai memainkan game berbasis blockchain ini? Tak hanya bisa menghibur suasana hati yang sedang suntuk, game ini juga bisa membantu Anda memperoleh cuan dari token-token NFT yang Anda kumpulkan.

Continue Reading

Popular