Apa Sih Bedanya Trader dengan Investor?

0
15

Istilah trader dan investor sering digunakan secara bergantian, untuk mendeskripsikan pelaku pasar yang mengambil keuntungan dari selisih pergerakan harga, dengan melakukan transaksi Buy atau Sell. Namun tahukah Anda? Trader vs investor ternyata adalah dua hal yang berbeda, karena masing-masing memiliki cara yang berlainan untuk mendapatkan keuntungan.

Persamaan dan Perbedaan Trader Vs Investor

Jika dilihat dari sudut pandang pelakunya, trader dan investor boleh jadi dianggap sama, karena trader juga secara harfiah menginvestasikan dana di suatu aset dengan harapkan nilai aset tersebut naik. Di sisi lain, investor juga melakukan trading ketika ia membuka transaksi jual (Sell) atau beli (Buy) di pasar aset kripto.

Namun apabila kita menelaah istilah trader dan investor dari sisi kegiatan yang dilakukan, maka keduanya bisa sangat berbeda. Aktivitas trading berfokus pada perubahan harga, sehingga lebih menyoroti frekuensi Buy atau Sell untuk mendapatkan keuntungan. Tak jarang, para trader segera menjual asetnya setelah mendapatkan keuntungan, sekalipun profit yang diperoleh tidak terlalu besar. Untuk mendapatkan keuntungan lebih, mereka lantas segera antri beli biasanya dengan booking order dengan menargetkan harga yang lebih rendah agar bisa memanfaatkan kesempatan yang lain.

Sementara itu, kegiatan investasi berfokus pada pertumbuhan nilai suatu aset, sehingga mereka membelinya dan membiarkan nilainya semakin tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Ketika investor merasa harga aset yang dimilikinya sudah mencapai potensi maksimalnya, maka barulah ia menjual aset tersebut. Mereka tidak tergesa-gesa menutup transaksi ketika melihat perubahan harga harian, karena hal itu biasanya tidak memberikan pengaruh jangka panjang pada penambahan atau pengurangan nilai aset secara keseluruhan.

Tujuan trader dan investor memang sama-sama mendapatkan keuntungan dengan menjual suatu aset di harga yang lebih tinggi dari harga belinya atau sebaliknya, tapi bisa disimpulkan bahwa trader lebih suka mendapatkannya melalui banyak transaksi jangka pendek, sementara investor lebih bersabar untuk menunggu pertumbuhan nilai suatu aset sebelum bisa menjualnya kembali.

Metode Analisa Yang Digunakan

Karena cenderung melakukan transaksi jual dan beli secara singkat, maka para trader biasa memanfaatkan hampir setiap perbedaan kondisi pasar untuk mengambil keuntungan. Mereka juga cepat beradaptasi dengan perubahan, dan lebih fleksibel dalam menyikapi pergantian sentimen pasar. Sikap adaptif memang menjai senjata andalan mereka, karena dari sinilah mereka bisa mendapatkan keuntungan secara cepat dan sesering mungkin.

Karena itu, tak heran jika para trader rutin menyimak perubahan sentimen pasar dengan mengetahui rilis berita pasar terbaru, atau melakukan analisa teknikal di time frame rendah.

Di sisi lain, investor yang mengintai pertumbuhan nilai aset akan mempelajari basis fundamentalnya, karena potensi jangka panjang suatu aset memang bisa dilihat dari Big Picture (gambaran umum) situasi fundamentalnya. Katakanlah seorang investor ingin berinvestasi pada Aset Bitcoin, maka ia akan mempelajari market capital dan seluk beluk tentang pertumbuhan grafik secara keseluruhannya. Investor juga biasanya tidak terlalu menghiraukan sentimen dan rumor pasar yang biasanya cuma memiliki efek jangka pendek. Bagi mereka, faktor penggerak dalam jangka waktu yang lebih besar adalah lebih penting dan bisa menghasilkan keuntungan lebih besar. Jikapun melakukan analisa teknikal, mereka akan melakukannya pada time frame tinggi, seperti Weekly dan Monthly.

Manakah Yang Lebih Menguntungkan?

Baik menjadi trader maupun investor bisa sama-sama menguntungkan, asalkan Anda sudah memiliki karakter dan kecenderungan perilaku atau pola pikir yang sesuai. Sebagai contoh, apabila Anda mengharapkan bisa mendapat profit dalam waktu singkat, suka bertindak agresif, responsif terhadap berbagai perubahan yang terjadi dalam waktu singkat, maka Anda akan lebih sukses jika menjadi trader.

Namun jika Anda tipe orang yang lebih konservatif, memiliki kesabaran tingkat tinggi, dan tidak suka direpotkan dengan dinamika perubahan yang cepat, maka menjadi investor adalah jawabannya.

Baca juga : Cara Mulai Trading di Tokocrypto untuk Pemula

Trader biasanya menghasilkan keuntungan per transaksi lebih sedikit dari investor, tapi jika telaten bisa mengumpulkan keuntungan akumulatif yang besar. Sementara itu, investor memang tidak mendapatkan keuntungan per hari atau per minggu layaknya seorang trader. Namun sekali mereka memanen profit, jumlahnya bisa begitu besar hingga melebihi jumlah keuntungan trader.

Sekarang semuanya kembali pada karakter Anda, apakah lebih cocok menjadi trader atau investor. Agar tidak salah pilih, mengenali diri sendiri adalah hal yang wajib dilakukan. Sangat fatal akibatnya apabila Anda sebenarnya memiliki karakter seorang trader tapi malah terjun sebagai investor, begitu pula sebaliknya.