Buatlah “Bank Khusus”, Saran Caitlin Long Soal Kripto Libra

0
63

Terkait Sidang Libra-Facebook di Senat Amerika Serikat pada Selasa, 16 Juli 2019 di Washington, Caitlin Long Anggota Gugus Tugas Blockchain Wyoming diminta oleh Komite Perbankan Senat untuk menyampaikan pernyataannya. Dia menyarankan organisasi yang menaungi Libra dikategorikan sebagai “bank khusus.”

Di awal pernyataan, ia menegaskan bahwa proyek mata uang kripto Libra besutan Facebook dan Libra Association sesungguhnya menyoroti aturan-aturan lawas sistem keuangan Amerika Serikat.

Terkait Libra, Long pun menawarkan konsep “special-purpose bank charter“, yang kini diterapkan oleh negara bagian Wyoming.

“Wyoming telah membuat 13 peraturan uji coba terkait mata uang digital. Ruang lingkunya tergolong menyeluruh dan kerangka kerjanya disesuaikan dengan peraturan yang ada sebelumnya. Untuk kasus Libra ini, saya pikir konsep “special-purpose bank charter” ini cocok sebagai pilihan penyelesaian masalah ini. Jenis bank seperti ini berhak mengelola aset digital dan mewajibkannya tunduk para peraturan-peraturan federal terkait anti pencucian uang dan lain sebagainya. Saya pikir senat bisa mempertimbangkan kerangka kerja semacam itu agar inovasi blockchain di Amerika Serikat terus hidup, seraya memperkuat peraturan perlindungan konsumen,” tegasnya dikutip dari dokumen di – Forbes.

“Proyek Libra sebenarnya menyoroti sejumlah peraturan keuangan lawas di Amerika Serikat. Libra bisa memperkuat ekonomi negara dan meningkatkan konsep mata uang digital stablecoin,” kata Long yang pernah meniti karir di Morgan Stanley.

BERITA TERKAIT  Baru Dilaporkan, Celah Keamanan Fatal di Tron

Long juga menegaskan, mata uang digital adalah inovasi besar sistem pembayaran selama 50 tahun terakhir. Katanya, Amerika Serikat harus berhati-hati soal ini, kendati menawarkan sistem pembayaran yang lebih efisien daripada teknologi yang ada sekarang.

“Jika kita melawan tren teknologi, inovasi tidak akan mati, tetapi justru dengan mudah keluar dari negara ini,” kata Long yang rajin menulis di Forbes itu. [red]