Nokia, Lenovo dkk Gabung ke Proyek Blockchain Terbaru IBM

0
31

IBM bekerjasama dengan Chainyard, mengumumkan proyek blockchain baru bernama Trust Your Supplier (TYS) yang dibuat untuk meningkatkan kualifikasi, validasi serta pengelolaan informasi pemasok. TYS menyediakan peluang bagi usaha-usaha besar yang ingin memakai blockchain bagi untuk urusan rantai pasok (supply chain).

TYS beranggotakan sejumlah usaha besar pemimpin industri, termasuk Nokia, Lenovo, Vodafone dan lainnya. Tidak hanya TYS, proyek blockchain IBM sebelumnya, Food Trust dan Trade Lens, mampu menarik nama-nama besar industri seperti Nestle, Walmart dan Maersk untuk bergabung dan sukses meningkatkan adopsi blockchain.

Tujuan TYS adalah menjawab persoalan terkait pengelolaan informasi pemasok. Metode umum pengelolaan pemasok melibatkan proses manual yang lamban sehingga sulit memverifikasi dan melacak identitas serta dokumen terkait pemasok, seperti rekening bank dan informasi pajak.

Dengan menggunakan teknologi desentralistik pada blockchain, TYS dirancang agar mengurangi proses manual serta mencegah resiko penipuan dan kesalahan manusia, sehingga tercipta koneksi lancar antar semua pemangku kepentingan rantai pasok.

“Berbekal pengalaman IBM dengan lebih dari 500 interaksi blockchain, kami terus memperbarui jaringan blockchain kami. Kasus kegunaan sangat penting, dan validasi pemasok adalah persoalan yang sangat dikenal di industri rantai pasok,” kata David Post Direktur Manajemen IBM Blockchain Ventures kepada Forbes.

Sebab metode pengembangan jaringan IBM dan kasus kegunaan yang menarik, banyak usaha berminat terhadap TYS. IBM memrediksi jaringan tersebut akan bertumbuh dengan cepat. Kepala Operasional Pembelian dan Strategi Nokia Leena Taimi menjelaskan potensi mempercepat proses penambahan pemasok dan sekaligus mengujicoba blockchain sangat menarik bagi Nokia.

“Bekerjasama dengan IBM adalah keuntungan besar, dan konsorsium seperti TYS hadir di saat sebagian besar anggotanya sudah menjalankan proses blockchain di internal perusahaan,” sebut Taimi.

Nokia telah lama melirik teknologi blockchain, tetapi baru kali ini ada penerapannya di sektor pembelian. Kesempatan berkolaborasi dengan perusahaan serupa di sektor lain menjadi nilai tambah agar bisa saling belajar dan memperbarui cara berbisnis dengan pemasok, tambah Taimi.

“Lenovo bergabung ke jaringan TYS demi menciptakan transparansi, keamanan dan kepatuhan hukum di rantai pasoknya. Program tersebut akan membantu Lenovo menambah dan mengelola rantai pasok global dengan cara yang optimal,” jelas Kepala Rantai Pasok bagi Pusat Data Lenovo Renee Ure.

Lenovo memiliki proses blockchain internal di bagian proses jual beli dan pengelolaan aset perusahaan, tetapi mencari kegunaan tambahan blockchain bagi bisnis mereka. Perusahaan ini berpendapat sangat penting berkolaborasi dengan perusahaan lain demi mendapatkan praktik terbaik dan menumbuhkan blockchain.

BERITA TERKAIT  Wajib Tahu: Inilah “Intinya Inti” Mata Uang Kripto Libra

Semakin jelas, blockchain telah menjadi kebutuhan bagi usaha, tetapi penerapannya membutuhkan berbagai jenjang yang dilakukan secara bertahap. Sebab, agar blockchain optimal, tidak bisa hanya dijalankan satu perusahaan saja, melainkan harus saling berkolaborasi dan berbagi data.