Presiden Venezuela Akan Bagikan Aset Kripto Petro kepada Warganya

0
13

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro akan membagikan aset kripto Petro (PTR) kepada warganya pada pekan ini. Petro adalah aset kripto/mata uang kripto yang diterbitkan oleh Venezuela, sebagai pelengkap mata uang resmi negara di Amerika Latin itu, bolivar.

Pada Jumat (13/12/2019), Maduro mengatakan melalui siaran televisi pemerintah, bahwa Pemerintah, melalui lembaga Superintendence of Crypto-Assets and Related Activities (Sunacrip) akan membagikan 0,5 PTR (US$30) kepada warga yang memenuhi syarat.

“Langkah ini adalah bagian dari uji coba adopsi mata uang kripto. Saya menyetujui pencairan sekitar 500 ribu PTR dan 10 miliar bolivar kepada walikota dan gubernur,” kata Maduro. Dana itu kelak juga digunakan menutupi biaya operasional di 335 kotamadya di negara itu.

Petro dan Minyak
Ada sejarah yang cukup panjang soal mata uang Petro ini. Awal kisahnya pada Oktober 2017 silam Maduro menegaskan, bahwa Venezuela memerlukan mata uang kripto berbasis teknologi blockchain yang resmi dibuat oleh negara. Nilai dan harga satu unit Petro diasaskan pada harga harga minyak yang diproduksi oleh Venezuela. Satu barrel minyak mentah harganya sekitar US$60.

Namun, produksi minyak dan gas dianggap bohong oleh kantor berita Reuterspada 30 Agustus 2018 lalu. Berdasarkan laporan investigasi Reuters, kota Atapirire di Venezuela belum meraup manfaat dari usaha kripto Venezuela tersebut. Atapirire adalah satu-satunya kota kecil di tengah area yang diklaim pemerintah sebagai situs cadangan minyak sebanyak 5 miliar barel yang dijanjikan sebagai jaminan Petro.

Berbagai kota di seantero Venezuela juga belum merasakan manfaat mata uang kripto nasional yang diluncurkan Februari silam, di tengah maraknya permasalahan keuangan.

Brian Ellsworth dari Reuters melaporkan bahwa Petro sulit ditemukan di mana-mana. Selama empat bulan, Reuters bertemu banyak pakar kripto dan pakar valuasi ladang minyak, mengunjungi lokasi penjaminan cadangan minyak, dan memeriksa catatan transaksi digital kripto tersebut untuk mendapat informasi lebih lanjut.

Pada Juli 2018, Bitcoinist melaporkan bahwa Petro merupakan harapan besar bagi Presiden Venezuela Nihcolas Maduro. Maduro menjanjikan mata uang kripto, yang memungkinkan transaksi keuangan secara anomim, mampu mengakali sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS).