Connect with us

Highlight 2

Mengenal Skala Arithmetic Dan Skala Logarithmic Dalam Pembentukan Harga

Published

on

Bentuk dan pola pola candlestick yang menguntungkan

Pada pengaturan skala di dalam menu charting yang digunakan di dalam trading Aset Kripto, umumnya terdapat dua pilihan, yaitu: Skala Arithmetic dan Skala Logarithmic.

Skala Arithmetic mempunyai Garis Skala Harga (GSH) dengan jarak yang sama pada setiap kelipatan kenaikan satuan nilai harga.

Contoh:
Skala antara “1 ke 2” sama jaraknya dengan “5 ke 6′” karena nilainya sama-sama naik satu. Begitu juga jarak skala antara kenaikan 5 ke 6 dengan kenaikan 9 ke 10, dan seterusnya. Meskipun demikian, jika dinilai secara persentase, kenaikan harga 1 ke 2 sama dengan peningkatan 100%, sedangkan kenaikan dari 5 ke 6 hanya naik sebesar 20%.

Contoh chart yang menggunakan skala Archimetric

Skala Logarithmic menggunakan perhitungan Garis Skala Harga (GSH) yang berbeda dengan skala Arithmetic. Pada Logarithmic, jarak semakin mengecil karena tidak dihitung berdasarkan kenaikan dalam satuan nilai harga, melainkan mengikuti peningkatan secara persentase.

Contoh:
Jarak antara “1 ke 2” sama dengan jarak antara “2 ke 4” atau “5 ke 10”, dan seterusnya, karena dianggap sama-sama mengalami kenaikan nilai 100%.

Contoh chart yang menggunakan skala Logarithmic

Jadi kesimpulannya, skala Arithmetic menggunakan perhitungan berdasarkan peningkatan dalam satuan nilai harga, sedangkan Logarithmic berdasarkan peningkatan secara persentase. Skala Logarithmic umumnya berkinerja lebih baik jika menggunakan time horizon long-term (di atas satu tahun).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Blockchain

Temukan Pengertian Tapering Adalah dan Dampaknya dalam Transaksi Kripto di Sini!

Published

on

pengertian tapering adalah

Pada akhir tahun 2021, tapering populer dibicarakan oleh banyak orang, terutama bagi seorang trader atau investor. Bagaimana tidak? Terjadi pada 2013, tapering adalah hal yang berdampak sangat signifikan dalam pasar finansial bagi banyak negara, terutama negara berkembang. Tapering pada 2013 menyebabkan yield (imbal hasil) SUN meningkat, indeks saham yang melemah, dan nilai tukar Rupiah menurun. 

Lalu, apa itu tapering? Dan bagaimanakah dampaknya?

Tapering adalah Kebijakan yang Menguntungkan atau Merugikan?

Tapering adalah suatu kebijakan untuk menghentikan seluruh program stimulus moneter yang dijalankan bank konvensional dalam memulihkan ekonomi. Namun, sebelum beranjak pada tapering, akan lebih mudah kalau berbicara mengenai kebijakan Quantitative Easing (QE) terlebih dahulu.

QE merupakan kebijakan moneter non konvensional dari Bank Sentral ketika kondisi krisis seperti saat ekonomi resesi dengan meningkatkan likuiditas perekonomian untuk mengakselerasi laju pemulihan ekonomi. Contohnya, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang berusaha merangsang ekonominya yang turun karena dampak Pandemi COVID-19. 

Kebijakan QE dilakukan untuk menambah jumlah uang yang beredar dengan menurunkan suku bunga acuan dan mencetak uang yang digunakan untuk memborong aset, seperti obligasi pemerintah dan bank komersial dengan rating bagus. Pembelian dalam jumlah yang besar akan membuat harga aset pendapatan tetap naik, sehingga angka imbal hasil dan borrowing cost bisa turun. Hal ini diharapkan dapat menstimulus orang untuk meminjam uang. Pinjaman uang ini bisa untuk ekspansi usaha atau peningkatan konsumsi yang mendorong ekonomi untuk pulih.

Ketika ekonomi sudah mulai pulih, risiko yang harus dihadapi adalah inflasi. Karena penambahan jumlah uang yang beredar, nilai mata uang turun dan terjadilah inflasi. Nah, tapering kemudian digunakan untuk mengatasi inflasi ini. 

ilustrasi tapering

Tapering adalah cara untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan mengurangi pembelanjaan aset secara bertahap agar nilai mata uang tetap stabil. Tapering bertujuan mengelola stabilitas ekonomi dengan mencegah pasar dari inflasi yang tidak terkendali dan bubble price (gelembung harga).

Dampak Tapering terhadap Aset Kripto

dampak tapering pada aset kripto

Sebagai salah satu bentuk kebijakan moneter, tapering memiliki dampak bagi beberapa pasar keuangan, seperti saham, forex, dan aset kripto. Namun, pada kali ini kami akan membahas pada aset kriptonya. 

  1. Mendorong penguatan nilai aset

Pertama, tapering sebenarnya memiliki dampak positif bagi transaksi aset digital seperti kripto. Anda bisa bayangkan, saat jumlah uang yang beredar dibiarkan terus bertambah, maka inflasi akan meningkat, sehingga menyebabkan nilai aset turun secara signifikan. Maka dari itu, tapering perlu dilakukan untuk mendorong penguatan nilai aset.

Tapering yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, yakni The Fed berdampak besar karena volume transaksi aset berisiko, seperti kripto dan saham, kebanyakan datang dari negara tersebut. 

  1. Taper tantrum

Dengan banyak negara yang menggunakan Dolar Amerika sebagai cadangan devisanya, sehingga menjadikan pengaruh The Fed semakin besar. Maka dari itu, kebijakan tapering dapat memberikan efek taper tantrum, gejolak ekonomi yang mengacu pada kepanikan investor. 

Pada 2013, taper tantrum menyebabkan investasi asing yang saat itu mendominasi pasar modal Indonesia memutuskan untuk menarik dananya dalam jumlah yang besar. Hal ini dikarenakan penempatan uang di Amerika akan lebih menguntungkan bagi investor, sebab suku bunga acuan Amerika Serikat akan naik.

Dana asing yang keluar dari Indonesia dalam jumlah besar dan terus menerus sudah pasti akan mengganggu dunia investasi dan keuangan dalam negeri karena pelaku usaha menjadi sangat membutuhkan USD dalam jumlah yang banyak. Jika permintaan dolar AS meningkat secara signifikan, nilainya akan naik dan Rupiah akan terus melemah. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok yang semakin diperparah dengan harga Dolar yang menguat atas Rupiah. 

Baca juga: Cara Investasi Dollar Untuk Pemula Dengan Mudah

Belajar dari pengalaman sebelumnya, Indonesia kini menjadi lebih siap dalam menghadapi tapering yang dilakukan The Fed pada akhir tahun kemarin. Tapering adalah momok yang sekarang bisa dihadapi melalui beberapa cara, seperti transaksi berjalan dengan defisit kecil, cadangan devisa tinggi, dan valuasi aset keuangan yang menarik.

Beberapa pihak menilai, tidak ada risiko jangka pendek pada pasar kripto akibat kebijakan, sebab tapering adalah kebijakan yang ditujukan untuk menurunkan inflasi pada mata uang riil. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi untuk bertransaksi aset kripto. Pastikan Anda melakukan trading aset kripto di platform yang tepat seperti Tokocrypto, ya

Tokocrypto menyediakan semua fitur yang Anda butuhkan untuk melakukan trading secara online, cepat, dan mudah. Untuk mulai berinvestasi aset kripto di Tokocyrpto, kunjungi  Website Resmi dan dapatkan informasi lengkap terkait kripto di media sosial Instagram, Twitter, serta blog Tokocrypto. Yuk, selesaikan KYC Anda!

Continue Reading

Altcoin News

Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!

Published

on

ilustrasi menambang litecoin

Pernah dengar aset kripto Litecoin? Altcoin yang dianggap sebagai bentuk perak dari Bitcoin ini terus menunjukkan potensinya, tergambar dari harganya yang kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat koreksi. Ternyata, selain dengan dibeli, Litecoin bisa didapatkan juga lewat penambangan, lho! Ingin tahu selengkapnya soal Litecoin mining? Yuk, baca terus artikel ini!

Apa yang dimaksud dengan Litecoin (LTC)?

Litecoin adalah sebuah aset kripto alternatif (altcoin) selain Bitcoin yang merupakan hasil dari modifikasi atau forking dari Bitcoin. Hal inilah yang membuat Litecoin sering disebut sebagai Bitcoin dalam bentuk perak. Pencipta Litecoin adalah Charlie Lee dan pertama kali dirilis pada Oktober 2011. Ia menciptakan Litecoin dengan tujuan untuk membuat sebuah aset kripto yang mirip dengan Bitcoin, tetapi versi lebih sederhana dan cepat.

Lalu, berapa harga 1 koin LTC?

Pada awal kemunculannya, harga LTC hanya berkisar di angka 3 hingga 4 USD saja. Bahkan, empat tahun setelah perilisannya yaitu pada Januari 2011, LTC mencatat harga sebesar 1.11 USD, lho! Di mana angka tersebut menjadi harga terendah yang dimiliki LTC sepanjang masa alias all-time-low

Meski begitu, LTC kembali meroket dengan mencapai harga yang fantastis yaitu 412.96 USD pada Mei 2021, di mana hingga kini, nilai tersebut masih menjadi harga tertinggi sepanjang masa atau all-time-high. Fluktuasi yang dialami oleh LTC membuat harga per kepingnya saat ini berada di angka 114.54 USD, mengutip CoinMarketCap per tanggal 8 April 2022. 

litecoin to usd chart

Source: https://coinmarketcap.com/currencies/litecoin/

Penyebab naik-turunnya harga LTC pun berasal dari berbagai aspek, mulai dari pembaruan yang dilakukan oleh para developer LTC dalam membangun ekosistem Litecoin yang lebih baik seperti Litecoin Mimblewimble pada Januari 2022 lalu, hingga kemudahan adopsi LTC dalam berbagai bisnis di seluruh dunia. 

Selain itu, kondisi pasar juga berpengaruh terhadap aktivitas harga LTC, juga cara yang dipilih para investor dalam mengoleksi LTC. Mulai dari pembelian via exchange seperti Tokocrypto, hingga mining.

Apa itu Litecoin mining

illustrasi seorang pria menambang litecoin

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Litecoin mining, mari membahas pengertian dari mining itu sendiri. Mining atau penambangan adalah suatu cara yang bisa dilakukan dalam mendapatkan aset kripto. 

Cara ini mengharuskan para miner untuk memvalidasi suatu transaksi yang terdapat dalam blockchain, dengan memecahkan teka-teki matematika. Apabila seorang miner berhasil dan menciptakan blok baru di blockchain, maka miner tersebut akan diberikan reward sejumlah aset kripto.

Umumnya, saat melakukan mining, para miners membutuhkan bantuan dari teknologi perangkat komputer atau mining rig yang amat canggih. Sebab, dalam blockchain terdapat banyak sekali miners sehingga kegiatan ini sangatlah kompetitif.

Kalau begitu, apa artinya Litecoin mining?

Litecoin mining adalah proses penambangan yang dilakukan untuk mendapatkan sejumlah Litecoin. Namun, berbeda dengan mining Bitcoin, durasi yang diperlukan dalam Litecoin mining lebih cepat 4 kali lipat yaitu dengan hanya membutuhkan 2,5 menit di tiap bloknya. 

Selain karena Litecoin merupakan altcoin yang terpercaya dan membawa banyak kelebihan, hal inilah yang membuat banyak orang memutuskan untuk mendapatkan Litecoin lewat mining.

Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

3 jenis Litecoin mining

Dalam menambang Litecoin, terdapat 3 jenis mining yang bisa dilakukan seperti halnya menambang Bitcoin, yaitu solo, pool, dan cloud. Berikut informasi selengkapnya!

Solo Mining

Seperti namanya, solo mining berarti Litecoin mining yang dilakukan secara individu alias perseorangan. Umumnya, jenis mining yang satu ini dilakukan di rumah saja. Meski terdengar sederhana, justru jenis mining inilah yang dianggap sulit dilakukan. Kok, gitu

Sebab, para miners harus mempersiapkan mining rig yang mumpuni. Tak hanya itu, daya listrik juga internet pun harus besar dan kuat agar proses mining bisa terus berjalan dan membutuhkan cukup banyak waktu. 

Mengutip Investopedia, untuk solo mining Litecoin setidaknya harus dilakukan dengan beberapa Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). ASIC yang dimiliki pun harus yang merupakan versi terbaru, karena berpengaruh terhadap kecepatan mining

Salah satu yang masih baru dan populer di kalangan miners  ialah Bitmain’s Antminer L3+ atau A4+ LTCMaster. Setelah itu, jangan lupa untuk mengunduh software mining seperti Cgminer atau MultiMiner.

Pool Mining

Jenis kedua adalah lewat pool mining atau kolam mining, di mana terdapat sebuah kolam yang berisi beberapa miners Litecoin dan masing-masingnya berkontribusi melalui seberapa besar hash power atau kekuatan mining rig yang dimiliki

Jadi, apabila suatu blok telah tercipta, reward Litecoin akan dibagikan ke tiap miners yang ada dalam kolam, jumlahnya berbeda-beda tergantung seberapa banyak kontribusi yang diberikan terhadap proses mining dan regulasi yang dimiliki tiap pool.

Meski tetap membutuhkan mining rig yang canggih, pool mining cenderung lebih ringan dibandingkan dengan solo mining. Selain itu, Anda juga harus mengunduh software mining Litecoin. Pastikan Anda memilih software dan pool Litecoin mining yang terpercaya dan berkualitas, ya, dan lakukan perhitungan agar dana yang Anda keluarkan tidak lebih besar dari hasil yang Anda peroleh. Beberapa pool mining yang populer antara lain LitecoinPool.org, Via BTC, dan F2Pool.

Cloud Mining

Sementara itu, jenis terakhir adalah cloud mining. Cloud mining berarti melakukan penambangan Litecoin menggunakan layanan cloud. Sama seperti pool mining, Anda harus memilih layanan cloud yang terpercaya agar terjamin keamanannya. 

Anda tidak ingin, kan, dana yang Anda sisihkan hilang begitu saja karena salah memilih layanan cloud? Selanjutnya, Anda bisa memilih paket mining yang disediakan dari layanan tersebut.

Keuntungan dengan memilih cloud mining adalah Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk mining rig yang akan digunakan oleh perusahaan layanan cloud dalam melakukan penambangan Litecoin. 

Jadi, Anda tidak perlu menyiapkan mining rig sendiri. Beberapa layanan cloud mining Litecoin yaitu Hashnet dan ECOS.

Baca juga: 3 Cloud Mining Terpercaya dan Keuntungannya

Apa saja persiapan dalam melakukan Litecoin mining?

illustrasi token litecoin

Setelah mempelajari mengenai pengertian dan jenis Litecoin mining, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Berikut penjelasan lengkapnya!

  1. Pilih jenis mining

Pastinya, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah tentukan jenis Litecoin mining. Hal ini penting dilakukan karena masing-masing jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Anda bisa memilih jenis mining berdasarkan kemampuan yang Anda miliki, baik itu secara perangkat komputer, budget, hingga kemudahan prosesnya.

  1. Sediakan sejumlah dana dan waktu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan Litecoin mining membutuhkan dana dan waktu. Sebab, kegiatan mining tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Selain itu, umumnya dana dikeluarkan untuk membayar biaya pool atau jasa layanan cloud mining

Namun, dengan solo mining, Anda pun harus menyediakan modal yang cukup besar berupa mining rig yang berkualitas tinggi, lho. Belum lagi tagihan listrik, internet, juga biaya sewa ruangan apabila Anda tidak melakukannya di rumah. 

  1. Pastikan telah menyediakan mining rig yang mumpuni

Apabila Anda memilih solo dan pool mining, jangan lupa untuk menyiapkan mining rig dengan kualitas tertinggi, ya. Sebab, semakin tinggi kualitas yang dimiliki, maka kemungkinan mining berhasil pun akan lebih tinggi. 

  1. Gunakan layanan mining yang terpercaya

Jangan lupa, bagi Anda yang memilih jenis pool dan cloud mining, pelajari layanan keduanya terlebih dahulu. Pastikan layanan mining yang Anda pilih telah terbukti baik kualitasnya dengan track record yang bisa dipercaya. Dengan memilih layanan mining tersebut, maka keamanan proses Litecoin mining yang Anda lakukan akan lebih terjamin.
Jadi, itulah pengertian dari Litecoin mining beserta jenis dan cara yang bisa Anda terapkan sebagai pemula. Selalu ingat untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu mengenai pilihan yang Anda ambil, ya, agar Anda terhindar dari risiko scam. Kunjungi Tokonews untuk informasi dan edukasi lainnya seputar aset kripto dan jangan lupa untuk gabung di komunitas Tokocrypto sekarang!

Continue Reading

Altcoin News

Tokocrypto Market Signal 6 April 2022: Pasar Kripto Belum Stabil

Published

on

Ilustrasi Tokocrypto Market Signal 6 April 2022.

Kondisi market aset kripto masih belum stabil di awal bulan April 2022. Dari pantauan situs Coinmarketcap hari Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) masih nyaman berada di harga $ 45.195 saat artikel ini ditulis dan merupakan penurunan 2,62% dalam sehari terakhir. Altcoin lainnya juga bernasib tidak jauh berbeda. Nilai Ethereum (ETH) anjlok 4,74% ke $ 3.344,06 per keping di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat walaupun market kripto belum stabil, peluang altcoin yang berada di 10 besar big cap tetap berpeluang bullish pekan ini. Ia mencontohkan Solana (SOL) dan Cardano (ADA) akan berpeluang naik masing-masing sekitar 20% dan 10%.

Overall market masih mendominasi ke altcoin. Sementara, Bitcoin sedang mengalami sideaways, kondisi ketika harga suatu aset yang diperdagangkan di pasar bergerak relatif datar, karena kurangnya sentimen positif akhir-akhir ini,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Lebih lanjut Afid menjelaskan secara umum, pergerakan aset kripto masih dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang kembali ragu-ragu menanamkan dananya ke pasar berisiko, termasuk kripto.

Hal tersebut terjadi setelah The Fed kembali menyebarkan komentar mengenai kebijakan moneternya yang ketat ke publik. Pengetatan moneter The Fed akan menuntun investor untuk mencari aset yang lebih aman dan berbondong-bondong meninggalkan aset spekulatif.

Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Solana (SOL)

Ilustrasi analisis teknikal Solana (SOL).

Solana membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan nilai SOL kemunginan besar akan melonjak, pasca kabar integrasi NFT marketplace, OpenSea dengan Solana pada tanggal 12 April mendatang.

“OpenSea akan mengintegrasikan Solana pada bulan April ini untuk memperluas ekosistem NFT di platformnya. Langkah ini telah lama ditunggu-tunggu oleh industri sehingga menimbulkan sentimen positif di market. Dari analisis teknikal, SOL berpeluang meningkat harganya sekitar 20% hingga $ 153,” kata Afid.

Solana adalah proyek open source yang menggunakan teknologi blockchain permissionless, untuk menyediakan sebuah solusi decentralized finance (DeFi). Protokol Solana dirancang untuk memfasilitasi pembuatan decentralized app (DApp).

Peringkat SOL di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar $ 41.606.279.924. Jumlah koin yang beredar  325.728.501 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. PancakeSwap (CAKE)

Ilustrasi analisis teknikal PancakeSwap (CAKE).

CAKE masuk dalam daftar aset kripto bullish pekan ini dengan alasan adanya peningkatan smart contract MasterChef. Afid mengatakan MasterChef V2 yang baru  menjanjikan lebih banyak hadiah kepada para pemegang CAKE.

“PancakeSwap sedang bersiap untuk rilis MasterChef V2, smart contract yang mengontrol farming dan staking di aplikasi terdesentralisasi. Upgrade ini akan membawa berbagai peningkatan fitur. Analisis teknikal melihat pergerakan CAKE bisa melonjak hingga 23% dengan harga mencapai $ 11,” tutur Afid.

PancakeSwap adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang dibangun di atas Binance Smart Chain (BSC) dengan biaya gas fee rendah dan transaksi yang cepat. Sementara, CAKE merupakan token asli dari PancakeSwap dengan standar BEP-20. CAKE ini berfungsi sebagai token tata kelola. 

Peringkat CAKE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #51, dengan kapitalisasi pasar $ 2.694.502.970. Jumlah koin yang beredar  281.051.699 koin CAKE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. NEAR Protocol (NEAR)

Ilustrasi analisis teknikal NEAR Protocol (NEAR).

NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer-one yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Menariknya, pekan ini NEAR masuk dalam kripto potensi bullish.

“NEAR berpeluang mengalami bullish dengan peningkatan nilai mencapai 13 persen. harga NEAR diprediksi akan naik hingga $ 17. Penyebabnya datang dari sentimen positif yang ramai di Twitter, di mana NEAR mengumumkan peluncuran Unchainfund, kemitraan mereka dengan SialGP, dan pemenang MetaBUILD 2,” kata Afid.

Peringkat NEAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar $ 10.873.890.094. Jumlah koin yang beredar  661.739.117 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

Baca juga: Harga Aset Kripto Akan Meningkat pada Kuartal 2 Tahun 2022?

4. Cardano (ADA)

Ilustrasi analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 7 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 10% dengan harga mencapai $ 1,2.

Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh perilisan NFT dari rapper legendaris, Snoop Dogg di jaringan Cardano. Tidak hanya itu, Cardano menandai tonggak baru dengan menambahkan lebih dari 450.000 wallet baru di Q1 2022.  Ekosistem Cardano juga memiliki hampir 900 proyek blockchain.

“Pengumuman dari Snoop Dogg yang akan merilis koleksi NFT lagunya di jaringan Cardano membawa angin segar. Nilai ADA langsung melonjak dan akan berlangsung selama sepekan ke depan,” jelas Afid.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar $ 39.695.511.165. Jumlah koin yang beredar 33.752.555.544 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

5. Mines of Dalarnia (DAR)

Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bullish. Peningkatan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 24% dengan harga hingga $ 1,5 yang dikarenakan peluncuran Mainnet V2.0.

“Pengumuman peluncuran Mines of Dalarnia Versi 2.0 Mainnet pada 31 Maret lalu terus membawa harga DAR melonjak. Diperkirakan nilainya akan terus meningkat hingga Mainnet tersebut berhasil dirilis pada akhir April ini,” ungkap Afid.

Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #315, dengan kapitalisasi pasar $ 160.562.830. Jumlah koin yang beredar 123.200,000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Zcash (ZEC)

Ilustrasi analisis teknikal Zcash (ZEC).

Zcash akan berpeluang mengalami penurunan nilai pada pekan ini. Kondisi bearish ZEC dipengaruhi oleh sentimen negatif pada koin privasi. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penurunan ZEC bisa sampai 15% dengan harga hingga $ 143.

“Koin privasi tidak menemukan banyak pendukung di antara regulator dan penegak hukum. Mereka dianggap dapat membantu menghindari sanksi dan pencucian uang. Ramainya kabar ini turut membuat nilai ZEC tertekan,” kata Afid.

Zcash adalah aset kripto terdesentralisasi yang berfokus pada privasi dan anonimitas. Ini menggunakan jaringan untuk memverifikasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif apa pun tentang transaksi tersebut.

Peringkat ZEC di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar $ 2.346.559.236. Jumlah koin yang beredar 14.104.656 koin ZEC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin ZEC.

2. ApeCoin (APE)

Ilustrasi analisis teknikal ApeCoin (APE).

Aset kripto fenomenal, ApeCoin (APE) berpotensi kembali masuk fase bearish pada pekan ini. Afid melihat ApeCoin berisiko melakukan aksi jual besar-besaran karena APE turun 70% dalam dua minggu. Dari analisis teknikal, APE akan mengalami penurunan hingga 14% dengan harga sampai $ 10.

“Reli harga APE yang terjadi pada pertengahan Maret tampaknya sudah habis berkat penurunan 70% dalam dua minggu terakhir dan mungkin jatuh lebih jauh pada bulan April ini,” kata Afid.

Peringkat APE di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #45, dengan kapitalisasi pasar $ 3.247.030.354. Jumlah koin yang beredar 277.500.000 koin APE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin APE.

Baca juga: Aturan Pajak Aset Kripto di Indonesia Resmi Terbit: Terlalu Berat Bagi Investor

3. Injective (INJ)

Ilustrasi analisis teknikal Injective (INJ).

Injective Protocol merupakan proyek blockchain yang memiliki ide revolusioner. Ini bertujuan untuk membuat pertukaran mata uang sepenuhnya terdesentralisasi atau jaringan yang dioperasikan publik. Artinya, pertukaran hanya dioperasikan oleh orang-orang yang memegang token INJ.

Meski memiliki fundamental yang baik, INJ pada pekan ini masuk dalam kripto berpotensi bearish. Afid melihat walaupun sempat terjadi kenaikan nilai hampir 100% pada pekan lalu, tapi pekan ini INJ mengarah ke penurunan.

“INJ saat ini tengah mengalami koreksi setelah overbought pada pekan lalu. Akibatnya berpotensi turun hingga 7% dan hargannya sampai $ 5,8,” ungkapnya.

Peringkat INJ di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #183, dengan kapitalisasi pasar $ 310.021.356. Jumlah koin yang beredar 48.653.971 koin INJ dan maksimal pasokan 100.000.000 koin INJ.

4. JUST (JST)

Ilustrasi analisis teknikal JUST (JST).

JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

Pengelola Ekosistem koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global.

Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. JST sudah sempat koreksi naik, namun akan tetap turun karen jauh dari level support-nya.

“JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Kripto ini juga sudah alami fase overbought. Penurunan nilainya bisa capai 15 persen dan harganya anjlok sampai $ 0,06,” katanya.

Peringkat JST di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #126, dengan kapitalisasi pasar $ 555.121.871. Jumlah koin yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

5. SelfKey (KEY)

Ilustrasi analisis teknikal SelfKey (KEY).

SelfKey adalah platform identitas berbasis blockchain. Teknologi ini memberi individu, perusahaan, bursa, startup fintech, dan bank untuk platform mengelola data identitas atau biasa disebut KYC (Know Your Costumer).

Afid melihat KEY berpotensi bearish dengan penurunan nilai hingga 11 persen. Dari analisis teknikalnya harga KEY bisa anjlok sampai $ 0,006.

“KEY memang salah satu aset kripto yang kurang populer. Namun, beberapa waktu terakhir sempat mencuri perhatian sehingga pernah mengalami peningkatan harga yang tinggi. Tapi saat ini sudah overbought dan mengalami konsolidasi,” kata Afid.

Peringkat KEY di CoinMarketCap pada Rabu (6/4) pukul 08.00 WIB adalah #579, dengan kapitalisasi pasar $ 50.014.608. Jumlah koin yang beredar 5.124.969.446 koin KEY dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin KEY.

Baca juga: Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Continue Reading

Popular