Sebuah Peringatan: Bitcoin Masih Bisa Turun!

0
61

Setelah crash besar-besaran di pertengahan Februari lalu, harga Bitcoin mulai menunjukkan kenaikan yang signifikan. Raja aset crypto tersebut naik dari “dasar” nya di 3900 USD sejauh hampir 80% ke sekitar 6900-7000 USD. Namun, pertanda bahwa pasar sudah “bullish” masih belum terlihat.

Ada beberapa pertanda yang masih menunjukkan bahwa pasar masih “bearish”

  1. Terbentuknya pola rising wedge (perhatikan gambar).
  2. Harga bitcoin sedang mencoba mengetes resistance yang kuat di “golden pocket fibonacci 0.5” (lihat gambar).
  3. Semakin lemahnya momentum bullish dilihat dari semakin kecilnya candlestick hijau dari hari ke hari.

Setelah crash yang terjadi di pertengahan Februari, kita melihat ada banyak yang membeli aset crypto karena memang harga bitcoin di bwah 4000 USD sangatlah menarik.

Namun, terlukis pada grafik bahwa semakin lama, pembeli/bull mulai kehilangan momentumnya dilihat dari price action bitcoin beberapa hari ini.

Sehingga, kita belum bisa memastikan apakah ini adalah “bottom” dari harga bitoin.

Besarnya penurunan harga, ditambah kondisi ekonomi dunia akbat pandemik virus corona, masih memberikan ketidakpastian di pasar crypto dan pasar finansial lainnya.

Kemungkinan teraman untuk membeli bitcoin adalah menunggu terbentuk dan terkonfirmasinya pola double bottom.

Namun, hal ini belum tentu terjadi dan masih ada kemungkinan harga untuk turun lebih jauh lagi, sehingga para investor cukup disarankan untuk bersabar.