Tips-tips Memilih Exchange Aset Kripto yang Tepat

0
518
tips memilih aset kripto

Kenaikan harga bitcoin berdasarkan per Desember 2020 dengan posisi harga tertinggi berada pada $28.422 atau setara dengan Rp 403,7 Juta. Hal ini didasari oleh naiknya jumlah supply dan demand. Dengan naiknya si harga bitcoin saat ini, itulah kenapa mulai banyak muncul trader-trader baru yang ingin mencoba investasi bitcoin. Lalu sebetulnya, bagaimana dan apa yang harus diperhatikan ketika memilih exchange aset kripto?

Pertama, kita bertemu dengan Fatchurrachman Febrianto, seorang mahasiswa dari Rembang Jawa Tengah yang mengenal aset kripto dan trading  sejak tahun 2018.  Febri mengenal dunia kripto karena rajin mengikuti event – event komunitas yang diadakan oleh Tokocrypto. Dari hasil trading, Febri sudah dapat memenuhi kebutuhan  sehari – hari tanpa perlu meminta orang tua lagi, bahkan bisa membeli gadget impiannya. Untuk trader pemula, Febri menyarankan beberapa hal sebelum memulai trading; pertama, pastikan legalitas platform aset kripto, seperti Tokocrypto. Tokocrypto yang merupakan platform aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti, bersertifikasi ISO 27001:2013 dan jika melihat referensi dari website yang mendokumentasikan test keamanan dari exchange di seluruh dunia, misalnya dari Coingecko, Tokocrypto mempunyai rating cybersecurity yang sangat tinggi (9,35) jika dibandingkan dengan Indodax dan Luno yang memiliki rating 8 dan 7 dari Coingecko, dan rating cybersecurity score 7.19 untuk Indodax dan 3,95 untuk Luno. Kedua, pelajari aset kripto yang diminati, di Tokocrypto sudah ada lebih dari 40 koin dan lebih dari 100 pairing, serta koin-koin yang ditawarkan memiliki fluktuasi lebih besar sehingga kesempatan lebih untung. Platform exchange lain, Indodax misalnya memang menyediakan coin/token yang paling banyak ketersediaannya, sampai 110 jenis coin dan token. Betul, memang ada ribuan koin maupun token yang bisa diperdagangkan, tapi perlu hati-hati, karena koin-koin yang belum terlalu populer, seringkali pergerakan harganya sangat agresif. 

Beda lagi ceritanya bagi I Putu seorang karyawan swasta dari Denpasar Bali, memulai trading di tahun 2019 melalui smartphone kini sudah bisa trading melalui laptop yang dibeli dari hasil trading. Bagi seorang trader, penting mengetahui tentang biaya layanan yang dibebankan kepada user. `Dari semua bentuk biaya di exchange, biasanya user paling concern soal biaya penarikan dan juga biaya transaksi. Untuk biaya penarikan, ada yang flat dan ada yang bentuknya persentase. Menurut Putu, secara ekonomis, tentunya akan lebih menguntungkan bagi  memilih yang biayanya flat saja seperti Tokocrypto. Kenapa begitu? Coba saja Anda bayangkan misalnya ingin menarik uang dalam jumlah banyak, Anda ingin mencairkan penjualan 1 bitcoin senilai Rp 300 juta, kalau biaya penarikannya 0.5%, berarti akan terpotong 1,5 juta hanya untuk narik uang dari exchangenya saja. Sementara jika melihat biaya transaksi sebagai market taker, Indodax yang biayanya paling tinggi, sementara Pintu tidak ada biaya transaksi, sisanya yang lain berkisar di angka wajar yaitu 0,1%. Bagi Anda yang belum paham, biaya market taker itu adalah potongan ketika Anda bertransaksi dengan ikut antrian harga yang sudah ada, misalnya Anda mau beli bitcoin seharga 10 juta, maka potongan biayanya kalau di Indodax itu adalah 0,3% atau 30 ribu rupiah, sementara kalau di Tokocrypto  misalnya itu cuma 0,1% atau 10 ribu rupiah.

Lalu apalagi yang perlu diperhatikan ketika untuk memilih platform aset kripto, tentu saja fitur trading yang bisa dimanfaatkan oleh para trader. Bicara soal fitur, memang masing – masing exchange punya keunikan sendiri-sendiri. Tapi dari semua fitur, coba kita pilih 3 fitur yang menurut salah satu Trader Tokocrpto, Afid sangat penting, yaitu adanya chart harga yang akan membantu melakukan analisis teknikal, adanya fitur cutloss atau pembatasan limit kerugian supaya bisa membatasi kerugian diharga tertentu. Fitur ini krusial, khususnya buat para trader, mengingat aset kripto mempunyai volatilitas harga yang tinggi dan agresif. Dan terakhir adanya fitur shortselling agar bisa tetap mendapatkan keuntungan walaupun harga aset kripto lagi mengalami penurunan atau masuk ke fase bearish. Dari ketiga kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa Tokocrypto adalah satu-satunya yang memenuhi ketiga fitur penting tersebut, sementara Pintu memang tidak memiliki fitur trading dan hanya terbatas pada fungsi jual-beli saja.

Selanjutnya kita bahas, dari sisi spread harga beli dan jual. seorang trader yang membuat keputusan transaksi yang cepat, khususnya dengan timeframe jangka pendek, akan sangat tertolong dengan selisih harga jual dan beli yang tidak terlalu jomplang. Tujuannya agar keuntungan di setiap transaksi bisa direalisasikan dengan optimal, akan tetapi umumnya ketika kita membeli komoditas, terdapat spread atau selisih harga antara harga beli dengan harga jual, semakin besar selisihnya, akan semakin sempit ruang gerak trader, sementara semakin kecil selisihnya, maka akan semakin luas ruang gerak trader dalam membuat keputusan. Prinsipnya sama saja seperti membeli emas, selalu ada spread harga antara harga jual dengan harga beli kan? begitu juga dengan kripto. Tokocrypto memiliki spread harga yang sangat kecil selisihnya jika dibandingkan exchange lainnya, mungkin bagi kalian yang belum berpengalaman dalam trading, melihat spread harga dan likuiditas ini jadi hal yang sepele. Tapi bagi trader yang serius, selisih spread harga ini bisa menjadi game changer dalam setiap keputusan tradingnya.

Itulah semua aspek yang harus diperhatikan dalam memilih exchange. Dengan begitu, pengalaman trading dan investasi pun menjadi lebih aman dan menyenangkan! Yuk mulai trading dan investasi bersama Tokocrypto!