Mengenal Non-Fungible Tokens (NFT) part 1: Apa itu NFT?

0
2831
Mengenal NFT

Non-Fungible Tokens memiliki pengertian token unik yang merepresentasikan dari sebuah hak digital yang berarti bukti keaslian dan kepemilikan dari aset di dunia digital dan tercatat di Blockchain. Karena NFT dibuat di atas jaringan Blockchain, maka bukti kepemilikan, riwayat perpindahan NFT akan selamanya tercatat di Blockchain. NFT tidak bisa di duplikasi atau di replikasi.

Aset digital bisa di kategorikan ke dalam NFT jika meliputi hal berikut :

  • Unik
  • Langka
  • Tidak bisa dipertukarkan (karena nilainya yang berbeda)

Berbeda dengan aset Bitcoin, sebagai contoh Bapak A ingin menukarkan 1 Bitcoin dengan Bapak B. Yang berarti dalam penukaran tersebut, 1 Bitcoin yang diberikan oleh Bapak A dan sebaliknya, 1 Bitcoin yang diberikan oleh Bapak B sama nilainya. Tidak dengan NFT yang dimana Bapak A ingin menukarkan NFT A kepada Bapak B yang memiliki NFT, antara NFT A dan NFT B belum pasti memiliki nilai yang sama.

 Baca Juga: Beberapa Token Micin Ini Meroket! Berikut Analisisnya

3 Hal acuan dalam NFT 

  1. Nilai

Nilai Objektif memiliki arti dimana nilai objektif meliputi hal yang penting sangat berharga atau sangat bernilai di dalam kehidupan kita. Contoh adalah air, udara, tanah dan –> (belahan jiwa) *canda

Nilai Subjektif adalah nilai yang mendasari dari persepsi seseorang terhadap hal yang diyakini. Contoh nilai subjektif adalah Tas yang berharga ratusan juta bagi sebagian orang ini merupakan hal yang tidak mungkin karena sebagian orang tidak memiliki kepentingan untuk memiliki Tas dengan harga ratusan juta dan memilih Tas dengan harga yang biasa dan standard. Tapi untuk sebagian orang lainnya Tas ini adalah keperluan yang harus dipenuhi dan diyakini oleh sebagian orang tersebut bahwa Tas ini memiliki nilai.

  1. Fungible vs Non-Fungible

Pada dasarnya pada masa sebelum era digitalisasi, istilah ini sudah sering muncul. Dimana fungbile memiliki arti aset yang utuh dan secara kasat mata bisa dilihat dan bisa disentuh. Contoh dari Fungible aset adalah rumah, atau bahkan lukisan Mona Lisa. Karena rumah milik Bapak A tidak sama nilainya dengan rumah milik Bapak B. Dan lukisan Mona Lisa yang di buat oleh Leonardo da Vinci hanya ada satu-satunya di dunia.

Yang dari kedua contoh tersebut adalah aset yang hanya ada satu-satunya dan memiliki nilai.

Sementara untuk pengertian Non-Fungible pada masa sebelum era digitalisasi adalah aset atau kepemilikan aset yang tidak bisa dilihat secara kasat mata dan tidak bisa disentuh tetapi memiliki nilai. Contohnya adalah hak cipta dari sebuah lagu.

  1. Token

 Token adalah representasi dari sebuah aset digital. Contohnya adalah koin MANA yang merepresentasikan project gaming Decentraland.

 

Project NFT pertama adalah cryptokitties.co  yang berbasis game virtual dimana para pemain bisa mengadopsi, mendandani, dan beternak kucing untuk kemudian bisa dijual kembali di marketplace yang tersedia.