Connect with us

Blockchain

Inilah 3 Brand Termahal di Dunia yang Mengadopsi NFT

Published

on

contoh tas brand termahal di dunia

Beberapa brand termahal di dunia mulai mengadopsi teknologi non-fungible token (NFT), khususnya brand di bidang fashion. Mereka mendesain baju-baju digital lantaran tingginya permintaan dari para selebritas atau fashion enthusiasts yang mulai menerapkan digital fashion untuk kebutuhan konten.

Sebelumnya, para pembuat konten tersebut sering rela melakukan apa saja, termasuk membeli sebuah baju, demi kebutuhan foto maupun video. Baju-baju tersebut hanya dipakai satu kali dan berujung tidak dipakai kembali. Padahal, ongkos pembelian, pengiriman, dan proses pembuatan satu helai baju bisa berdampak buruk pada lingkungan.

Teknologi NFT Jadi Solusi Fashion Digital 

model fashion brand termahal di dunia

Fenomena tersebut kemudian coba diatasi oleh para desainer yang mulai memaksimalkan kemajuan teknologi digital. Mereka menciptakan pakaian-pakaian digital tanpa batas untuk mendukung para content creator supaya tetap kreatif. Pakaian digital tersebut dijual lebih murah dan diplot secara 3D supaya terlihat sangat realistis.

Tak hanya menciptakan fashion yang standar, fashion digital juga hadir untuk desain-desain tanpa batas, seperti berlian yang dapat berputar di sekeliling baju, maupun penampakan planet luar angkasa yang mengitari sebuah produk topi. Pada akhirnya, produksi pakaian digital tak hanya dapat ditampilkan dalam sebuah foto, melainkan juga menghadirkan pengalaman tersendiri melalui sebuah gambar bergerak atau video.

Kreativitas ini kemudian menjadi tren yang cukup hype di pasaran. Para selebritas dan fashion enthusiasts yang awalnya merasa aneh untuk membeli pakaian digital, kini mulai menikmati kehadiran fashion digital

Terlebih, fashion digital yang di-NFT-kan ini menjadi unik karena pemanfaatan dari blockhain pada NFT itu sendiri karena satu koleksi baju dengan lainnya tak mungkin akan sama. Apalagi ia akan menjadi collectible dan punya value tersendiri jika diterbitkan oleh brand termahal di dunia. 

Lalu, brand apa saja yang telah menerapkan teknologi digital NFT untuk penjualan produknya?

Brand Termahal di Dunia yang Sudah Membuat NFT Mereka Sendiri

Beberapa brand fashion termahal di dunia sudah menerapkan teknologi digital NFT pada produk-produk mereka. Bahkan mereka menjual pakaian-pakaian digital yang dapat menunjang kebutuhan konten media sosial. Berikut beberapa brand tersebut.

1. Gucci

avatar nft gucci

Salah satu brand fashion termahal di dunia, Gucci, meluncurkan sneakers digital pada musim semi 2021 lalu. Melalui peluncuran tersebut, Gucci ingin menunjukkan kehadirannya dalam dunia digital atau metaverse yang saat ini sedang booming. Tak seperti produk-produk nyata dari Gucci, sneakers digital tersebut dibanderol dengan harga yang cukup murah, yakni sebesar 12 USD, sehingga bisa dijadikan koleksi oleh seluruh kalangan penikmat fashion.

Tak hanya mengeluarkan sneakers digital, Gucci juga telah lebih dulu mendesain skin game untuk aplikasi Zepeto. Skin dari Gucci dapat dibeli dan digunakan oleh karakter-karakter yang ada dalam game tersebut. Kolaborasi menarik lainnya dari Gucci adalah ketika mereka bergabung bersama game Roblox dan mendesain berbagai pakaian untuk avatar game tersebut. Mereka bahkan menjual tas Dionysus seharga 4,000 USD atau setara dengan Rp57 juta.

2. Louis Vuitton

nft louis vuitton

Bukan hanya Gucci yang telah meluncurkan produk digitalnya, Louis Vuitton juga telah unjuk diri dalam perhelatan metaverse dengan cara mendesain skin untuk game League of Legends pada 2019 lalu. Para pemain League of Legends dapat membeli koleksi Louis Vuitton berupa pakaian, alas kaki, dan aksesoris untuk dikenakan pada karakter dari game tersebut. 

3. Balenciaga

avatar nft balenciaga

Brand termahal di dunia yang juga telah menunjukkan eksistensinya dalam dunia digital adalah Balenciaga. Mereka berkolaborasi dengan game Fortnite untuk mendesain beberapa koleksi pakaian yang bisa dikenakan pada karakter digital game tersebut. Keikutsertaan Balenciaga dalam hal ini diharapkan dapat memperluas peluang perdagangan melalui pesatnya perkembangan metaverse.

Potensi Lain Digital Fashion dalam NFT

Berbicara mengenai digital fashion, tentu tak terlepas dari hal yang melatarbelakangi gerakan ini. Selain peduli terhadap perubahan lingkungan yang terjadi akibat produksi pakaian, digital fashion juga menjadi solusi atas pengkotak-kotakan yang terjadi di antara para selebritas dan fashion enthusiasts.

Kehidupan mereka diukur berdasarkan penampilan di dunia maya, seberapa mahal aksesoris-aksesoris yang dikenakan, dan sebagainya. Hal ini tentu melelahkan bagi sebagian kalangan yang merasa berada di bawah kalangan lain. 

Akan tetapi, dengan adanya digital fashion, kelas-kelas tersebut setidaknya sedikit dibaurkan. Pemenuhan kebutuhan akan konten tetap terjaga, tetapi biaya pengeluaran untuk memproduksi sebuah konten menjadi berkurang karena harga pakaian digital yang cenderung lebih murah.

Setelah mengetahui sepak terjang digital dari brand-brand termahal di dunia, apakah Anda tertarik untuk menjadi Creator NFT? Atau bahkan ingin menjadi official partner di NFT? Eksplorasi karya seni tak terbatas melalui TokoMall yang dapat Anda akses dengan cara klik tautan di sini  dan ikuti perkembangan NFT dari berbagai penjuru dunia di komunitas resmi NFT Tokomall!

Metaverse

Metaverse Fashion Week Akan Kembali Hadir di Tahun 2023

Published

on

Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

Metaverse Fashion Week (MVFW), event mode serba digital di platform Decentraland, kembali digelar untuk kali kedua pada tahun 2023 mendatang. Edisi kali ini akan dipersenjatai dengan pembelajaran dari edisi pertama untuk membantu brand fashion memanfaatkan dengan lebih baik dari momen semua fitur virtual.

Dikutip Vogue, penambahan utama pada acara MVFW 2023 meliputi jembatan fisik-digital, dukungan untuk brand, dan mungkin yang paling menonjol adalah interoperabilitas antara dunia virtual. Untuk pertama kalinya, MVFW akan memungkinkan koleksi digital bermigrasi di antara platform digital lainnya; selain Decentraland.

Desainer juga dapat tampil di berbagai kluster metaverse, mirip dengan bagaimana event fashion week diselenggarakan di berbagai event organizer, tempat, dan kota. Selain itu, Metaverse Fashion Week 2023 akan menghadirkan utilitas baru.

MVFW23

Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

Baca juga: Crypto.com Gandeng Coca-Cola Rilis NFT Piala Dunia FIFA 2022

Peserta MVFW23 yang bertemakan “Future Heritage” akan diumumkan pada bulan Januari 2023, dan Decentraland telah membentuk dewan penasehat untuk memilih desainer yang berpartisipasi; Termasuk perwakilan Institute of Digital Fashion, Fashion3 oleh Mad Global, House of Web3 dan The Fabricant; dan pasar NFT mewah UNXD akan kembali sebagai co-creator.

Miami Fashion Week, yang diakui oleh Council of Fashion Designers of America, akan berpartisipasi dengan pengalaman khusus dan peragaan busana di Luxury Fashion District.

Supermodel MVFW resmi, anggota komunitas DCL Tangpoko, akan menjadi model utama musim ini, dan pemenang musim kedua dari seri HBO Max The Hype, Barth, akan mempersembahkan peragaan busana dan koleksi yang dapat dikenakan.

Perkembangan MVFW

Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

Baca juga: Goldman Sachs Alokasikan Dana untuk Berinvestasi di Perusahaan Kripto

Untuk MVFW perdana, yang diadakan di Decentraland pada Maret 2022, merek yang berpartisipasi termasuk Etro, Dundas, Paco Rabanne, Selfridges, Tommy Hilfiger, Guo Pei, Dolce & Gabbana, Philipp Plein, Hogan dan Esteé Lauder, selain startup digital termasuk D- Cave (dari Stefano Rosso dari OTB Group) dan Auroboros. Penyelenggara melaporkan lebih dari 108.000 tamu dan mendistribusikan lebih dari 165.000 perangkat yang dapat dikenakan.

“Pembelajaran terbesar adalah menciptakan lebih banyak waktu bagi merek untuk mengembangkan ide mereka dan menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan untuk mendistribusikan tanggung jawab di antara lebih banyak studio yang sudah bekerja dengan merek, daripada mencoba melakukan sesuatu dari awal,” kata Head of MVFW, Giovanna Graziosi Casimiro.

Decentraland adalah dunia sosial virtual berbasis blockchain, terdesentralisasi, di mana orang dapat membeli sebidang tanah dan barang digital sebagai NFT. Ruang serba digital menyelenggarakan acara dan ruang permanen, dan pengunjung dapat menjelajah sebagai tamu atau dengan menghubungkan dompet kripto mereka dan menyesuaikan avatar mereka dengan pakaian digital dan banyak lagi, semuanya dijual sebagai NFT.

Continue Reading

Metaverse

Bos Meta Mark Zuckerberg Optimis Metaverse Berpotensi Jangka Panjang

Published

on

CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Michael Nagle/Bloomberg.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan masih memiliki optimisme jangka panjang untuk metaverse. Ungkapannya itu disampaikan untuk menjawab pandang negatif masa depan metaverse di tengah crypto winter.

Pada pertemuan beberapa nama besar di sektor keuangan, Zuckerberg ditanyai tentang meningkatnya kekhawatiran atas Metaverse. Ia juga tidak terpengaruh oleh skeptisisme seputar kondisi model metaverse saat ini.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” kata CEO perusahaan induk Facebook di DealBook Summit pada hari Rabu (30/11).

Zuckerberg mengatakan dia masih optimis tentang metaverse dalam jangka waktu yang lebih lama. Ia mengakui bahwa Meta perlu beroperasi dengan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam waktu dekat karena kesengsaraan ekonomi makro telah memaksa perusahaan untuk mengurangi pengeluaran.

Zuckerberg Rugi dari Metaverse

Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.Getty Images.
Meta, perusahaan induk Facebook setop rekrut karyawan. Foto: Getty Images.

Baca juga: Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Sejak diumumkan, metaverse telah mendapat banyak penentang dan skeptis. Namun, suara-suara itu tampaknya tidak menembus proses pemikiran CEO Meta yang berbicara dengan gemilang tentang prospek masa depannya.

“Cara kita berkomunikasi menjadi lebih kaya dan mendalam,” kata Zuckerberg. Selanjutnya, dia berbagi bahwa Meta optimis tentang bagaimana platform akan berkembang di sepanjang “lima hingga sepuluh tahun”.

Pernyataan itu pasti memberi pandangan Zuckerberg tetap fokus pada pengembangan metaverse, meski telah menghasilkan kerugian miliaran dolar AS bagi perusahaan.

Fokus Metaverse

Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.
Avatar CEO Meta, Mark Zuckerberg di Metaverse.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Pendiri Facebook itu bersikukuh bahwa kemajuan bergerak ke arah yang benar.

“Skeptisisme tidak terlalu mengganggu saya,” Zuckerberg menyatakan, “Kami memiliki keraguan sepanjang waktu.”

Sebaliknya, dia mengakui bahwa Meta membutuhkan “lebih banyak efisiensi dan disiplin” dalam jangka pendek. Terutama mengikuti realitas ekonomi yang akan berdampak pada bagaimana platform dikembangkan di tengah keadaan ekonomi makro.

Secara meyakinkan, Zuckerberg berbagi bahwa 80% waktu Meta dihabiskan untuk rangkaian medianya, mengerjakan host aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan lainnya. Jadi, sisa waktunya dihabiskan untuk mengembangkan Metaverse.

Continue Reading

Metaverse

Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, Rencana Pindah ke Metaverse

Published

on

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Brandi Mueller | Moment | Getty Images.

Negara Tuvalu mengatakan tidak punya pilihan selain pindah ke metaverse karena terancam tenggelam. Suhu global yang diperkirakan akan meningkat sebanyak 2,8 derajat Celcius pada akhir abad ini, membuat air laut meninggi.

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe menjelaskan pada KTT iklim COP27 bahwa Tuvalu akan melihat ke arah metaverse untuk melestarikan budaya dan sejarahnya di tengah naiknya permukaan laut.

“Saat tanah kami menghilang, kami tidak punya pilihan selain menjadi negara digital pertama di dunia. Tanah kami, lautan kami, budaya kami adalah aset paling berharga dari rakyat kami. Dan untuk menjaga mereka aman dari bahaya, apa pun yang terjadi di dunia fisik, kami akan memindahkan mereka ke cloud,” kata Kofe dikutip Reuters.

Negara Digital

Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.
Menteri Luar Negeri Tuvalu, Simon Kofe. Foto: Reuters.

Baca juga: Bank Indonesia Rilis White Paper Proyek Garuda CBDC Digital Rupiah

Kofe menarik perhatian global pada COP26 tahun lalu ketika dia berpidato di konferensi sambil berdiri setinggi lutut di laut untuk menggambarkan bagaimana Tuvalu berada di garis depan perubahan iklim.

Tuvalu harus bertindak karena negara-negara laing secara global tidak cukup berbuat untuk mencegah perubahan iklim.

Tuvalu akan menjadi negara pertama yang mereplikasi dirinya sendiri di metaverse. Langkah ini mengikuti kota Seoul dan negara kepulauan Barbados yang tahun lalu mengatakan mereka akan memasuki metaverse untuk masing-masing menyediakan layanan administrasi dan konsuler.

“Idenya adalah untuk terus berfungsi sebagai negara dan lebih dari itu untuk melestarikan budaya kita, pengetahuan kita, sejarah kita dalam ruang digital,” kata Kofe kepada Reuters menjelang pengumuman tersebut.

Ancaman Tenggelam

Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.
Negara Tuvalu terancam tenggelam, rencana pindah ke metaverse. Foto: Getty Images.

Baca juga: Kelas Kripto: Apa Itu Airdrop?

Tuvalu adalah negara kepulauan yang terdiri dari sembilan pulau yang terletak di antara Australia dan Hawaii. Ini adalah rumah bagi sekitar 12.000 orang. Ilmuwan iklim mengantisipasi seluruh negara Tuvalu akan berada di bawah air pada akhir abad ke-21.

Tuvalu telah lama menjadi penyebab utama risiko perubahan iklim dan naiknya permukaan laut. Hingga 40% dari ibukota distrik berada di bawah air saat air pasang, dan seluruh negara diperkirakan akan terendam air pada akhir abad ini.

Kofe mengatakan dia berharap pembentukan negara digital akan memungkinkan Tuvalu untuk terus berfungsi sebagai sebuah negara bahkan jika itu benar-benar terendam.

Hal ini penting karena pemerintah memulai upaya untuk memastikan bahwa Tuvalu terus diakui secara internasional sebagai sebuah negara dan batas lautnya – dan sumber daya di dalam perairan tersebut – dipertahankan bahkan jika pulau-pulau tersebut terendam.

Continue Reading

Popular