Connect with us

Blockchain

7 Virtual Games NFT Menarik yang Akan Populer di 2022

Published

on

tampilan aplikasi virtual game sandbox

Sejak dulu, game selalu menjadi hiburan bagi sebagian besar orang. Berkembangnya zaman, yang juga membawa perkembangan pada teknologi, membuat bentuk game mengalami evolusi. Saat ini, virtual game adalah salah satu jenis game yang sedang tren dan diminati oleh berbagai kalangan. 

Virtual game semakin viral dengan bergabungnya brand peralatan olahraga asal Jerman, Adidas. Perusahaan ini membuat permainan virtual berbasis blockchain yang bernama The Sandbox. Lantas, apa itu virtual game?

Apa itu Virtual Game?

ilustrasi virtual game

Virtual game erat kaitannya dengan alat Virtual Reality atau sering disingkat sebagai VR. Teknologi ini sukses membuat para pemain game seakan-akan masuk ke dalam dunia permainan. Sementara jenis permainan ini masih sangat diminati, sudah ada perkembangan dari game VR di mana Anda akan menemukan unsur mata uang kripto di dalamnya.

Mata uang kripto berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Dunia game pun tak ketinggalan mengikuti perkembangan zaman dengan mengadopsi non-fungible token (NFT) ke dalam permainannya. NFT sendiri merupakan sebuah aset yang tidak bisa dipertukarkan karena memiliki nilai berbeda. 

Virtual game berbasis NFT memungkinkan para pemainnya untuk mengoleksi dan memperjualbelikan aset yang ada di dalam permainan, seperti karakter senjata, kendaraan, dan lain sebagainya. Hal ini membuat pemain tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan pemasukan tambahan.

7 NFT Virtual Game yang akan populer di tahun 2022

Siapa yang tidak tertarik dengan konsep bermain sambil mendapatkan uang? Tentu hal ini didambakan oleh banyak pihak. Tak heran jika perkembangan game virtual berbasis NFT ini begitu pesat selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun ini, setidaknya ada tujuh virtual game yang akan populer. Berikut daftarnya.

 1. Rainmaker

tampilan virtual game rainmaker

Rainmaker merupakan sebuah permainan yang berada di atas jaringan blockchain dengan konsep play-to-earn. Permainan ini bertujuan untuk mengedukasi dan menyatukan orang-orang yang memiliki ketertarikan pada saham dan mata uang kripto dengan membuat platform permainan fantasi. 

Pemain harus mengelola portofolionya dengan baik untuk memenangkan hadiah. Pemain juga bisa berpartisipasi dalam kompetisi yang menggunakan pasar saham dan mata uang kripto real-time untuk mengevaluasi kemampuan pengambilan keputusan.

2. RaceFi

tampilan virtual game racefi

RaceFi merupakan perusahaan ekosistem Solana pertama yang menggunakan kecerdasan buatan dan machine learning. Pemain bisa menghasilkan uang di Metaverse RaceFi dengan berpartisipasi dalam berbagai mode permainan, seperti permainan peringkat atau dengan memiliki properti dalam game.

3. Battle of Guardians

tampilan virtual game battle of guardians

Battle of Guardians adalah permainan multiplayer NFT di mana para pemainnya bisa berkompetisi untuk mendapatkan hadiah dengan cara mengalahkan lawannya. Namun, tidak hanya berkompetisi, pemain juga bisa membeli atau menyewa NFT. Di beberapa marketplace tertentu, pemain bisa menukarkan karakter dan item NFT yang mereka miliki.

4. Polygonum

tampilan virtual game polygonum

Permainan DeFi lintas platform ini gratis untuk dimainkan, yang mencakup komponen kripto, NFT, dan open gaming world. Setiap faktor ini sudah dipertimbangkan pengembangnya untuk memberikan pengalaman bermain yang terbaik. Pemain bisa mendapatkan uang dengan melakukan beberapa aktivitas, seperti trading atau fighting.

5. Sand Box 3D

tampilan virtual game sand box 3D

Sand Box 3D adalah permainan virtual  Metaverse berbasis voxel. Game ini juga populer untuk membuat dan memperjualbelikan aset virtualnya. Cara bermainnya mirip seperti Minecraft dan Roblox, hanya saja ia berbasis teknologi blockchain. Pemain bisa membuat dan menganimasi objek dalam permainan, kemudian menjualnya di pasaran. 

6. Gods Unchained

tampilan virtual game gods unchained

Permainan kartu termasuk salah satu permainan populer sejak dulu. Gods Unchained merupakan virtual game yang memiliki konsep permainan kartu perdagangan berbasis NFT. Untuk memperoleh kartu, pemain bisa membeli dari pemain lain atau memenangkan suatu pertandingan. 

7. MetaWars

tampilan virtual game metawars

Permainan terakhir merupakan permainan virtual multiplayer berbasis NFT dengan konsep role-playing. Dalam game ini, pemain akan berada di luar angkasa dengan teknologi sains yang futuristik. Di sana, pemain bisa melakukan berbagai aktivitas bersama pemain lain atau seorang diri. Permainan ini memiliki tiga aspek utama, yakni eksplorasi bersama pengguna lain, pertarungan dan menyelesaikan tantangan, serta membentuk formasi armada dengan robot dan kapal yang bisa dikumpulkan sebagai NFT.

Bermain kini lebih menyenangkan dengan permainan virtual yang sudah mengadopsi NFT di dalamnya. Tidak hanya asyik, virtual game berbasis NFT juga akan menambah pemasukan Anda. Namun, pemasukan dari NFT tidak hanya bisa didapatkan melalui game, tetapi juga melalui perdagangan. Anda bisa menjual NFT milik Anda lewat TokoMall, pelopor marketplace NFT di Indonesia!

Blockchain

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

Published

on

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

Bank sentral Jepang telah merencanakan uji coba central bank digital currency (CBDC) dengan tiga bank besar pada tahun 2023. Peluncuran percontohan akan sejalan dengan eksperimen awal CBDC sebelumnya selama satu tahun yang akan berakhir pada April 2023.

Uji coba ini akan memeriksa apakah infrastruktur beroperasi dengan baik untuk mengantisipasi bencana alam dan gangguan tanpa koneksi internet. Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi bagaimana setoran dan penarikan dapat bekerja dengan Yen Digital.

Jika semua berjalan lancar sesuai rencana, Bank sentral Jepang dapat melanjutkan dan merilis CBDC Yen Digital pada tahun 2026.

Ekplorasi CBDC

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan mengatakan pada Mei 2022 bahwa, meskipun Bank of Japan belum memutuskan apakah akan meluncurkan CBDC, namun pihaknya akan terus mengembangkan infrastruktur mata uang digital yang aman dan mulus di negara tersebut.

CBDC adalah versi digital mata uang fiat suatu negara—seperti dolar AS atau euro yang didukung oleh bank sentral. CBDC adalah aset digital, tetapi berbeda dari Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin.

China jauh di depan permainan — beberapa warganya saat ini sudah dapat berbelanja dengan Yuan Digital. Sementara itu, Bahama meluncurkan CBDC sendiri pada tahun 2020.

CBDC di Indonesia

Bank Indonesia terus mengembangkan CBDC atau yang akan dikenal sebagai Rupiah Digital. BI juga bersiap mengeluarkan Whitepaper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Whitepaper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan Whitepaper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Rupiah Digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.

Continue Reading

Blockchain

Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

Published

on

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

Teknologi Metaverse

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

“Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

Majukan Dunia Pendidikan

Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.

Continue Reading

Blockchain

JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

Published

on

JPMorgan: Kasus FTX Buka Regulasi Aset Kripto Dipercepat.

JP Morgan telah mendaftarkan merek dagang untuk wallet atau dompet digital dan layanan pemrosesan aset kripto terkait. Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk kripto, tetapi juga dapat diterapkan pada layanan keuangan lainnya.

Menurut pengajuan ke U.S. Patent and Trademark Office, JP Morgan mengajukan merek dagang untuk “JP Morgan Wallet” pada Juli 2020. Kemudian, pengajuan akhirnya disetujui pada 15 November 2022.

Dokumen merek dagang menunjukkan bahwa itu dapat diterapkan pada layanan online, termasuk pemrosesan pembayaran aset kripto, transfer elektronik dan pertukaran mata uang virtual.

Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk layanan kripto. Ini juga dapat diterapkan untuk layanan keuangan lainnya, termasuk rekening giro virtual, pembayaran Automated Clearing House (ACH), pemrosesan cek elektronik, dan pembayaran tagihan.

Terobosan JP Morgan

menyimpan aset kripto di wallet kripto
lustrasi crypto wallet.

Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

Meskipun JP Morgan belum menerapkan merek dagang ke crypto wallet yang lengkap, ia telah membuat beberapa terobosan ke dalam industri blockchain selama beberapa bulan terakhir.

Pada tanggal 2 November, perusahaan melakukan pertukaran mata uang internasional menggunakan blockchain Polygon. Transaksi tersebut dilakukan dengan dua bank asal Singapura, DBS Bank dan SBI Digital Asset Holdings.

Selain itu, JP Morgan bermitra dengan Visa pada 11 Oktober lalu. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan produk blockchain JP Morgans Liink dengan jaringan B2B Connect Visa.

Kuat di Industri Kripto

JP Morgan juga diketahui telah melakukan transaksi on-chain yang melibatkan penyelesaian aset BlackRock, membuka ruang di dunia virtual Decentraland berbasis blockchain, dan mengomentari The Merge Ethereum baru-baru ini.

Raksasa perbankan terus mengoperasikan berbagai lini produk terkait aset kripto, termasuk jaringan blockchain Onyx dan stablecoin pribadinya, JPM Coin.

Perkembangan tersebut, meski tidak terkait langsung dengan berita hari ini, akan menempatkan bank pada posisi yang kuat untuk memperluas layanan kripto di bawah merek dompet barunya.

Baca juga: Bappebti Tinjau Ulang Daftar Aset Kripto Legal di Indonesia

Continue Reading

Popular