Connect with us

Blockchain

NFT Jadi Cara Baru Jual Lukisan, Beri Keuntungan ke Seniman

Published

on

Ilustrasi NFT dari karya lukisan.

Lukisan adalah salah satu karya seni yang punya banyak peminatnya dan jadi incaran para kolektor sejak dahulu. Sebagian dari kita mungkin sudah tak asing dengan berbagai genre lukisan yang dijual oleh para seniman. Tapi, tahukah Anda jika kini cara menjual lukisan dapat ditempuh dengan lebih luas dengan mengubahnya menjadi NFT? Bukan tidak mungkin, para seniman bisa meraup pasar internasional. 

Wah! Bagaimana caranya, ya?

2  Cara Menjual Lukisan

Sebelum berbicara cara menjual lukisan dalam bentuk NFT, mari kita bahas terlebih dulu gimana sih cara-cara yang sering kita temukan selama ini.

1. Konvensional

Umumnya ada dua cara yang bisa dilakukan secara konvensional. Pertama, menjual lukisan di pameran. Pada cara ini seniman harus mencari lokasi pameran yang akan dibuka. Biasanya, exhibition yang membuka pendaftaran sejak jauh-jauh sebelum hari H. Sebaiknya pendaftaran dilakukan lebih dini agar persiapan dapat dilakukan dengan matang. Saat hari H biasanya para kreator akan melakukan promosi secara langsung kepada pengunjung pameran dan di sinilah biasanya transaksi jual beli dapat terjadi.  

Kedua, memamerkannya di toko atau galeri. Ada seniman yang memiliki toko fisik sendiri. Jika tidak, ada beberapa galeri yang bisa memamerkan sekaligus menjual lukisan. Namun, sebelumnya seniman haruslah melalui proses submission karena space yang ada tak banyak. Adapun prosesnya adalah memasukkan artwork, CV atau portofolio, artist statement, dan proposal tertulis. Barulah setelah itu proses kurasi akan dilakukan oleh pihak galeri. Setelah lukisan terpajang, galeri akan menjadi perantara bagi seniman dengan kolektor.

2. Digital

Cara menjual lukisan secara digital

Cara menjual lukisan secara digital yang pertama ialah melalui media sosial. Ada Facebook, Instagram, maupun Tumblr yang bisa dipilih sesuai dengan pertimbangannya. Ya, kekuatan media sosial di zaman sekarang tak bisa diragukan lagi. Tak hanya untuk saling terkoneksi dengan komunitas, media sosial bisa dimanfaatkan untuk menjual lukisan. 

Cara kedua ialah melalui situs website pihak ketiga. Setidaknya cara ini menguntungkan bagi seniman baru. Tak hanya itu, banyak pembeli yang merasakan nyaman dan aman melalui situs website karena mereka memberikan perlindungan pelanggan. Beberapa situs website Indonesia yang bisa dipilih antara lain Etsy atau Arti.id.

Baca juga: Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

Cara Menjual Lukisan Lebih Luas Melalui NFT

Cara Menjual Lukisan Melalui NFT

Kehadiran NFT atau non-fungible token memungkinkan bagi para seniman untuk memamerkan serta menjual lukisannya dengan lebih luas karena kolektor bisa datang dari mana saja. Tak menutup kemungkinan hingga internasional. Seniman bisa menjual NFT lukisan ini di marketplace global seperti  OpenSea atau marketplace buatan Indonesia seperti TokoMall.

Cara Menjual Lukisan NFT di TokoMall

Sebelum mendaftar di Tokomall, pastikan Anda memiliki dompet kripto atau Metamask, jika belum bisa buat terlebih dahulu dengan mengikuti panduan dalam video ini:

Berikut langkah-langkah mendaftarkan diri sebagai Merchant :

  • Klik menu “user” pada bar navigasi dan halaman login akan muncul
  • Setelah Anda menghubungkan wallet Metamask, muncul halaman dengan pilihan “role” dan pilih sebagai “Merchant”
  • Isi form Individu/Perusahaan
  • Setelah form terisi dan terkirim, halaman proses verifikasi akan muncul
  • Anda akan mendapatkan notifikasi melalui email jika akun TokoMall disetujui maupun ditolak.

Selanjutnya mari kita lihat cara menjual lukisan NFT di TokoMall:

  1. Login ke akun TokoMall dan sambungkan dengan wallet Anda
  2. Klik “NFT” pada menu profil 
  3. Lalu akan muncul tampilan “Unggah NFT”.  Nah, di sini Anda bisa mengunggah atau menjual lukisan/karya seni lain yang akan dijadikan sebagai NFT. Namun perlu diingat jika maksimum ukuran file adalah 50 MB dengan format JPG, PNG, GIF, SVG, MP4, WEBM, MP3, WAV, OGG, M4A, dan X-M4A.
  4. Setelah memasukan karya yang akan dijadikan sebagai NFT, Anda harus mengisi Judul NFT, Serial, hingga Deskripsi dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris
  5. Klik “Submit”
  6. Sehabis itu, akan muncul halaman summarize dari karya yang Anda upload dan klik persetujuan dalam kolom “Disclaimer” lalu klik “Submit”
  7. Kemudian menuju ke halaman minting dengan klik “Lihat halaman buat NFT” 
  8. Klik “Upload ke blockchain” dan pastikan Anda sudah memiliki BNB, ya
  9. Jika sudah selesai, Anda bisa langsung menentukan harga lukisan yang Anda buat 
Ilustrasi TokoMall.

Ilustrasi TokoMall.

Cara Menjual Lukisan di Marketplace Global, OpenSea

Setelah mengetahui cara menjual lukisan NFT di TokoMall, berikut langkah-langkah mendaftar dan menjual lukisan ke luar negeri melalui OpenSea:

  1. Pertama-tama, Anda harus mendaftar dulu di OpenSea. Pastikan Anda melakukannya di perangkat yang sudah ter-install wallet-nya. Kunjungi https://opensea.io/  dan klik ikon dompet atau ikon foto profil, lalu pilih “Connect Wallet” dan pilih wallet yang Anda gunakan, misalnya MetaMask
  2. Setelah itu, wallet akan terhubung dengan OpenSea
  3. Klik opsi “Account”, lalu kemudian klik opsi “Profile” untuk menyelesaikan setting profil Anda. Masukkan username beserta alamat e-mail, dan lain-lain kemudian klik opsi “Sve”
  4. Lakukan verifikasi permintaan pembuatan akun yang dikirimkan OpenSea di email.
  5. Terakhir, akun Anda siap dipakai. 

Nah, selanjutnya adalah langkah untuk membuat lukisan Anda menjadi NFT serta menjualnya.

  1. Pertama, di halaman awal OpenSea, klik opsi “Create” dan masukkan file lukisan Anda yang ingin dijadikan NFT
  2. Masukkan nama NFT beserta pengaturan lainnya.
  3. Setelah selesai, klik opsi “Create” yang ada di bagian bawah.
  4. NFT sudah siap dijual
  5. Untuk menjualnya, Anda harus menuju ke ops “My Collection” dengan mengklik ikon foto profil yang ada di pojok kanan atas halaman OpenSea
  6. Pilih NFT-nya, lalu klik opsi “Sell
  7. Kemudian Anda bisa memilih 2 skema penjualan. Jika ingin menjual langsung klik opsi “Fixed Priced”, sedangkan untuk lelang klik opsi “Time Auction”
  8. Masukkan harga NFT dengan mata uang kripto yang diinginkan
  9. Klik kolom “Duration” untuk mengatur berapa lama durasi Anda akan menjual NFT tersebut
  10. Jika sudah, klik opsi “Complete Listing”.

Itu dia cara menjual lukisan dengan mengubahnya menjadi NFT. Ingin belajar lebih banyak tentang NFT? Yuk, gabung dengan komunitas resmi TokoMall Discord dan Telegram!

Blockchain

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023, Indonesia?

Published

on

Jepang Bakal Uji Coba CBDC Yen Digital di Tahun 2023.

Bank sentral Jepang telah merencanakan uji coba central bank digital currency (CBDC) dengan tiga bank besar pada tahun 2023. Peluncuran percontohan akan sejalan dengan eksperimen awal CBDC sebelumnya selama satu tahun yang akan berakhir pada April 2023.

Uji coba ini akan memeriksa apakah infrastruktur beroperasi dengan baik untuk mengantisipasi bencana alam dan gangguan tanpa koneksi internet. Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi bagaimana setoran dan penarikan dapat bekerja dengan Yen Digital.

Jika semua berjalan lancar sesuai rencana, Bank sentral Jepang dapat melanjutkan dan merilis CBDC Yen Digital pada tahun 2026.

Ekplorasi CBDC

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Penerbitan CBDC Semakin Dekat, Australia Luncurkan Proyek Pilot

Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan mengatakan pada Mei 2022 bahwa, meskipun Bank of Japan belum memutuskan apakah akan meluncurkan CBDC, namun pihaknya akan terus mengembangkan infrastruktur mata uang digital yang aman dan mulus di negara tersebut.

CBDC adalah versi digital mata uang fiat suatu negara—seperti dolar AS atau euro yang didukung oleh bank sentral. CBDC adalah aset digital, tetapi berbeda dari Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin.

China jauh di depan permainan — beberapa warganya saat ini sudah dapat berbelanja dengan Yuan Digital. Sementara itu, Bahama meluncurkan CBDC sendiri pada tahun 2020.

CBDC di Indonesia

Bank Indonesia terus mengembangkan CBDC atau yang akan dikenal sebagai Rupiah Digital. BI juga bersiap mengeluarkan Whitepaper pengembangan CBDC di akhir tahun 2022.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Whitepaper pengembangan digital rupiah berisi laporan mengenai latar belakang dan rencana pengembangan CBDC. Penerbitan Whitepaper ini merupakan sebuah bentuk komunikasi kepada publik terkait rencana pengembangan Rupiah Digital serta untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

BI melihat pertumbuhan aset kripto dan CBDC memiliki potensi untuk mengembangkan inklusi dan efisiensi dalam sistem keuangan walaupun dengan berbagai risiko yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi perekonomian.

Sebagian besar bank sentral di dunia terdorong untuk mengembangkan CBDC yang bertujuan mendukung mandat penguatan kebijakan moneter, tidak serta merta hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem pembayaran.

Continue Reading

Blockchain

Binus University Jadi Kampus Indonesia Pertama yang Hadir di Metaverse

Published

on

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Binus University bakal menjadi kampus pertama Indonesia yang hadir di metaverse. Konsep teknologi dunia virtual kini sangat menarik untuk dikembangkan pada sektor pendidikan.

Dilansir dari situs resminya, Binus University mengambil langkah besar dalam mendukung metaverse, dibuktikan dengan terjalinnya kolaborasi strategis dengan PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang merupakan perusahaan pengembang teknologi berbasis AR/VR karya anak bangsa, untuk menjadi salah satu bagian dalam pembangunan Nusameta.

“Dalam waktu dekat, prototype kita melalui BINUSMAYA versi 9 akan berbentuk Metaverse dan akan kita jalankan bersama dengan Nusameta. Artinya memang proses pembelajaran berbasis gamification tadi ke depan menjadi hal yang wajib dan itu menjadi tuntutan zamannya generasi muda sekarang,” kata Prof. Meyliana.

Teknologi Metaverse

Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.
Binus University jadi kampus Indonesia pertama yang hadir di metaverse. Foto: Binus University.

Baca juga: Hong Kong Kembangkan Kampus Metaverse Pertama, Ijazah NFT

Prof. Meyliana menjelaskan pihaknya akan terus mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemajuan teknologi metaverse untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul. Binus University memiliki visi untuk menjadi Perguruan Tinggi Indonesia berkelas dunia yang dapat membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Binus University bersama WIR Group membangun Nusameta, yang merupakan ekosistem metaverse yang menampilkan teknologi AR, VR dan AI di Indonesia diharapkan dapat mempermudah pengguna untuk merasakan pengalaman unik yang imersif, menggali potensi dan berbagai benefit.

Stephen Ng, Chief Executive Officer Nusameta, anak perusahaan WIR Group, menyatakan apreasiasinya terhadap Binus yang telah memilih WIR Group sebagai mitra dalam mengembangkan Eduverse.

“Masuknya BINUS dalam dunia web3 dan metaverse menambah daftar panjang sektor pendidikan, riset, dan penelitian yang memanfaatkan teknologi web3 dan metaverse untuk pengembangan berbagai lini dalam sistem pendidikan di kampus, serta kemampuan sumber daya manusia,” ujar Stephen.

Majukan Dunia Pendidikan

Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.
Kolaborasi Binus University dan WIR Group hadirkan kampus kelas dunia. Foto: Binus University.

Baca juga: Kenal Jagat Nusantara Metaverse IKN yang Diresmikan Presiden Jokowi

Binus merupakan kampus pertama di Indonesia yang telah hadir di dunia virtual Nusameta yang telah di launching pada acara G20 kemarin. Harapannya dengan hadirnya Binus di Nusameta dapat memajukan dunia pendidikan ke depannya.

Kehadiran Binus University di Nusameta ini menampilkan kehidupan mahasiswa di kampus Binus. Avatar-avatar yang diciptakan bisa berinteraksi. Binus metaverse ini dirancang oleh tim Binus terdiri dari 10 dosen dan 15 mahasiswa. Adapun target utama Binus di ruang virtual ini adalah para mahasiswa Binus, alumni, dosen dan diperluas ke masyarakat.

Pengembang teknologi digital berbasis AR/VR memiliki kapabilitas yang kuat, selain karena rekam jejaknya dalam menghadirkan teknologi metaverse di berbagai negara di dunia telah terbukti, juga telah mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan Metaverse Indonesia.

Continue Reading

Blockchain

JP Morgan Resmi Daftarkan Merek Dagang untuk Layanan Wallet Kripto

Published

on

JPMorgan: Kasus FTX Buka Regulasi Aset Kripto Dipercepat.

JP Morgan telah mendaftarkan merek dagang untuk wallet atau dompet digital dan layanan pemrosesan aset kripto terkait. Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk kripto, tetapi juga dapat diterapkan pada layanan keuangan lainnya.

Menurut pengajuan ke U.S. Patent and Trademark Office, JP Morgan mengajukan merek dagang untuk “JP Morgan Wallet” pada Juli 2020. Kemudian, pengajuan akhirnya disetujui pada 15 November 2022.

Dokumen merek dagang menunjukkan bahwa itu dapat diterapkan pada layanan online, termasuk pemrosesan pembayaran aset kripto, transfer elektronik dan pertukaran mata uang virtual.

Merek dagang tidak secara eksklusif berlaku untuk layanan kripto. Ini juga dapat diterapkan untuk layanan keuangan lainnya, termasuk rekening giro virtual, pembayaran Automated Clearing House (ACH), pemrosesan cek elektronik, dan pembayaran tagihan.

Terobosan JP Morgan

menyimpan aset kripto di wallet kripto
lustrasi crypto wallet.

Baca juga: Genesis Terancam Bangkrut Potensi Kirim Bitcoin ke Titik Rendah Baru

Meskipun JP Morgan belum menerapkan merek dagang ke crypto wallet yang lengkap, ia telah membuat beberapa terobosan ke dalam industri blockchain selama beberapa bulan terakhir.

Pada tanggal 2 November, perusahaan melakukan pertukaran mata uang internasional menggunakan blockchain Polygon. Transaksi tersebut dilakukan dengan dua bank asal Singapura, DBS Bank dan SBI Digital Asset Holdings.

Selain itu, JP Morgan bermitra dengan Visa pada 11 Oktober lalu. Kemitraan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan produk blockchain JP Morgans Liink dengan jaringan B2B Connect Visa.

Kuat di Industri Kripto

JP Morgan juga diketahui telah melakukan transaksi on-chain yang melibatkan penyelesaian aset BlackRock, membuka ruang di dunia virtual Decentraland berbasis blockchain, dan mengomentari The Merge Ethereum baru-baru ini.

Raksasa perbankan terus mengoperasikan berbagai lini produk terkait aset kripto, termasuk jaringan blockchain Onyx dan stablecoin pribadinya, JPM Coin.

Perkembangan tersebut, meski tidak terkait langsung dengan berita hari ini, akan menempatkan bank pada posisi yang kuat untuk memperluas layanan kripto di bawah merek dompet barunya.

Baca juga: Bappebti Tinjau Ulang Daftar Aset Kripto Legal di Indonesia

Continue Reading

Popular