Altcoin News

Efek Kebijakan Kripto Presiden Joe Biden, Market Bisa Bull Run?

Published

on

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden telah menandatangani perintah eksekutif yang meminta pemerintahannya untuk memeriksa risiko dan manfaat aset kripto. Perintah eksekutif ini mencoba untuk memperbaiki kurangnya kerangka kerja untuk pengembangan aset kripto di AS, yang telah disambut secara luas oleh industri dan investornya.

Pelaku pasar menganggap hal ini sebagai dukungan terhadap perkembangan aset kripto di AS. Imbasnya market kembali bergairah, sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau pada Kamis (10/3), bahkan Bitcoin mengalami kenaikan hingga 10%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengakui adanya sentimen positif di market kripto, pasca kebijakan baru dari Joe Biden. Market sempat pull back dengan rata-rata kenaikan sejumlah aset kripto mulai dari 8-10%.

“Dalam jangka pendek, langkah pemerintah AS dapat menciptakan “kebisingan” dan volatilitas di pasar kripto. Investor bisa diuntungkan oleh situasi ini. Namun, saran bagi investor tidak langsung membuat perubahan pada strategi investasi jangka panjang mereka. Investor harus lihat lagi sentimen lainnya yang bisa menggerakan market,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Market Aset Kripto Bisa Tertahan

Afid menjelaskan sudah sewajarnya market aset kripto dipengaruhi oleh sentimen dari pemberitaan global. Jika, ada pemberitaan bagus, market akan langsung cenderung reli. Begitu, pula sebaliknya saat terjadi pemberitaan yang merugikan kripto, market akan langsung anjlok.

kebijakan baru dari Joe Biden bisa menyebabkan sedikit bull run, namun tertahan seiring kabar yang kurang baik dari sisi makroekonomi. Investor saat ini, sepertinya bereaksi keras dengan sikap bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pertemuan Kamis (10/2/) yang akan melakukan tapering total pada September mendatang.

“Melonjaknya inflasi menempatkan ECB di bawah tekanan untuk mengikuti bank-bank sentral AS dan Inggris mengakhiri stimulus ekonominya dan segera menaikkan suku bunga. Pasalnya, jika semakin banyak bank sentral bersikap hawkish, maka investor tentu akan memilih keluar di pasar aset spekulatif. Akibatnya, aksi jual berjamaah di pasar kripto akan susah dibendung,” ungkap Afid.

Investor juga dalam waktu dekat juga masih tampak ragu-ragu menggairahkan pasar kripto, seiring resolusi damai Ukraina dan Rusia yang menemui jalan buntu, karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata.

“Investor cenderung mengurangi eksposur mereka terhadap risiko selama masa tekanan pasar. Akhirnya, mereka pun memilih menyalurkan dana di pasar aset yang terbilang safe heaven,” pungkas Afid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular

Exit mobile version