Altcoin News

Cryptocurrency: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Kekurangan, Kelebihan, Risiko

Published

on

Cryptocurrency atau orang-orang sering menyingkatnya menjadi “kripto”, adalah istilah yang sering masuk dalam berita di tahun 2021 dan 2022 ini.

Istilah tersebut erat kaitannya dengan alat investasi atau cara paling baru untuk mendapat uang.

Namun, banyak orang yang bingung sebenarnya apa cryptocurrency itu.

Meskipun tidak salah bahwa cryptocurrency terkait dengan cara menghasilkan uang paling modern. 
Akan tetapi, ada baiknya kita lebih mengenal apa itu cryptocurrency, bagaimana asal mulanya, dan apa fungsinya.

Apa itu Cryptocurrency?

Photo by Worldspectrum

Secara umum, cryptocurrency adalah mata uang digital yang dirancang sebagai sarana pertukaran, menggunakan teknologi blockchain. Teknologi ini memungkinkan transaksi dapat diverifikasi, aman dan terkontrol.

Namun di Indonesia sendiri, kripto dimasukan sebagai alat investasi, dalam bentuk komoditi yang dapat diperdagangkan dalam bursa berjangka. Cryptocurrency tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran.

Perdagangan aset kripto berada di bawah pengawasan Bappebti Kementerian Perdagangan RI. 

Oleh karena itu cryptocurrency di Indonesia disebut dengan aset kripto bukan mata uang kripto.

Berikut penjelasan cryptocurrency dari Bappebti :

“Sesuai Surat Menko Perekonomian Nomor S-302/M.EKON/09/2018 tanggal

24 September 2018 perihal Tindak lanjut Pelaksanaan Rakor Pengaturan Aset Kripto

(Crypto Asset) Sebagai Komoditi yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka. Aset kripto tetap dilarang sebagai alat pembayaran, namun sebagai alat investasi dapat dimasukan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Dengan pertimbangan, karena secara ekonomi potensi investasi yang besar dan apabila dilarang akan berdampak pada banyaknya investasi yang keluar (capital outflow) karena konsumen akan mencari pasar yang melegalkan transaksi kripto.”

Cara Kerja Cryptocurrency Secara Sederhana

Untuk memahami cara kerja cryptocurrency anda harus memahami teknologi blockchain, karena aset digital kripto ini dibangun dengan teknologi blockchain.

Apa itu blockchain?

Image by Gerd Altmann from Pixabay

Secara sederhana blockchain adalah buku besar terdistribusi yang dijalankan oleh jaringan komputer terdistribusi.

Apa itu buku besar terdistribusi?

Buku besar terdistribusi adalah database yang dibagikan dan disinkronisasikan ke beberapa pihak (yang bersedia menerimanya) secara bersamaan. 

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan “saksi” atas kebenaran isi database tersebut.

Setiap partisipan bisa mengakses dan menyimpan copy atas database tersebut.

Semua perubahan/penambahan yang terjadi dalam database tersebut akan dikirimkan ke semua partisipan. 

Menurut Investopedia, “Buku besar terdistribusi dapat digambarkan sebagai buku besar dari setiap transaksi atau kontrak yang dikelola dalam bentuk terdesentralisasi di berbagai lokasi dan orang, menghilangkan kebutuhan akan otoritas pusat untuk mengawasi manipulasi. Dengan cara ini, otoritas pusat tidak diperlukan untuk mengotorisasi atau memvalidasi transaksi apa pun.”

Nah proses otorisasi transaksi ini yang disebut dengan mining.

Kenapa orang-orang mau melakukan mining ini? Karena ada fee yang akan diterima orang tersebut setiap miningnya sukses.

Apa itu jaringan komputer terdistribusi?

Seperti yang dijelaskan di atas, ada beberapa partisipan yang terlibat database terdistribusi tersebut. 

Sebenarnya partisipan ini dalam bentuk komputer, atau yang sering dikenal dengan node.

Setiap orang bisa memiliki satu atau lebih node. Tidak hanya ada 1 otoritas tapi ada banyak pihak yang menjalankan node ini. Oleh karena itu disebut jaringan komputer terdistribusi.

Mengapa orang repot-repot menciptakan aset kripto dengan teknologi blockchain yang rumit ini?Anda bisa melihat jawabannya dari sejarah cryptocurrency di bawah ini.

Bagaimana Awal Mula atau Sejarah Cryptocurrency?

Beberapa waktu sebelum munculnya cryptocurrency pertama di tahun 1992, ada 3 orang bernama Eric Hughes, Timothy May, dan John Gilmore, yang sering bertemu dan berdiskusi tentang masalah seputar kriptografi dan privasi.

Mereka membuat berbagai proyek, Hughes membuat Cypherpunk mailing list dan May mempublikasikan “The Crypto Anarchist Manifest.” Ternyata pergerakan ini mendapatkan dukungan dari banyak orang dari berbagai bidang. Dan kemudian komunitas ini disebut dengan Cypherpunks.

Tujuan utama dari gerakan ini adalah mendapatkan lagi hak untuk memilih informasi apa yang bisa kita berikan dan juga yang bisa kita rahasiakan.  

Harapannya hal ini dilakukan tanpa campur tangan otoritas pusat seperti pemerintah, perusahaan besar maupun bank sentral. 

Karena mereka menduga bahwa pemerintah melakukan pengawasan massal dan mengumpulkan data penting masyarakat.

Berikut adalah kutipan tentang Cypherpunk’s Manifesto oleh Erich Hughes yang diambil dari Nakamoto Institute.

Privacy in an open society requires anonymous transaction systems.  Until now, cash has been the primary such system.  An anonymous transaction system is not a secret transaction system.  An anonymous system empowers individuals to reveal their identity when desired and only when desired; this is the essence of privacy.

Meskipun pergerakan itu sudah ada sejak tahun 1990-an, kelahiran cryptocurrency pertama kali sendiri adalah saat Bitcoin muncul di tahun 2009.

Satoshi Nakamoto melakukan mining bitcoin genesis block (block nomor 0) yang memberikan reward sejumlah 50 bitcoin

Sebelumnya pada tanggal 31 Oktober 2008 ada dokumen milik Satoshi Nakamoto yang berjudul “Bitcoin: A Peer to Peer Electronic Cash System” dipublikasikan di mailing list cryptography.

Dokumen ini berisi tentang sistem untuk transaksi elektronik yang tidak bergantung pada kepercayaan.

Beberapa orang pertama yang mengadopsi Bitcoin antara lain yaitu Hal Finney, Wei Dai dan Nick Szabo.
Sebenarnya tidak diketahui apakah Satoshi Nakamoto ini nama seseorang atau nama sekelompok orang. Ada dugaan bahwa Satoshi Nakamoto ada dalam Crypherpunk karena pendukung awal Bitcoin tadi pun ada dalam mailing list Cypherpunks.

Kelebihan Cryptocurrency

Ilustrasi cryptocurrency.

1. Jangka waktu transaksi cepat.

Terutama untuk transaksi antar negara yang biasanya perlu beberapa hari bahkan minggu, transaksi aset digital bisa dilakukan dalam hitungan menit.

2. Riwayat transaksi dapat dillacak

Data transaksi tersimpan di jaringan blockchain, sehingga menghindari orang melakukan transaksi palsu ataupun menggagalkan transaksi tersebut.

3. Lebih murah

Mengurangi jumlah pihak yang terlibat dalam transaksi, sehingga semakin sedikit fee transaksi yang harus dibayar.

4. Semakin banyak digunakan orang untuk transaksi.

Baca Juga: 3 Alasan Harus Beli Koleksi NFT AZNVerse

Kekurangan Cryptocurrency

  1. Risiko anda kehilangan dompet virtual karena human error atau karena pencurian data.
  2. Nilai aset digital sangat fluktuatif.
  3. Risiko orang-orang tidak mau memakai aset digital tersebut untuk transaksi, yang mengakibatkan nilai aset digital tersebut akan turun.
  4. Karena tidak ada otoritas yang mengawasi transaksi maka, risiko cyber attack dan scam menjadi tinggi. 
  5. Tidak ramah lingkungan karena menghabiskan jauh lebih banyak energi untuk menyelesaikan 1 transaksi.

Apa beda uang fiat dan cryptocurrency?

Uang fiat adalah uang resmi yang dikeluarkan oleh bank sentral masing-masing negara. Berbeda dengan cryptocurrency yang terbentuk atas transaksi di jaringan blockchain

Apakah Transaksi dengan Cryptocurrency Pasti Aman?

Setiap transaksi keuangan digital tentu ada risiko cyber attack. Untuk memahami keamanan dari cryptocurrency sendiri,  kita perlu melihat teknologi blockchain

Dalam proses verifikasi transaksi, ada proses keamanan dalam bentuk hashing, digital signature dan public key cryptography.

Hashing sendiri adalah proses mengubah suatu rangkaian karakter, seperti huruf atau angka, menjadi karakter lain.

Menurut panduan dari Google Cloud, digital signature bertujuan untuk memastikan keaslian data, dan untuk memastikan signer tidak bisa menyangkal signature atau tanda tangannya tidak valid.

Digital signature sangat bergantung pada public key cryptography/asymetric cryptography.

Public-key cryptography terdiri dari pasangan private key dan public key. Private key untuk membuat signature, sedangkan pasangan public key-nya untuk memverifikasi keaslian signature. Sederhananya private key itu seperti pin ATM dan public key itu seperti nomor rekening bank.

Namun, apakah dengan sistem blockchain cukup untuk menjaga keamanan cryptocurrency anda?

Tetap ada risiko, berikut 3 risiko yang perlu anda tahu dalam menyimpan cryptocurrency anda.

  1. Kehilangan private key karena lupa menyimpan atau teledor diberikan ke orang lain.
  2. Ancaman serangan kriminal seperti ransomware attack, hacker dari wifi gratisan, phishing
  3. Rug and pull scam.

Jenis cryptocurrency?

Untuk jenis-jenis cryptocurrency sendiri bisa dibedakan dari proses pembentukan dan kegunaan. Ini penjelasannya.

Berdasarkan proses pembentukan

1. Koin

Koin adalah aset kripto yang dibuat di jaringan blockchain-nya sendiri.

2. Token

Token adalah aset kripto yang dibuat di jaringan blockchain pihak lain.

3. NFT (Non-Fungible Token

Token yang tidak dapat dipertukarkan seperti koin/token biasa karena unik dan tidak dapat dipecah. Untuk membuat NFT, user cukup mengunggah karya seninya ke jaringan blockchain.

Berdasarkan kegunaan

1. Utility Tokens, yaitu token yang memiliki fungsi tertentu dalam ekosistemnya. Misalnya SLP yang didapat pemain Axie Infinity kalau memenangkan game.

2. Stablecoins, adalah koin yang dibuat dengan tujuan menciptakan harga koin yg lebih stabil, dengan cara berpatokan dan memiliki jaminan pada aset fisik seperti emas atau uang fiat. Salah satu contoh yaitu USDT.

4. Exchange Tokens, yaitu token yang dikeluarkan oleh crypto exchange. Di Indonesia sendiri ada TKO dari Tokocrypto.

5. Payment tokens, merupakan aset kripto yang digunakan untuk pembayaran di luar ekosistemnya. Contoh Bitcoin digunakan untuk berbelanja di Shopify.

6. Non-fungible Tokens (NFT).

7. Privacy tokens, adalah token yang dibuat untuk tujuan keamanan dan perlindungan data pribadi. Transaksinya lebih anonim daripada token biasa. Contohnya, Monero.

8. Security Tokens, yaitu token yang merepresentasikan kepemilikan. Bisa disamakan dengan perusahaan yang mengeluarkan dokumen sebagai bukti kepemilikan saham. Tapi bedanya ini digital dan unik karena dibuat di jaringan blockchain.

9. Fan tokens, adalah token untuk penggemar yang dikeluarkan oleh suatu organisasi. Penggemar yang memiliki token tersebut akan mendapat beberapa manfaat istimewa dibanding penggemar biasa. Saat ini kebanyakan fan token dikeluarkan oleh organisasi olah raga, misalnya untuk penggemar SS Lazio ada fan token LAZIO.

10. Meme token, adalah meme yang terinspirasi dari meme atau gambar viral di internet. Contoh yang paling populer adalah Dogecoin yang terinspirasi dari meme doge.

Risiko Berinvestasi Aset Kripto?

Ilustrasi cryptocurrency.

Sama seperti investasi lainnya, investasi aset kripto memiliki risiko kehilangan yang disebabkan hal-hal berikut:

  1. Rug and pull, yaitu modus penipuan dimana  modus penipuan di mana developer menarik para “calon pembeli” ke dalam proyek palsu mereka, menghasilkan uang dari penjualan, dan kemudian lari begitu saja.
  2. Risiko kehilangan nilai aset karena harga koin/token jatuh.
  3. Aset dicuri dengan mekanisme pishing.

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular

Exit mobile version