Crypto

Daftar Anak Muda yang Kaya Berkat Investasi Aset Kripto

Published

on

Berawal dari pekerja biasa dengan gaji rata-rata, kini beberapa orang ini menjadi kaya raya berkat investasi aset kripto

Meski banyak pihak yang belum mengerti, sejumlah orang cukup cerdas dalam melihat potensi aset kripto untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi pada Bitcoin dan koin lainnya.

Tercatat 83% millenials di Amerika Serikat telah membeli aset kripto pada Desember 2021 lalu. Instrumen investasi ini telah membuktikan kemampuannya untuk mengubah hidup seseorang, seperti beberapa orang dalam artikel ini yang dikutip dari New York Post.

Rachel Siegel: Guru Freelance Jadi Jutawan

Rachel Siegel. Foto: LinkedIn Rachel Siegel.

Rachel Siegel adalah seorang guru pengganti di New York. Dahulu Siegel tinggal di sebuah apartemen Lower East Side dengan jendela menghadap dinding, kini dapat menikmati indahnya pemandangan laut melalui balkon kondominium yang ia beli di Karibia.

Hidupnya berubah pada akhir 2017, ketika Siegel diajak temannya ke after-party konferensi aset kripto. Ia berpikir bahwa orang-orang di sana tidak akan pernah kehilangan uang mereka. Yang kemudian justru membuatnya memutuskan untuk memulai investasi pertamanya pada usia 29 tahun dengan semua sisa gajinya yang hanya $25 (Rp 358 ribu) per minggu. 

Penghasilannya telah menginjak kisaran 7 digit saat ini, Rachel pun dapat memiliki rumah yang bahkan dulu ia pikir sangat tidak mungkin untuk dimilikinya. Ia juga pergi berbelanja ke Dubai dengan pesawat maskapai Emirates first-class, yang menjadi pengalaman paling mewah yang pernah ia alami.

Rachel meninggalkan pekerjaan lamanya menjadi full-time cryptocurrency influencer dengan akun media sosial @CryptoFinally. Peluang besar yang ia lihat, mengalahkan rasa takutnya. 

“Hal keren tentang aset kripto adalah siapa pun dapat melakukannya. Dan saya adalah salah satu yang bisa melakukannya,” katanya.

“..Saya percaya bahwa siapapun dapat mengikuti jalan tersebut, jika mereka berdedikasi untuk itu.” tambahnya.

Baca juga: Mengenal Token STEPN (GMT) yang Telah Melonjak 30.000 Persen dalam 30 Hari

Kane Ellis: Remaja Pekerja di Industri Teknologi

Kane Ellis. Foto: Theaustralian.com.au.

Kane Ellis hanya seorang remaja 18 tahun yang di-dropout dari sekolahnya dan memulai karier dengan bekerja di bidang IT. Ellis mulai belajar bagaimana cara menambang aset kripto pada tahun 2011. Ia mengatur sendiri komputernya untuk mining, mendapatkan 4 Bitcoin perhari yang pada saat itu bernilai sekitar $8. 

Ellis berpikir hal ini keren untuk mendapatkan keuntungan, hingga 6 bulan setelahnya ia menyadari hal ini bisa menjadi masa depan. 

Kini Ellis berusia 29 tahun, yang merupakan salah satu pendiri CarSwap, platform online jual-beli mobil. Kripto telah membantunya mengubah hidupnya menjadi lebih baik, bahkan seperti yang ia impikan selama ini. 

Keuntungan yang Ellis dapatkan ia gunakan untuk membeli mobil impiannya, Maserati GranTurismo. “Sebagai pecinta mobil, bisa membeli mobil impian saya seperti Maserati MC Sportline pada usia 24 tahun adalah pencapaian yang luar biasa,” kata Ellis.

Sarannya kepada investor: “Hold Bitcoin anda. Jangan berpikir bahwa ini merupakan investasi jangka pendek, karena secara realistis ini adalah investasi jangka panjang. Dua, lima, sepuluh tahun.”

Baca juga: Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%

Terrance Leonard: Dapat Rumah Impian dari Kripto

Terrance Leonard. Foto: New York Post.

Terrance Leonard, seorang software engineer mengawali pengalamannya di dunia kripto dengan kurang baik pada tahun 2013. Minimnya informasi pada saat itu membuat pria 32 tahun itu tidak melanjutkannya, karena takut kehilangan semua uangnya. 

Pada 2019, Leonard kembali berinvestasi sebanyak $ 2.000 setelah temannya menjelaskan seluk beluk market aset kripto. Sejak saat itu, ia menginvestasikan puluhan ribu dolar hingga total aset yang ia miliki sebanyak $ 1.000.000.

Ia baru saja membeli rumah dengan empat kamar di Washington D.C. Leonard yang tinggal sendiri berencana untuk pensiun dari pekerjaan full-time-nya. Kripto telah membawanya kepada financial freedom.

“Saya adalah seorang anak yang culun, kutu buku yang menyukai komputer, dan untuk dapat memanfaatkan keterampilan membangun kekayaan, sungguh luar biasa.” katanya.

Baca juga: Masuk Bulan April, Market Kripto Kehabisan Bensin untuk Bull Run?

Lea Thompson: Pekerja Industri Teknologi Jadi Crypto Influencer

Lea Thompson. Foto: LeaLovesCrypto.com.

Lea Thompson pertama kali mendengar istilah kripto dari temannya yang mining aset digital ini dan menganggapnya aneh, hingga pada tahun 2017 ia terpikat pada dunia blockchain.

Merasa dirinya tak mendapat cukup uang dari pekerjaannya di industri teknologi, Thompson pun melakukan kerja sampingan. Salah satu dari pekerjaanya dibayar dengan aset kripto. Dari sana, ia bertemu dengan banyak orang yang excited dengan potensi di industri ini, hingga akhirnya ia pun terinspirasi untuk masuk ke dalam dunia kripto. Thompson mulai berinvestasi $ 500 hingga $ 1.000  per bulan di Bitcoin dan Ethereum, bertahap membangun kekayaan dan memiliki hampir 200.000 pengikut di media sosial.

Ia menolak untuk mengatakan berapa nilai asetnya hari ini, tetapi Bitcoin telah meningkat empat kali lipat nilainya sejak Thompson memperoleh sebagian besar asetnya. Keuntungannya cukup baginya untuk berhenti dari pekerjaan di industri teknologi dan menjadi full-time crypto content creator. Dengan julukan Girl Gone Crypto, ia kini mengeluarkan video “edutainment” tentang crypto dan blockchain.

“Kripto benar-benar mengubah hidup saya.” katanya.

Baca juga: Peluncuran Bursa Kripto di Indonesia Resmi Mundur, Jadi Kapan?

Penulis: Mutiara Adawiyazzahra

Popular

Exit mobile version