Connect with us

NFT

Penting dan Tak Boleh Terlewat, Inilah Cara Riset Pasar bagi Para Creator

Published

on

pengertian riset pasar

Bagi seorang seniman atau creator, terdapat satu hal yang wajib dilakukan ketika memulai karir. Salah satunya adalah melakukan riset pasar secara menyeluruh. Hal ini bermanfaat agar mereka bisa tepat dalam menargetkan segmentasi pasar mereka sendiri. Karena kembali lagi, industri seni dan industri lainnya tentu berbeda. 

Lalu, bagaimanakah cara riset pasar yang bisa dilakukan oleh seorang kreator? Ini dia penjelasannya! 

Apa itu Riset Pasar?

Secara umum, riset pasar merupakan proses identifikasi kelayakan produk baru. Caranya dengan melakukan penelitian langsung dengan calon konsumen. Melalui metode ini, organisasi atau bisnis dapat menemukan target pasar, mengumpulkan opini dan mencatatnya, serta mengambil keputusan yang tepat.

Riset pasar biasanya dilakukan secara langsung oleh perusahaan atau organisasi, tapi bisa juga diserahkan ke pihak lain dengan keahlian khusus dalam melakukan riset pasar. Tujuan utama dilaksanakannya riset pasar adalah untuk memahami pasar yang terkait dengan suatu produk, serta untuk mengetahui bagaimana target konsumen akan bereaksi terhadap produk tersebut. Informasi dari riset pasar dapat dipakai untuk menyesuaikan kegiatan pemasaran atau untuk menentukan kebutuhan layanan konsumen, jika ada.

6 Langkah dalam Proses Riset Pemasaran

Agar lebih jelas, berikut adalah langkah yang harus Anda lakukan ketika melakukan riset pasar

  1. Apa masalah yang terjadi?

Proses mengetahui masalah yang terjadi dapat membantu Anda untuk memahami ataupun menentukan tujuan yang ingin dicapai. Karena kembali lagi, riset adalah proses yang dilakukan guna mencari tahu informasi yang akurat dan bisa dikatakan menjadi landasan guna mengambil langkah dalam sebuah bisnis maupun kegiatan lainnya. 

  1. Tentukan desain riset

Adapun desain riset yang dimaksud adalah prosedur yang akan Anda pilih terkait prosesnya. Ada bagaimana cara pengambilan data, cara pengujian hipotesisnya, dan bagaimana metode pengumpulan data yang akan digunakan. 

  1. Pilih metode pengumpulan data

Umumnya ada dua sumber data yang dipakai, yakni sumber data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang didapatkan langsung dari lapangan. Sedangkan data sekunder ialah data yang didapat melalui buku atau referensi lainnya. 

  1. Pengumpulan data

Beberapa metode yang bisa dipilih dalam pengumpulan data antara lain penyebaran survei, wawancara, focus group discussion, atau studi dari dokumen riset lainnya.

  1. Melakukan analisis

Setelah pengumpulan data selesai dilakukan, saatnya Anda menghimpun ke dalam database untuk kemudian dianalisis. Adapun cara yang bisa membantu dalam tahap ini ialah menggunakan software khusus statistik. Setelah itu, baru data yang ada sudah diolah saatnya dilakukan analisisnya. 

  1. Laporan riset 

Ini adalah proses akhir dari riset pemasaran. Adapun isi yang ada antara lain hasil penelitian, kesimpulan, dan rekomendasi. 

Bagaimana Cara Melakukan Riset Pasar NFT?

apa itu market research

Belakangan tahun ini, NFT atau Non-Fungible Token menjadi ramai diperbincangkan oleh banyak orang. Begitu pula di Indonesia. Kepemilikan karya seni digital dalam bentuk NFT ini menarik karena aset tersebut tidak bisa dipublikasi. 

Selain itu, kian banyaknya pesohor dunia yang punya dan memamerkan NFT yang mereka beli adalah salah satu penyumbang kenapa NFT semakin diperbincangkan. Tidak mengherankan jika NFT ini menarik banyak pekerja seni. Terlebih NFT ini bisa menjadi salah satu cara baru bagi para seniman atau kreator dalam mencari pemasukan atau bahkan meraup keuntungan besar. 

Nah, riset pasar NFT sebenarnya berbeda dengan konvensional karena teknologi yang dimiliki pun berbeda. Mengingat pasar NFT sangat baru, tidak sedikit kreator pemula yang mencoba peruntungan dan akhirnya kehilangan uang. Itulah mengapa sangat penting untuk selalu melakukan riset pasar sebelum Anda memutuskan berinvestasi sebagai kolektor NFT.

Untuk melakukan riset pasar NFT, pertama-tama Anda perlu ketahui dulu apa saja kategori NFT teratas yang ada di pasar saat ini, di antaranya:

  • Musik – Artis dari Snoop Dogg hingga Kings of Leon menjual musik dan seni sebagai NFT.
  • Real estat virtual – Decentraland menawarkan sebidang tanah virtual.
  • Gaming – Model game NFT Play-to-earn telah muncul, termasuk pacuan kuda digital.
  • NFT Mewah – Merek mewah dari Gucci hingga Jacob & Co telah memasuki pasar NFT.
  • Memorabilia olahraga – NBA Top Shot dan DraftKings menguangkan memorabilia digital.
  • NFT sebagai bukti kepemilikan dunia nyata – Dengan sepatu palsu membanjiri pasar sneakers, Nike berencana membuat NFT yang mewakili bukti kepemilikan atas sepatu dunia nyata.

Langkah dalam Riset Pasar NFT

Setelah menentukan pilihan NFT dari berbagai kategori teratas tersebut, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk melakukan riset pasar NFT:

1. Membandingkan marketplace yang ada dengan “identitas” yang akan dibangun

Dengan membandingkan marketplace yang ada, Anda bisa membeli karya NFT yang sesuai dengan “identitas” yang akan Anda bangun sebagai kolektor. Pilihlah marketplace NFT yang sederhana dan mudah digunakan. Marketplace pilihan Anda juga harus mendukung beberapa dompet NFT serta opsi pembayaran yang berguna jika Anda ingin membeli NFT dengan metode pembayaran yang Anda gunakan di dompet kripto.

2. Mencari tahu kebiasaan kolektor melalui komunitas

Bagi Creator pemula, bergabung ke komunitas bisa sangat bermanfaat jika komunitas yang diikuti memiliki anggota yang ramah dan aktif. Komunitas yang baik juga perlu memiliki engagement yang baik di media sosial, orang-orang yang ingin mengadakan proyek jangka panjang, dan moderator obrolan yang mendiskusikan tujuan jangka panjang. Lewat komunitas, Anda juga bisa mencari tahu kebiasaan kolektor sehingga bisa Anda contoh untuk sukses menjadi Creator.

3. Mencatat populasi sasaran

Untuk mendapat keuntungan sebagai kreator, Anda perlu menjual kembali karya NFT. Oleh karena itu, penting untuk mencatat populasi sasaran. Contohnya, karya seni yang sangat mahal umumnya memiliki audiens khusus. Jika ingin mudah dijual, Anda bisa pilih barang-barang yang berada dalam kisaran harga menengah. Dianjurkan untuk tidak berinvestasi pada barang koleksi yang terlalu murah sebab tidak akan memiliki nilai jual kembali.

Baca Juga: Panduan Cara Membuat dan Menjual NFT

Kreator yang Melakukan Riset Pasar dengan Baik

nft superlativess di opensea

Superlative SS on OpenSea

Salah satu creator yang bisa dikatakan melakukan riset pasar dengan baik adalah Prasetyo Budiman atau yang akrab dikenal prasdiman. Ia aktif sebagai kreator di Indonesia dan karya NFT-nya berhasil diminati banyak orang. Prasdiman bisa menjadi salah satu kreator yang sukses melakukan riset pasar, hal ini bisa dilihat dengan keterlibatannya sebagai salah satu yang menciptakan Superlative Secret Society sebagai wadah bagi komunitas NFT di Indonesia. Ia percaya jika pasar NFT di Indonesia dapat berkembang dan tumbuh subur.  

Riset pasar merupakan proses menentukan kelayakan layanan atau produk baru melalui penelitian, yang dilakukan secara langsung dengan pelanggan potensial. Bagi kreator NFT, melakukan riset pasar secara menyeluruh penting karena pasar NFT cukup berbeda dari pasar seni konvensional. Jika Anda sudah mendapatkan informasi cukup tentang market yang dituju, jangan lupa tawarkan karya-karya Anda di TokoMall, platform marketplace NFT pertama di Indonesia! Untuk informasi lainnya terkait dunia NFT, yuk, bergabung dengan Komunitas Resmi TokoMall!

Blockchain

Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

Published

on

ilustrator nft

Industri NFT dikhawatirkan akan mengalami penurunan pertumbuhan di saat market aset kripto diketahui sedang lesu. Namun sebuah laporan riset terbaru, menyebutkan sektor NFT masih dapat tumbuh, meski industri kripto sedang bear market.

Laporan terbaru dari perusahaan akutan publik, Deloitte bersama Credit Suisse Research Insititute menjelaskan industri NFT masih akan terus tumbuh ke depannya, terlepas dari penurunan pasar yang terjadi saat ini. Namun, dari data saat ini, pasar NFT sedang mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan loncatan drastis yang terjadi di tahun 2021.

Total volume transaksi di kuartal pertama 2022 menurun menjadi hampir US$ 17 miliar, tapi masih jauh di atas volume pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah transaksi NFT juga turun cukup drastis sejak mencapai puncaknya di kuartal ketiga 2021.

Menurut laporan itu, ada banyak faktor yang memengaruhi fluktuasi pasar NFT. Salah satunya sentimen investor yang melemah akibat guncangan situasi geopolitik global yang sedang terjadi.

ilustrasi stok nft
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Apa Itu Web3: Konsep Baru Internet di Masa Depan

Meski begitu, Deloitte memprediksi sektor NFT akan terus berkembang dalam hal popularitas dan keberagaman, dan yang lebih penting, di atas basis fundamental ketimbang sebatas pertumbuhan spekulatif seperti yang terjadi tahun lalu. Di sisi lain, ekosistem metaverse play-to-earn (P2E) menciptakan peluang bagi kripto asli untuk menghasilkan uang terlepas dari kondisi pasar.

Seperti yang telah kita lihat dari siklus pasar sebelumnya, ekosistem kripto selalu kembali. Mengikuti tren saat ini, NFT dan metaverse tampaknya menjadi DApps yang paling disukai di era ini. Tahun lalu, NFT mencatat penjualan lebih dari US$ 25 juta sementara penilaian metaverse meroket hingga lebih dari US$ 1 Miliar.

Kategori NFT

Laporan Deloitte membagi NFT menjadi lima kategori: Crypto art, Collectible, Gaming, Metaverse dan Utility. Pertama, NFT Collectible mengacu pada aset-aset NFT berupa avatar yang umumnya dikoleksi untuk membentuk suatu komunitas atau digunakan dalam video game dan olahraga merupakan salah satu segmen yang populer di kategori ini.

Di posisi kedua ada NFT Gaming dengan volume transaksi sebesar US$ 5,17 miliar. Contoh NFT yang masuk kategori ini adalah senjata atau equipment di game RPG, maupun skin eksklusif buat karakter. Kategori ketiga, NFT Crypto art, dengan proyek-proyek artistik yang terjual dengan harga fantastis, semisal NFT bikinan Beeple yang laku US$ 69 juta pada bulan Maret 2021.

ilustrasi nft marketplace
Ilustrasi NFT.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

Posisi keempat dan kelima ditempati oleh kategori NFT Metaverse dan Utility, masing-masing dengan volume transaksi di kisaran setengah miliar dolar AS. Kategori metaverse umumnya tak hanya mengacu aset NFT yang merepresentasikan lahan virtual, melainkan juga pakaian dan aksesori untuk mendandani avatar di dunia virtual.

Kategori NFT utility mengacu pada aset yang berfungsi sebagai nama domain, tiket konser, maupun kode akses ke konten eksklusif. Data dari NonFungible.com, tercatat kategori collectible adalah yang terbesar volume transaksinya, dengan angka mencapai US$ 8,47 miliar per akhir 2021 lalu.

Dari kelima kategori tersebut, NFT Gaming adalah yang paling likuid, jika ditinjau dari segi jumlah pemilik, wallet, dan jumlah transaksi. Harga rata-rata NFT Gaming berada di kisaran US$ 200, sementara harga rata-rata NFT Metaverse dan Crypto art bisa mahal menembus angka US$ 3.500.

Melihat fundamental ini, beberapa analis memperkirakan bahwa NFT dan metaverse tidak hanya akan bertahan di bear market, tetapi juga berkembang setelah pembalikan terjadi. Bagaimanapun, seni secara historis merupakan lindung nilai inflasi yang baik. Pergerakan crypto bull berikutnya kemungkinan akan didominasi oleh NFT dan dunia metaverse P2E yang menawarkan insentif yang besar.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

Continue Reading

NFT

Pahami Pengertian Ilustrasi Digital dan Perkembangannya dalam NFT

Published

on

contoh ilustrasi digital

Aset kripto berupa non-fungible token atau yang biasa disingkat NFT sangat identik dengan karya seni yang dihasilkan melalui teknik ilustrasi digital. Berbagai karya seni NFT yang terkenal seperti Bored Ape Yacht Club, merupakan karya seni digital yang kemudian diproses menjadi aset kripto NFT melalui proses minting.

Lantas, apa yang dimaksud dengan ilustrasi digital? Bagaimana proses pertemuannya dengan NFT? Baca terus artikel ini, yuk!

Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

Apa itu Ilustrasi Digital?

ilustrasi digital adalah teknik menggambar yang memanfaatkan perangkat lunak komputer (software) untuk menghasilkan sebuah karya dalam bentuk gambar. Teknik ini berbeda dengan cara konvensional yang memanfaatkan media fisik seperti kertas dan cat kuas untuk menghasilkan sebuah ilustrasi.

Dengan adanya teknologi yang mendukung digitalisasi karya seni ilustrasi, para kreator dan artis mendapatkan banyak manfaat dan peluang baru untuk menjelajahi berbagai gaya baru dalam membuat karya mereka. Karya digital satu ini menghasilkan berbagai teknik baru dalam membuat karya seni yang mana memanfaatkan berbagai perangkat lunak dan perangkat keras komputer.

Ragam Gaya Karya Seni Ilustrasi Digital

Ilustrasi digital dengan teknik freehand memungkinkan para seniman untuk menghasilkan komposisi gambar yang lebih kompleks. Ada berbagai jenis gaya gambar yang digandrungi oleh banyak artis, yaitu:

1. Komikal

Sebuah buku komik terdiri dari beberapa adegan yang dibagi ke dalam panel-panel. Sebuah panel dilengkapi dengan teks narasi dan dialog yang ditampilkan dengan kontainer berbentuk balon. Komik dapat dibuat dengan teknik ilustrasi digital di mana adegan digambar dengan komposisi sesuai keinginan sang seniman komik atau biasa disebut komikus.

2. Realisme

Realisme merupakan salah satu gaya ilustrasi digital modern yang cukup populer di kalangan para seniman. Ciri khas dari realisme adalah kecenderungan gambar yang sangat mirip dengan objek nyata dengan detail-detail dan komposisi kompleks, yang bertujuan untuk merepresentasikan keadaan dunia nyata dan bentuk manusia semirip mungkin.

3. Ilustrasi Flat

Gaya ilustrasi digital ini menduduki puncak tren desain di tahun 2020 seiring dengan kehadiran NFT dan masih bertahan hingga saat ini. Berbagai brand mengadopsi gaya ilustrasi flat hampir di setiap platform komunikasi visual mereka seperti logo, aplikasi, situs web, ilustrasi, dan lain-lain.

Memiliki ciri khas yakni gambar dua dimensi dengan detail yang sedikit, Para seniman ilustrasi digital flat lebih mementingkan perspektif yang menarik dan pergerakan yang unik untuk menciptakan gambar yang memiliki makna dan terlihat ‘hidup.’

Ilustrasi Digital dan Pasar NFT

Tidak sekadar menghasilkan karya, kehadiran teknologi ilustrasi digital juga memberikan kesempatan bagi para seniman untuk memasarkan karya seni mereka dengan cara baru. Sebab, NFT merupakan token digital yang tersimpan dalam jaringan blockchain yang menjadikan sebuah karya menjadi unik dan tidak dapat diduplikasi.

Ilustrasi digital cenderung digandrungi oleh para kreator dan artis yang ingin memasarkan karya seni mereka di pasar NFT karena output yang dihasilkan dari teknik menggambar ini berbentuk digital yang mana mempermudah proses minting

ilustrasi digital blake katryn

Source: OpenSea – Blake Kathryn

Secara global, sudah banyak nama-nama ilustrator yang berhasil menjual karya seni miliknya ke dalam bentuk NFT. Sebut saja Blake Kathryn, ilustrator yang menjual beragam ilustrasi digital dan seni visualnya dalam bentuk NFT. Saat ini, koleksi NFT miliknya mencatat floor price di angka 1,444 ETH yang senilai dengan 1630 USD, lho! Salah satu keping NFT termahal miliknya berjudul “Onye Nota Bust #4/25”.

karya ilustrasi digital e merlin murray

Source: E Merlin Murray – “Madame Sofia’s Oracle Of Wisdom”

Selain itu, ada juga seniman bernama E Merlin Murray yang juga berhasil menjadikan ilustrasi digital miliknya ke dalam bentuk NFT. Bahkan, ia telah merilis lebih dari satu proyek proyek NFT, lho! Antara lain “Madame Sofia’s Oracle Of Wisdom” yang terdiri dari 8888 keping, lalu “Space Goats On Acid”, dan terakhir ada “Satoshi Faces”. Masing-masing proyek tersebut memiliki ciri khas dan gaya ilustrasi yang berbeda dan unik, sukses menarik perhatian banyak penikmat seni.

Baca juga: Simak Panduan Cara Membuat dan Menjual NFT yang Mudah Berikut!

Bagaimana Cara Membuat NFT dari Ilustrasi Digital?

profil kreator nft dhany pratama

Source: TokoMall – Dhany Pramata

TokoMall melakukan wawancara eksklusif dengan beberapa seniman dan ilustrator asal Indonesia yang saat ini juga terjun ke dunia NFT. 

Dhany Pramata adalah seorang seniman ilustrasi kartun asal Indonesia yang karyanya terkenal di media sosial Instagram dan Twitter. Dirinya menjelaskan bahwa riset pasar merupakan proses yang sangat krusial sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT.

“Kita benar-benar harus tau siapa target pembeli karya-karya kita. Nah, banyak kasus beberapa kreator yang memulai NFT tanpa riset, akhirnya mereka stuck,” ungkap Dhany yang kerap disapa dengan ‘Bang Dhan’.

profil kreator nft heyapriliaa

Source: TokoMall – Heyapriliaa

Heyapriliaa, seorang ilustrator yang juga terjun ke dunia NFT dan memasarkan hasil karyanya di TokoMall memaparkan bahwa riset dapat dilakukan dengan memerhatikan jenis karya seni NFT yang laku di pasaran, serta memiliki kemampuan untuk memetakan karakteristik kolektor NFT.

Baca juga: Penting dan Tak Boleh Terlewat, Inilah Cara Riset Pasar bagi Para Creator

Setelah melakukan riset pasar, langkah selanjutnya adalah membuat karya seni yang nantinya akan dijadikan aset kripto berbentuk NFT. 

profil kreator nft isa panic monsta

Source: TokoMall – Isa Panic Monsta

Isa Indra Permana, seorang ilustrator yang mengusung tema musik, mitologi, dan kehidupan sehari-hari pada karyanya menuturkan proses eksekusi membuat karya seni langsung dilakukan tanpa perlu membuat sketsa karena ide akan mengalir dengan sendirinya seiring proses membuat karya. 

Namun, berbeda dengan karya bertema khusus, dirinya memulai proses awal yakni membuat checklist untuk keseluruhan karya yang akan menjadi sebuah series.

Seorang kreator harus memilih platform untuk memasarkan karya seni berbentuk NFT mereka. Dhany Pramata menjelaskan bahwa dirinya memilih pasar NFT lokal karena menyesuaikan jenis konten yang ia buat yang mana sangat berkaitan erat dengan kebiasaan dan budaya masyarakat Indonesia.

Promosi juga menjadi proses eksekusi yang penting bagi seorang kreator agar karya seni mereka dikenali oleh khalayak dan menjangkau pasar yang meminati karya mereka. Salah satu mekanisme promosi yang kerap dilakukan adalah melalui media sosial. Kolektor NFT biasanya memantau perkembangan seputar dunia NFT di Twitter atau Instagram.

Cara lain untuk mempromosikan diri dan karya seni NFT adalah melalui komunitas. Tidak sekadar mempromosikan karya seni, para anggota komunitas sering berdiskusi dan saling memberikan informasi terkait dunia NFT. Ada berbagai komunitas NFT yang mana terbuka bagi para kreator dan kolektor untuk bergabung.

Bagi kamu para kreator dan artis yang ingin menjual karyamu dalam bentuk NFT, yuk bergabung menjadi Official Partner (Kreator) dari TokoMall. Kalau kamu kolektor yang suka mengoleksi karya seni NFT, kamu bisa membeli NFT dari berbagai seniman NFT terkemuka di TokoMall dengan mendaftar sebagai Creator (Kolektor). Biar nggak ketinggalan berita seputar NFT, join juga komunitas Discord atau Telegram TokoMall, ya!

Continue Reading

NFT

Portofolio adalah Kumpulan Karya.  Apa yang Perlu Diketahui Pemula?

Published

on

Bagi para seniman, desainer grafis, dan artis visual, menunjukkan hasil kerja mereka sangatlah penting. Maka dari itu, untuk menunjukkan karya-karya yang telah mereka hasilkan, diperlukan portofolio. Pada dasarnya, portofolio adalah kumpulan hasil pekerjaan atau karya yang dilakukan oleh seorang pekarya. 

Kumpulan hasil karya atau portofolio ini bisa ditunjukkan melalui format daring maupun luring. Karena pesatnya perkembangan teknologi hari ini, menunjukkan karya seorang pekerja seni visual melalui platform online sangatlah perlu. Mengapa portofolio online begitu perlu bagi seniman hari ini? Yuk, kita bahas!

Apa itu Portofolio?

Sebelumnya, kita sudah menjelaskan mengapa para pekerja kreatif di bidang visual butuh menunjukkan karyanya melalui portofolio online. Hal ini dikarenakan, Portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang yang nantinya akan dijadikan pertimbangan bagi orang lain yang akan menggunakan jasa atau membeli karya mereka. Dengan portofolio ini, seorang pekarya tak hanya bisa menunjukkan hasil pekerjaannya, namun juga bisa menjadi salah satu cara untuk memiliki daya tawar terhadap klien atau orang yang akan menggunakan jasanya.

Apa Beda CV dan Portofolio?

Beberapa orang masih belum tahu apa perbedaan antara Curriculum Vitae atau CV dengan Portofolio. Pasalnya, keduanya sama-sama penting, terlebih untuk Anda yang ingin melamar pekerjaan atau ingin menunjukkan hasil kerja Anda. Ada beberapa perbedaan yang signifikan antara keduanya, di antaranya:

Isi atau Konten

Hal pertama yang membedakan antara CV dengan portofolio adalah dari segi konten atau isinya. Apabila portofolio adalah kumpulan hasil karya seseorang, Curriculum Vitae merupakan informasi yang diberikan oleh sang pemberi CV yang memberitahukan tentang pengalaman kerja, latar pendidikan dan juga pengalaman lainnya yang berhubungan dengan bidang yang ditekuni secara lengkap. Ditambah lagi, di dalam CV terdapat kontak berupa surel ataupun nomor ponsel. 

Fungsi 

Selain itu, yang membedakan CV dengan portofolio adalah fungsinya. Fungsi dari CV adalah untuk menarik minat para perekrut. Sedangkan, portofolio adalah untuk membuktikan bahwa seorang kandidat memiliki nilai di mata perekrut atau klien.

Kelengkapan Data

Perbedaan lain yang bisa kita lihat antara keduanya adalah dari kelengkapan datanya. Meski dalam CV para kandidat harus menunjukkan informasi secara lengkap, mereka harus menunjukkannya dengan singkat. Sementara itu, semakin banyak hasil karya yang ditunjukkan para pekarya dalam portofolionya, semakin tinggi peluang kerja atau diterima oleh klien.

Bagaimana cara membuat portofolio?

Tentu untuk menunjukkan hasil karya Anda, ada beberapa cara yang perlu Anda lakukan agar klien atau perekrut bisa tertarik dengan Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda implementasikan untuk menunjukkan portofolio Anda.

Menggunakan media sosial

Seperti yang kita ketahui, media sosial kini semakin berkembang. Di sini Anda tak hanya bisa berinteraksi dengan orang lain, namun bisa menunjukkan karya Anda. Platform seperti Instagram memungkinkan Anda menunjukkan hasil karya seni visual dengan mudah. 

Menggunakan situs untuk portofolio online

Bagi para pekarya visual, Anda bisa menggunakan situs-situs seperti Behance untuk menunjukkan hasil karya Anda. Di samping itu, dengan mengunduh hasil karya Anda ke situs tersebut, klien atau perekrut bisa dengan mudah mencari hasil karya Anda.

Menggunakan situs marketplace NFT

Di era Web3 yang kini sedang berkembang, NFT bisa menjadi tempat untuk Anda yang ingin menunjukkan hasil karya Anda. Tak hanya itu saja, Anda bisa menjual secara langsung hasil karya Anda. 

Situs tempat membuat portofolio online

Selain itu, sudah banyak website yang bisa digunakan untuk para pekarya untuk menunjukkan karya mereka, seperti Instagram, Behance, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi, di era Web3 di mana sistem blockchain sudah semakin berkembang, para seniman visual juga bisa menjadikan NFT sebagai portofolio untuk hasil-hasil karya mereka. Berikut situs untuk Anda yang ingin membangun portofolio online Anda:

1. Instagram

Siapa yang tidak kenal dengan media sosial satu ini. Tak hanya sebagai tempat orang-orang untuk memamerkan foto-fotonya, Instagram kini bisa menjadi tempat para pekarya atau seniman visual untuk menunjukkan hasil karyanya.

2. Dribble

Dribble merupakan salah satu situs yang memungkinkan para desainer grafis, ilustrator atau seniman visual bisa menunjukkan hasil karyanya. Terlebih lagi, Dribble menyediakan layanan portofolio online dengan gratis.

3. Tokomall.io 

Sistem blockchain tak hanya memungkinkan Anda untuk berinvestasi aset kripto, namun juga memudahkan Anda dalam menjual karya seni Anda melalui NFT. Salah satu tempat untuk menjual NFT Anda adalah Tokomall. Tokomall adalah marketplace NFT pertama di Indonesia. Dengan menjual hasil karya Anda di Tokomall, Anda tak hanya mendapatkan pundi-pundi dengan menjual hasil karya Anda, namun juga bisa dijadikan portofolio online.

4. Behance

Situs ini tidak asing lagi bagi para desainer ataupun ilustrator. Hal ini disebabkan oleh komunitas desainer yang besar di situs ini. Dengan demikian, Anda tak hanya bisa memamerkan hasil karya Anda, namun juga bisa berjejaring dengan seniman lainnya. 

Contoh Portofolio Desain

Portofolio Desain Grafis: 

contoh portfolio desain grafis

Source: Marta Gawin Behance Account

Anda ingin memperlihatkan hasil karya desain grafis Anda? Anda bisa menjadikan akun Behance dari seorang art director dan desainer grafis asal Polandia bernama Marta Garwin ini sebagai referensi Anda. Di situ ia menunjukkan berbagai hasil karya yang sudah ia kerjakan.

Portofolio Desain Interior atau Arsitektur

contoh portfolio artistektur

Source: Mojtaba Ashour Behance Account

Tak hanya desain grafis saja yang bisa Anda tunjukkan di Behance. Anda juga bisa memamerkan hasil karya desain interior Anda melalui situs ini seperti seorang desainer interior asal Turkey bernama Mojtaba Ashour ini. 

Portofolio Fotografi

contoh portfolio fotografi

Source: Andrea Jelić Dribble Account

Anda ingin bekarier sebagai fotografer profesional? Tentu dengan menunjukkan portofolio online, Anda bisa memamerkan hasil karya Anda di depan klien atau perekrut. Sebagai referensi, Anda bisa melihat akun situs Dribble seorang fotografer terkenal bernama Andrea Jelić ini. 

Portofolio Ilustrasi

contoh portfolio illustrator

Source: Si Juki Tokomall Account

Tokomall tak hanya bisa menjadi tempat Anda menjual karya dalam bentuk NFT, namun juga bisa Anda jadikan sebagai tempat portofolio online Anda, contohnya seperti Si Juki ini. Nah, Anda tertarik mencoba membuat portofolio online Anda melalui NFT? Maka dari itu, buat akun Tokomall Anda!

Baca Juga: Si Juki: Berawal Dari Webtoon Hingga Ke NFT

Mengapa Menggunakan NFT Menjanjikan sebagai Kreator?

Secara teknis, NFT adalah token digital yang tersimpan dalam jaringan blockchain yang mana hampir mustahil dapat diretas. Sehingga, pemilik karya digital menyimpan sebuah tautan berbentuk file digital pada jaringan blockchain sebagai bukti atas kepemilikan karya-karya tersebut.  

Karya seni yang terdigitalisasi menjadi NFT melalui proses minting, karya tersebut bersifat unik dan tidak dapat diduplikasi kembali. 

Sistem teknologi ini yang menguntungkan kreator karena tidak perlu khawatir karya-karya yang ditampilkan portofolio akan dicuri maupun dipakai tanpa izin.

ilustrasi konsep nft

Tak hanya itu, para kreator juga dapat menjual karya seni mereka dan berhak mendapat royalti atas penjualan kembali karya mereka sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. 

Karya-karya yang dapat di-mint NFT tidak terbatas pada karya seni berupa gambar saja. Namun juga dalam bentuk karya seni dalam bentuk musik, sneakers, video, benda koleksi, hingga barang-barang dalam permainan (in-game item).

Beberapa kelebihan NFT Pada Dunia Karya Seni

1. Para kreator dan artis memiliki kendali atas karya mereka

Teknologi NFT mengizinkan artis untuk memiliki kendali atas karya mereka dengan kemampuannya menjadikan sebuah karya seni unik dan tidak dapat diduplikasi. 

Sebelum teknologi karya seni dalam bentuk NFT ada, para kreator dan artis memasarkan karya mereka di berbagai platform jual beli, namun orang dapat menyalin dan bahkan menjual kembali karya seni yang mereka pasarkan. 

Hal ini dikarenakan tidak adanya bukti atas kepemilikan karya yang menjadikan karya tersebut unik dan tidak dapat diduplikasi kembali.

2. Mengurangi praktik ‘calo’ karya seni

Dengan adanya platform jual beli NFT, para artis dan kreator tidak lagi perlu bertransaksi dengan para calo karya seni yang cenderung memainkan harga. 

Artis dan kreator dapat menjangkau para pembeli secara langsung melalui marketplace. Hal ini menguntungkan baik bagi kreator maupun kolektor dengan valuasi seni yang lebih adil.

Potensi Pasar NFT di Indonesia

contoh digital art nft

Bagaimana dengan potensi pasar NFT bagi para artis yang memiliki portofolio digital di Indonesia?

Berdasarkan riset internal Tokocrypto ke berbagai platform pasar NFT global, total kunjungan dari Indonesia telah mencapai 1 juta penjunjung pada tahun 2021. 

Data ini didukung dengan adanya 11 juta investor aset kripto di Indonesia per 2021.

Baca Juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat di Indonesia akan aset digital kripto, potensi pertumbuhan pasar NFT juga meningkat. 

Implementasi NFT ke dalam berbagai platform seperti Metaverse yang menjanjikan dunia virtual tanpa batas tentunya juga akan mendorong peningkatan permintaan aset digital yang menjadi peluang bagi para kreator untuk berkembang secara karya dan finansial.

Bagi kamu para kreator dan artis yang ingin menjual karyamu dalam bentuk NFT, yuk bergabung menjadi Official Partner dari Toko Mall. Kalau kamu kolektor yang suka mengoleksi karya seni NFT, kamu bisa membeli dan mengoleksi NFT dari berbagai artis terkemuka di Toko Mall.

Biar nggak ketinggalan berita seputar NFT, join komunitas Discord atau Telegram TokoMall.

Continue Reading

Popular