Connect with us

Crypto

Pahami Pengertian Leverage Adalah dan Fungsinya dalam Kripto!

Published

on

ilustrasi leverage adalah

Trading aset kripto semakin populer di Indonesia untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Salah satu metode yang digunakan dalam trading kripto adalah leverage. Sederhananya, leverage adalah pinjaman untuk Anda gunakan dalam trading. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut!

Leverage adalah proses yang seperti apa?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai leverage dalam trading, mari membahas pengertian leverage secara umum. Leverage adalah peminjaman sejumlah dana yang dijadikan sebagai tambahan modal oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan keuntungan dalam bisnis, bisa dalam bentuk membeli aset hingga memperluas jangkauan bisnis. Sebelum populer di dunia kripto, istilah leverage banyak digunakan di kalangan perusahaan.

Jenis Leverage Keuangan Dalam Perusahaan

  1. Debt to Assets

Jenis ini digunakan untuk menghitung seberapa besar dari aset yang menggunakan utang untuk membiayai aset perusahaan. Semakin kecil nilainya, maka semakin bagus tingkat keamanan dana yang dimiliki perusahaan.

DAR = Total Utang + Total Aset

  1. Debt to Equity

Jenis ini menunjukkan adanya hubungan antara utang jangka panjang yang dimiliki perusahaan dengan jumlah modal yang dimiliki. Sama seperti DAR, nilai DER yang baik menunjukkan tingkat keamanan dana yang baik.

DER =Total Utang KeseluruhanModal Sendiri x 100%

  1. Long-term Debt to Equity

Mirip dengan DER, LTDER berarti perhitungan yang digunakan untuk mengukur seberapa besar modal sendiri yang digunakan untuk menjaminkan utang jangka panjang. 

LTDER = Utang Jangka PanjangModal Sendiri

  1. Debt to Capital

Rumus satu ini berfokus kepada keseluruhan utang yang dimiliki perusahaan sebagai dasar total modal perusahaan, baik itu utang jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan nilai DCR yang rendah, berarti kecil risiko kerugian yang akan dialami oleh perusahaan.

DCR = Total Utang Saat IniTotal Utang + Total Ekuitas

  1. Times Interest Earned

Selanjutnya, jenis yang satu ini berfungsi untuk mengukur besarnya keuntungan operasional yang bisa digunakan untuk membayar bunga dari utang yang sebelumnya dilakukan. Perhitungan ini juga menunjukkan jumlah laba bersih yang dimiliki perusahaan.

TIE = Laba Operasi (termasuk Penyusutan)Bunga Utang Jangka Panjang

  1. Tangible Assets Debt Coverage

Terakhir, TAD Coverage berguna untuk menghitung seberapa besar aset tetap yang bisa digunakan perusahaan untuk menjamin utang jangka panjang (Tangible Assets Debt).

TAD Coverage = Jumlah Aset + Utang Jangka Panjang + Utang LancarUtang Jangka Panjang

Leverage Sebagai Pinjaman Untuk Trading

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, selain peminjaman oleh perusahaan, leverage juga bisa didefinisikan sebagai kegiatan berupa meminjam sejumlah uang dari lender, di mana uang tersebut umumnya digunakan untuk trading. Leverage dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan modal sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan dari modal seminimal mungkin. 

Akan tetapi, penggunaan leverage dalam dunia trading membutuhkan strategi yang matang karena Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam satu waktu atau menderita kerugian berkali-kali lipat jika Anda salah strategi.

Biasanya, para trader menggunakan leverage untuk mendapatkan keuntungan dalam short trading. Ada beberapa jenis tingkat leverage yang ditawarkan oleh berbagai platform trading, mulai dari 10x, 20x, 50x, hingga 3000x. Setiap tingkatan memiliki risiko yang berbeda sesuai dengan besarannya dan disesuaikan juga dengan jenis trading, apakah itu aset kripto atau trading lainnya seperti Forex.

Oh, iya, selain untuk trading kripto, leverage juga banyak digunakan pada Forex. Leverage di sini akan menunjukkan perbandingan margin yang dihasilkan oleh trader, dengan besaran dana yang dipinjamkan oleh lender atau broker. Biasanya, proporsi leverage yang ideal digunakan adalah 100x dan 200x.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan Pemula saat Belajar Trading

Cara Kerja Leverage untuk Trading Kripto

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa leverage umumnya digunakan dalam membantu trader melakukan trading. Namun, perlu diketahui bahwa modal yang sudah Anda lepaskan untuk mengaktifkan leverage tidak akan bisa ditarik kembali, karena sejumlah dana tersebut menjadi jaminan bagi lender yang sudah memberikan pinjaman untuk Anda saat trading. 

Misalnya untuk kripto, Anda hanya memiliki modal Rp5.000.000,00 dan ingin membeli token ETH (Ethereum) yang memiliki harga sebesar Rp2.500.000,00 per tokennya. Kalau Anda tidak menggunakan leverage, Anda pasti hanya bisa membeli dua token ETH saja, tapi jika Anda menggunakan leverage, misalnya 10x, Anda bisa membeli 20 token ETH dengan modal Rp5.000.00000, sebab modal Anda akan berubah menjadi 10 kali lipatnya, yaitu Rp50.000.000,00.

Anda mungkin akan mendapatkan keuntungan yang besar ketika harga ETH naik menjadi Rp3.000.000,00 per tokennya. Itu artinya nilai ETH yang Anda miliki menjadi Rp60.000.000,00, sehingga Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp10.000.000,00. Akan tetapi, kalau ternyata harga ETH turun menjadi Rp2.000.000,00 per tokennya, seluruh modal awal Anda akan habis karena kerugian Anda sebesar Rp500.000,00 dikali dengan leverage 10x, yaitu Rp5.000.000,00.

Apa Saja Kekurangan dan Kelebihan Leverage?

Setelah mengetahui penjelasan seputar leverage dan cara kerjanya dalam trading kripto, kini saatnya Anda memahami betul apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan leverage. Kelemahan leverage, seperti yang telah dijelaskan di atas, dapat memberikan kerugian yang cukup besar karena kerugian Anda akan dikalikan dengan jumlah leverage yang Anda ambil. 

Meski begitu di sisi lain, keuntungan leverage yang bisa Anda rasakan adalah Anda bisa memperoleh lebih banyak aset karena modalnya akan berlipat ganda sesuai jumlah leverage yang Anda ambil. Namun, hal tersebut hanya akan terjadi apabila menggunakan strategi yang benar, ya. Hal itu juga akan membuat Anda berpotensi memiliki keuntungan yang lebih banyak. Selain itu, leverage juga cenderung mudah untuk digunakan.

Deretan 3 Platform Trading yang Menyediakan Leverage 

contoh platform yang menghasilkan leverage untuk bitcoin

Terdapat beberapa platform transaksi aset digital yang menyediakan leverage. Berikut adalah beberapa di antaranya yang bisa Anda coba.

  1. Binance

Binance mengalami perkembangan pesat dan menjadi platform transaksi aset digital terbesar di dunia. Anda dapat mengakses fitur leverage Binance, baik di Android maupun iOS. Binance memiliki keunggulan dengan memiliki hampir 200 jenis aset kripto, memberikan fasilitas perolehan bunga di rekening tabungan Binance, menawarkan leverage hingga 10x-125x pada transaksi spot serta trading derivatif, dan keunggulan lainnya.

  1. FTX

FTX merupakan platform transaksi aset digital yang memberikan dana asuransi. FTX menyediakan trading spot, derivatif, dan token saham. Beberapa fitur FTX yaitu menawarkan berbagai macam token leverage, memberikan fasilitas kapasitas penarikan hingga 2.000 USD setiap hari, menyediakan leverage 20x, dan lain sebagainya.

  1. ByBit

ByBit merupakan platform transaksi aset digital yang khusus untuk perdagangan derivatif. ByBit menyediakan tempat yang ideal untuk mengakses likuiditas maksimum. Anda dapat dengan mudah menggunakan aplikasi ByBit yang seamless. ByBit memiliki kelebihan dengan menawarkan leverage hingga 100X, memiliki kemampuan pemrosesan 100.000 transaksi per detik, memiliki fitur stop loss dan take profit order dengan hanya satu klik saja, dan kelebihan lainnya.

Jadi, leverage dalam trading kripto adalah pinjaman yang bertujuan untuk terus meningkatkan daya beli Anda sebagai investor atau trader pada pasar aset kripto. Anda perlu menggunakan leverage yang bijak disesuaikan dengan kemampuan keuangan, riset, dan manajemen risiko yang mumpuni.

Pastikan juga untuk trading di platform yang tepat seperti Tokocrypto yang sudah dilengkapi dengan beragam fitur, termasuk leverage. Untuk mulai berinvestasi aset kripto di Tokocrypto, kunjungi https://www.tokocrypto.com/ dan dapatkan informasi lengkap terkait kripto di Tokonews dan komunitas resmi Tokocrypto di Discord dan Telegram!

Altcoin News

Aset Kripto The Graph (GRT) Mampu Reli Lebih dari 130% Seminggu

Published

on

Ilustrasi aset kripto The Graph (GRT). Sumber: The Graph.

Menyusul penurunan nilai pada tahun 2022, The Graph (GRT) telah pulih bersama aset kripto lainnya. Namun, nilai GRT telah meningkat lebih cepat sejak awal Februari 2023. Jadi, untuk apa hal ini terjadi, dan apa yang mungkin terjadi di masa depan?

Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Rabu (8/2) pukul 12.00 WIB, harga kripto The Graph (GRT) telah meningkat 49,5% selama 24 jam terakhir menjadi US$ 0,20. Selama seminggu terakhir, GRT telah mengalami kenaikan lebih dari 130,0%. Saat ini, nilai tertinggi token sepanjang masa adalah US$ 2,84 .

Token GRT mulai naik pada awal tahun 2023 setelah jatuh pada paruh kedua tahun 2022. kapitalisasi pasar GRT telah meningkat di atas US$ 2 miliar. Volume perdagangan koin telah meningkat 1714,0% selama seminggu terakhir menyimpang dari pasokan koin yang beredar, yang telah menurun 1,38%. Hal ini membuat pasokan yang beredar menjadi 8,89 miliar, yang merupakan perkiraan 88,93% dari pasokan maksimumnya sebesar 10 miliar.

Apa itu The Graph (GRT)?

Ilustrasi aset kripto The Graph (GRT). Sumber: The Graph.
Ilustrasi aset kripto The Graph (GRT). Sumber: The Graph.

Baca juga: Harga Bitcoin Kembali Tembus Rp 350 Juta, Efek Pidato Ketua The Fed

The Graph adalah protokol pengindeksan untuk kueri data untuk jaringan seperti Ethereum dan IPFS, mendukung banyak aplikasi di DeFi dan ekosistem Web3 yang lebih luas. Siapa pun dapat membuat dan menerbitkan API terbuka, yang disebut subgraf, yang dapat dikueri oleh aplikasi menggunakan GraphQL untuk mengambil data blockchain.

Ada layanan yang dihosting dalam produksi yang memudahkan pengembang untuk mulai membangun Grafik dan jaringan terdesentralisasi akan diluncurkan akhir tahun ini. Grafik saat ini mendukung pengindeksan data dari Ethereum, IPFS dan POA, dengan lebih banyak jaringan segera hadir.

The Graph ini memungkinkan pengembang untuk mengakses dan menggunakan data dengan cepat dari aplikasi terdesentralisasi (dApps). Akibatnya, mengembangkan aplikasi yang berjalan di atas blockchain menjadi lebih sederhana. Selanjutnya, token GRT digunakan untuk mendorong orang dan bisnis untuk menyumbangkan daya komputasi ke jaringan.

Gerak GRT

Grafik harga harian GRT/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga harian GRT/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

Jangka waktu harian token Graph mengungkapkan pola harga yang menarik. Pada saat penulisan, token telah meningkat sebesar 40% dalam periode perdagangan yang diamati. Selain itu, telah meningkat sebesar 170% sejak 8 Januari, dengan kenaikan di bulan Februari mencapai lebih dari 118% dari total pertumbuhan.

Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa tren bullish saat tulisan ini dibuat dan diperdagangkan pada sekitar US$ 0,19. Garis RSI juga mengisyaratkan potensi pembalikan harga, yang menunjukkan bahwa token berada di wilayah overbought.

Penghitungan transaksi whale untuk GRT menurut Santiment sedang meningkat. Hal yang diperhatikan, Februari telah mencatat jumlah yang tinggi. Total transaksi whale yang dilaporkan pada 5 Februari lalu merupakan yang terbesar dalam enam bulan.

Nilai GRT dapat terus meningkat karena peningkatan jumlah transaksi whale dan arus masuk staking. Pembalikan harga, bagaimanapun, mungkin terjadi di beberapa titik dan menawarkan posisi masuk yang fantastis. Popularitas proyek Kecerdasan Buatan (artificial intelligence/AI) dapat berkontribusi pada kenaikan harga token.

Continue Reading

Bitcoin News

Harga Bitcoin Kembali Tembus Rp 350 Juta, Efek Pidato Ketua The Fed

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Harga Bitcoin (BTC) kembali naik di atas US$ 23.200 atau sekitar Rp 348 juta, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell berpidato di forum ekonomi di Washington, DC yang mengatakan bahwa inflasi turun. Pernyataan Powell pada Selasa (7/2) malam itu disambut hangat oleh investor kripto.

Bitcoin mencapai kenaikan lebih dari 2% menjadi US$ 23.302,80, menurut CoinMarketCap. Sementara, Ethereum naik 1,3% menjadi US$ 1.682,63. Bitcoin berjuang untuk mempertahankan level US$ 23.000 pada hari Senin (6/2) setelah turun di bawah angka itu selama akhir pekan.

Powell mengatakan dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, DC bahwa meskipun proses menurunkan inflasi telah dimulai, “jalannya masih panjang” dan ini adalah “tahap paling awal.”

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

“Kami berharap 2023 menjadi tahun penurunan inflasi yang signifikan. Ini sebenarnya tugas kami untuk memastikan hal itu terjadi,” katanya dikutip CNBC. “Dugaan saya adalah hal itu tidak hanya terjadi pada tahun ini, tetapi tahun depan untuk turun mendekati 2%.”

Saham dan Kripto

Harga kripto secara singkat berubah lebih rendah di samping pasar saham, setelah Powell mengatakan laporan ekonomi di masa depan dapat memaksa bank sentral untuk mempertahankan kenaikan suku bunga secara agresif.

Imbal hasil Treasury menurun selama pidato – imbal hasil nota 10 tahun turun 1 basis poin dan obligasi 2 tahun kehilangan 5 basis poin. Indeks dolar AS juga merosot. Hasil dan indeks dolar AS cenderung bergerak terbalik ke kripto.

Setelah naik sekitar 40% untuk memulai tahun ini, Bitcoin telah mencapai puncaknya dalam seminggu terakhir karena investor yang meragukan daya tahan reli bersiap untuk volatilitas yang didorong situasi makroekonomi lebih lanjut dalam harga kripto tahun ini.

Bullish atau Bearish?

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Baca juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Reaksi pasar terhadap pidato Powell akan bergantung pada apakah dia akan lebih menekankan harapan disinflasi atau menimbulkan peringatan tentang perlunya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Analis merasa ada kemungkinan Powell memberikan sinyal hawkish setelah laporan pekerjaan yang kuat.

Secara keseluruhan, sulit untuk membaca komentar Powell sebagai dovish, tetapi pasar mungkin mengharapkan kecenderungan yang lebih hawkish mengingat ini adalah kesempatan pertama ketua Fed untuk membuat pernyataan publik setelah laporan pekerjaan hari Jumat (3/2) lalu.

Pekan lalu, FOMC mengumumkan kenaikan suku bunga 0,25% dan sebagai tanggapan, pasar kripto memberikan reaksi bullish. Dalam skenario saat ini, pedagang tampaknya dalam mode menunggu dan menonton karena harga Bitcoin (BTC) hampir tidak berfluktuasi setiap jam. Sama halnya dengan saham berjangka, karena S&P 500 Futures turun hanya 0,1%.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Altcoin News

Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

Published

on

Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

Aset kripto SingularityNET (AGIX) turut mendapatkan efek positif dari market yang telah mengalami kebangkitan cukup besar selama awal tahun 2023 ini. Sebagian besar kripto dalam daftar 100 teratas telah mencatat kenaikan dua dan tiga digit, sementara beberapa bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Sekarang, token lain yang telah meningkat pesat belakangan ini adalah AGIX, aset kripto asli dari proyek SingularityNET. Token yang relatif belum pernah terdengar ini telah menguat hampir 800% sejak awal tahun 2023 dan tampaknya siap untuk melanjutkan momentum pertumbuhannya.

Berdasarkan peringkat AGIX di CoinMarketCap pada Rabu (8/2) pukul 08.00 WIB adalah #74, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 653.178.827. Jumlah token yang beredar 1.199.121.857 AGIX dan maksimal pasokan 2.000.000.000 AGIX.

Tapi apa itu SingularityNET dan mengapa token AGIX nilainya meroket di awal tahun ini?

Apa itu SingularityNET?

SingularityNET adalah proyek Artificial Intelligence (AI) berbasis blockchain yang dibangun di jaringan Cardano. Ini diluncurkan pada 2017 dan mendapatkan pendanaan US$ 36 juta melalui ICO yang diadakan pada tahun yang sama. Didirikan oleh ilmuwan kognitif terkenal dan peneliti AI terkemuka, Dr Ben Goertzel, proyek ini bertujuan untuk menciptakan Artificial General Intelligence (AGI) sumber terbuka yang terdesentralisasi.

Untuk yang belum tahu, AGI mengacu pada solusi machine learning atau mesin pembelajaran dengan kapasitas untuk belajar dan melakukan sejumlah tugas besar yang diselesaikan oleh manusia. Pada dasarnya, ini adalah bentuk AI tingkat lanjut yang memahami dunia seperti halnya manusia mana pun.

Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

Baca juga: Prediksi Harga Terra Luna Classic (LUNC), Inilah Hal Harus Diperhatikan

Beberapa bentuk awal AGI termasuk ChatGPT dan platform AI lainnya yang saat ini mampu menyelesaikan tindakan manusia dalam jumlah besar namun terbatas. Bersamaan dengan misinya untuk membangun fondasi AGI, SingularityNET juga menciptakan ekosistem platform yang akan menyediakan layanan terkait AI.

SingularityNET saat ini memiliki 15 atau lebih platform berbasis AI di jaringannya. Platform ini tersebar di industri keuangan, robotika, biomedis, media, seni, dan hiburan. Pengguna dapat memanfaatkan layanan ini menggunakan aset kripto asli platform, AGIX. Pengguna juga dapat mempertaruhkan AGIX untuk mendapatkan insentif dan menggunakan token mereka untuk memberikan suara pada berbagai proposal tata kelola platform.

Kebangkitan AGIX

Alasan percepatan pertumbuhan AGIX baru-baru ini sangat sederhana, yaitu semakin populernya platform berbasis AI. Jika kamu melihat papan AI dan data besar di CoinMarketCap, akan melihat bahwa hampir semua dari 100 token teratas dalam daftar berada di YTD hijau, termasuk AGIX.

AGIX memulai pendakiannya pada 23 Januari, ketika Microsoft mengumumkan investasi US$ 10 miliar di ChatGPT. Sejak saat itu, semakin banyak investor institusional yang keluar untuk mendukung platform berbasis AI. Misalnya, pada 4 Februari, Google mengumumkan investasi US$ 300 juta dalam startup AI, Anthropic.

Perkembangan ini telah menyebabkan proyek blockchain berbasis AI melonjak. Misalnya, AGIX telah naik 790% sejak awal tahun. Pada saat penulisan, token diperdagangkan pada US$ 0,4111 setelah mencatat lonjakan pertumbuhan 25 persen lebih lanjut selama 24 jam terakhir.

Volume perdagangan token dan kapitalisasi pasar juga meningkat masing-masing sebesar 117 persen dan 24 persen selama 24 jam terakhir.

Proyeksi AGIX

Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.
Ilustrasi aset kripto SingularityNET (AGIX). Sumber: SingularityNET.

Baca juga: Harga Shiba Inu Naik 16% saat Peluncuran Shibarium Semakin Dekat

Sebuah studi baru-baru ini oleh raksasa keuangan, JP Morgan, menemukan bahwa pedagang institusional mengalihkan perhatian mereka dari blockchain ke AI. Lebih dari setengah dari 835 investor institusional yang disurvei oleh JP Morgan merasa bahwa AI dan machine learning akan menjadi teknologi paling penting dan berpengaruh dalam beberapa tahun ke depan.

Pada saat yang sama, laporan tersebut juga menyatakan bahwa “Kripto dan aset digital, komoditas, dan kredit diperkirakan akan mengalami peningkatan terbesar dalam volume perdagangan elektronik selama tahun depan.” Oleh karena itu, sebagai kombinasi kripto, blockchain, dan AI, SingularityNET tampaknya akan memiliki masa depan yang cerah.

SingularityNET, jika dapat mencapai tujuannya dan mengimplementasikan roadmap-nya, akan mendapat manfaat besar dari sentimen positif seputar AI dan teknologi blockchain ini.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Popular