Connect with us

Market Analysis

Trader Wajib Tahu! Begini Penjelasan tentang Flag Pattern

Published

on

ilustrasi analisa flag pattern

Flag pattern merupakan suatu indikator yang digunakan oleh banyak trader kripto untuk melihat tren pasar. Pola grafik ini akan membantu mereka dalam memprediksi tren pasar. Dengan begitu, trader dapat menyusun strategi agar meraup keuntungan besar sekaligus meminimalisir potensi kerugian.

Apa Itu Flag Pattern

Flag pattern sendiri merupakan sebuah pola khusus pada grafik pasar. Ciri khasnya adalah tren balik yang sangat berlawanan dengan tren sebelumnya. Pola ini biasanya digunakan untuk memprediksi pergerakan aset saham. Namun, ternyata, pembacaan pola grafik ini juga bisa diterapkan untuk menganalisis tren pasar kripto. Bagaimana caranya?

5 Komponen Yang Ada Pada Flag Pattern

Untuk bisa menganalisis pergerakan tren pasar kripto dengan flag pattern, Anda perlu tahu komponen-komponen di dalamnya. Berikut adalah penjelasan tentang lima komponennya:

ilustrasi trading chart

1. Tren sebelumnya yang sedang berjalan (flag pole)

Untuk bisa mengetahui pola ini, Anda harus mempelajari tren sebelumnya atau tren yang sedang berjalan saat ini. Pola pada tren sebelumnya disebut dengan istilah flag pole. Dengan mempelajari tren sebelumnya, Anda akan lebih mudah memprediksi pergerakan tren pasar selanjutnya.

2. Periode konsolidasi, akumulasi, tren relatif flat (bullish atau bearish)

Secara sederhana, bullish atau bearish flag dapat dipahami sebagai periode yang menunjukkan kemungkinan adanya kenaikan atau penurunan harga. Saat bullish, akan muncul lebih banyak pembelian sehingga harga pun terkatrol naik. Sementara itu, bearish menunjukkan tingkat pembelian rendah yang menyebabkan harga turun.

3. Titik pembalikan harga (retracement)

Pada titik pembalikan harga, tren akan berbalik arah, namun sifatnya tidak lama. Kadang, retracement juga disebut sebagai koreksi. Itu artinya, harga aset bergerak melawan tren pasar kripto dalam jangka waktu pendek.

4. Breakout

Dalam dunia trading, istilah breakout mengacu pada sebuah kondisi ketika aset melampaui resistance level, tapi masih berada di bawah support level. Hal ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Salah satu yang sering terjadi adalah akibat pemberitaan terkait aset. Bisa juga karena suatu isu yang berdampak langsung pada pasar kripto.

5. Target harga yang bergerak sesuai tren flag pole

Suatu pola grafik aset kripto baru bisa dikatakan flag pattern jika setelah breakout, target harga bergerak sesuai tren flag pole. Biasanya, trader akan mengukur panjang flag pole dan kemudian meneruskannya hingga breakout. Sering kali pola selesai saat harga keluar dari tren yang sedang berjalan, tapi terdapat kemungkinan tertentu yang menyebabkan pola terus berlanjut.

flag pattern chart

Jenis-jenis Flag Pattern beserta Contoh-contohnya

Memiliki dua jenis pola: bullish flag pattern (tren harga naik) serta bearish flag pattern (tren harga turun). Jika dilihat sekilas, keduanya memiliki tampilan yang serupa. Hanya saja, saat diperhatikan, arah tren dan pola volumenya berbeda. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis pola flag pattern.

Apa Itu Bullish Flag Pattern?

bullish flag pattern

Bullish flag pattern adalah pola yang  menunjukkan potensi kenaikan harga. Biasanya, pola ini akan muncul saat tekanan beli tinggi. Di saat tekanan beli aset kripto tinggi, maka otomatis harga akan cenderung naik. Jika sudah masuk fase tersebut, momentum pun akan terus berjalan.

Salah satu contohnya terjadi pada Bitcoin (BTC) di bulan Maret 2018. Pada 18-21 Maret 2018, harga BTC membentuk pola flag pole. Lalu, pada 22 Maret 2018 dini hari, harga mulai menunjukkan pola bullish flag dan kemudian memasuki fase breakout menjelang pergantian hari ke tanggal 24 Maret.

Baca juga: Kenalan dengan Wedge Pattern, Trader Kripto Wajib Tahu!

Apa Itu Bearish Flag Pattern?

bearish flag pattern

Selain pola bullish, ada juga pola bearish. Sebenarnya, pola bearish mirip dengan bullish, hanya saja strukturnya terbalik. Pada pola bullish, bagian tiang atau flag pole bergerak naik. Sedangkan pada pola bearish, tiang bergerak turun. Ini karena pada pola bearish, harga aset sedang mengalami penurunan akibat tingkat pembelian yang rendah.

Pola ini terjadi pada aset Ethereum (ETH) di tanggal 7 Februari 2021. Pada pukul 03:30, harga ETH berada pada level US$ 1717.58. Namun, seiring berjalannya waktu, harga ETH mengalami penurunan bertahap. Hingga akhirnya pada pukul 10:00 jatuh ke level US$ 1580.36 dan membentuk pola tiang turun. Setelahnya, ETH mengalami tren pembalikan ke level US$ 1655.02 pada pukul 15:30.

Baca juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

Dengan mempelajari flag pattern, Anda bisa memprediksi bagaimana harga suatu aset kripto pada periode waktu selanjutnya. Di Tokocrypto, grafik pergerakan harga bisa diakses dengan mudah sehingga untuk melakukan pengamatan pun tidak sulit. Cukup dengan satu klik saja pada aset kripto yang diinginkan, Anda sudah bisa mengetahui ada tidaknya flag pattern. Yuk, mulai investasi kripto Anda di Tokocrypto, dan jangan lupa gabung ke komunitas Tokocrypto untuk info lebih lengkap di Telegram dan juga Discord sekarang juga!

Altcoin News

Tokocrypto Market Signal 7 Juli 2022: Kripto Bergerak Hijau

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish pekan kedua Juli 2022.

Pergerakan market aset kripto di tengah pekan ini, terlihat sumringah ada sedikit reli menimbulkan kenaikkan harga. Sejak awal pekan, market terus berjuang untuk tidak anjlok lebih dalam di tengah penguatan sinyal resesi.

Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) melambung 1,08% ke $ 20.505 per keping dalam sehari terakhir. 

Sementara, nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) lebih baik, naik 3,28% ke $ 1.184 di waktu yang sama. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) juga mengalami peningkatan masing-masing 3,28%, 1,69% dan 1%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan market kripto yang mengalami kenaikan singkat ini disebabkan karena investor yang mulai bersemangat, setelah melihat dinamika yang terjadi di indeks pasar saham AS. Investor melacak pasar ekuitas utama seperti, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average semuanya naik, meskipun sedikit.

“Investor kripto ternyata sedikit bergairah melihat market saham AS yang juga mengalami kenaikan. Hal ini wajar saja, mereka selalu berkaca pada stock market AS, untuk melihat ketertarikan market secara keseluruhan terhadap aset berisiko secara umum,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Gerak Kripto dan Pasar Saham Makin Sejajar

Laporan terbaru Coin Metrics menunjukkan, korelasi antara aset kripto dan indeks saham AS telah mencapai level terkuatnya di kuartal II 2022 sejak Maret 2020. Bisa dibilang Bitcoin dan ekuitas AS bergerak hampir sejajar.

Meski demikian, reli singkat ini kemungkinan diprediksi hanya sementara. Menurut Afid, sentimen utama market kripto belum kondusif. Investor masih mencermati dinamika makroekonomi dan efektivitas pengetatan kebijakan moneter The Fed terhadap tingkat inflasi AS. Kemudian, kegagalan platform kripto, Three Arrows Capital (3AC) dan Voyager.

“Kondisi market kripto saat ini yang belum kondisi. Masih ada banyak pukulan yang bisa menghantam lebih jauh, mulai dari ketidakpastian makroekonomi, agresivitas The Fed hingga kegagalan sistem ekosistem kripto itu sendiri. Investor menyakini tidak melihat harga naik dalam waktu dekat, kecuali perubahan tak terduga terjadi,” jelasnya.

Afid melihat investor sangat menanti data inflasi AS yang sedianya bakal dirilis pekan depan. Data tersebut mungkin menunjukkan kebijakan moneter The Fed efektif atau tidak. Jika inflasi turun dan indikator ekonomi lainnya juga melanjutkan penurunan, investor mungkin merasa lebih yakin masuk ke market kripto.

Khusus untuk pergerakan Bitcoin sendiri, Afid melihat saat ini masih cenderung konsolidasi dan ada potensi penurunan harga di kisaran US$ 18.000-US$ 20.000. Bitcoin telah ‘beristirahat’ di atas US$20.000 untuk hari ketiga berturut-turut.

Adapun altcoin yang meningkat pesat adalah Storj (STORJ) yang nilainya melonjak 16,52% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, ada THORChain (RUNE) dan Sandbox (SAND) yang masing-masing tumbuh 8,14% dan 7,62%.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Pelaku Industri Kripto Optimis Badai akan Berlalu

Daftar 5 Aset Kripto Bullish 

1. API3 (API3)

Analisis teknikal API3 (API3).

API3, membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini. API3 sendiri adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat digunakan untuk staking dan menerima reward, serta berfungsi sebagai jaminan untuk keberlangsungan keamanan dalam jaringan. 

Afid menilai API3 dalam pekan ini bisa dibilang sebagai token keuangan terdesentralisasi (DeFi) terbaik untuk berpotensi bullish. Pemicu sentimen positifnya adalah API3 mengadakan panggilan komunitas Livestream, di mana mereka memperkenalkan Communications Lead baru mereka.

Token API3 memiliki sentimen positif untuk masuk fase bullish. Meski akan sedikit alami penurunan terlebih dahulu diperkirakan capai harga US$ 8,4, tapi ada kemungkinan melonjak ke US$ 10,18 atau naik sekitar 18%,” kata Afid.

Peringkat API3 di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #278, dengan kapitalisasi pasar US$ 76.505.405. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Basic Attention Token (BAT)

Analisis teknikal Basic Attention Token (BAT).

Basic Attention Token (BAT) adalah token yang menggerakkan platform periklanan digital berbasis blockchain. Project kripto ini menarik karena dirancang untuk memberi reward yang adil kepada pengguna yang melihat iklan dan memberikan pengembalian yang lebih baik kepada pengiklan atas pembelanjaan iklan mereka.

Afid menilai selama 30 hari terakhir BAT telah naik lebih dari 12,1%, sementrara dalam seminggu terakhir telah naik lebih dari 15,5%. Reli BAT sebagian besar tampaknya didukung oleh berita Komunitas BAT yang memperpanjang batas waktu pengiriman untuk BAT Meme Contest untuk airdrop Solana BAT NFT Brave yang akan datang di platform MagicEden. 

“Ini menghasilkan minat besar dalam protokol, sehingga membawa RSI (Relative Strength Index) ke 57,53 selama sesi perdagangan intra-hari pada hari Rabu (6/7). Harga BAT bisa mencapai US$ 0,4904 dari titik support-nya US$ 0,4157 atau naik 18%,” jelas Afid.

Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #64, dengan kapitalisasi pasar US$ 642.315.114. Pasokan yang beredar 1.497.691.558 koin BAT dan maksimal pasokan 1.500.000.000 koin BAT.

3. iExec RLC (RLC)

Analisis teknikal iExec RLC (RLC).

iExec adalah platform terkemuka komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka, serta aplikasi dan bahkan kumpulan data.

Afid menilai dari pergerakan harga RLC selama 7 hari terakhir perdagangan mengarah ke peringkat risiko rendah. Alasannya pergerakan harga baru-baru ini relatif terhadap volume perdagangan memberi alasan kepada investor untuk percaya diri pada manipulasi token.

“Analisis teknikalnya memperlihatkan kenaikan secara bertahap. Titik support RLC saat ini ada di harga US$ 0,985. Lalu akan ada kemungkinan naik hingga harga US$ 1,273 dari US$ 1,046 atau melonjak 29%,” terangnya.

Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #273, dengan kapitalisasi pasar US$ 80.834.709. Pasokan yang beredar 80.999.785 koin RLC dan maksimal pasokan 86.999.785 koin RLC.

Baca juga: Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis

4. Cosmos (ATOM)

Analisis teknikal Cosmos (ATOM).

Cosmos (ATOM) memiliki proyek untuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang, berkat kerangka kerja modular yang terdesentralisasi. Afid melihat ATOM telah menembus dari garis support naik jangka panjang dan dari indikator RSI harian memiliki sinyal bullish.

“Cosmos (ATOM) telah memulai sinyal pembalikan tren, menjadikannya salah satu token tren teratas. Melampaui penolakan sebelumnya di dekat EMA 50 bisa menjadi titik balik dalam proyeksi harga token ATOM. Harga ATOM berpotensi bisa menembus US$ 10,18 atau naik 18% dari level US$ 8,54,” kata Afid.

Afid menjelaskan Cosmos telah digambarkan sebagai “Blockchain 3.0”, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa infrastrukturnya mudah digunakan. Untuk tujuan tersebut, kit pengembangan software Cosmos berfokus pada modularitas. Ini memungkinkan jaringan dibangun dengan mudah menggunakan potongan kode yang ada.

Peringkat ATOM di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.548.724.516. Pasokan yang beredar 286.370.297 koin ATOM dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

5. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. “Dengan indikator RSI bergerak menuju wilayah overbought dan AO berkedip hijau, LRC mungkin dapat ditutup di atas US$ 0,47 pada akhir minggu ini mengingat posisinya saat ini di US$ 0,41,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #70, dengan kapitalisasi pasar US$ 536.222.079. Jumlah koin yang beredar 1.330.088.530 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Convex Finance (CVX)

Analisis teknikal Convex Finance (CVX).

Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.

Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.

“CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga token saat ini berada di US$ 5,64 setelah kenaikan harga 11,96% selama sehari terakhir. CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga CVX potensi turun ke US$ 4,33 dari US$ 5,90 atau anjlok 25%,” ungkapnya.

Peringkat CVX di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #86, dengan kapitalisasi pasar US$ 362.694.639. Pasokan yang beredar 64.673.029 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.

Baca juga: Apa Itu Metaverse? Masa Depan Dunia Virtual

2. Harmony (ONE)

Analisis teknikal Harmony (ONE).

Pekan ini Harmony (ONE) tampaknya masih terjebak di fase bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Bridge Horizon yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.

“Investor harus menaikkan harga lebih dari US$ 0,019 untuk mencegah ONE turun di bawah US$ 0,014 sebagai tanggapan terhadap berita negatif. Penurunan tidak valid jika titik support US$ 0,023 dilanggar. Untuk menjadi bullish dalam waktu dekat, candle harga harian atau mingguan ONE harus ditutup di atas US$ 0,023,” tutur Afid.

Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #119, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 220.590.910. Pasokan yang beredar 12.295.022.547 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Lido DAO (LDO)

Analisis teknikal Lido DAO (LDO).

Lido DAO (LDO) bernasib sama dengan Harmony (ONE) yang masih “nyaman” duduk di dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Penurunan nilai LDO lalgi masih dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema tata kelola baru.

“Kripto LDO masih tertekan dengan kesepakatan token tata kelola jaringan yang tak kunjung usai, membuat nilainya semakin anjlok. Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 37% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,680. Sementara level resistance-nya berada di angka US$ 0,947,” kata Afid.

Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #139, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 177.261.211. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.

4. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Kyber Network Crystal v2 (KNC) harus terkoreksi dengan penurunan nilai yang cukup signifikan. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bearish, salah satu penyebabnya adalah karena exchange, Crypto.com pada 27 Juni lalu menghapus 15 altcoin termasuk KNC dari program Crypto Earn-nya.

“Crypto.com tidak menawarkan klarifikasi apa pun tentang mengapa ia menghapus 15 koin ini dari program hadiah Crypto Earn, tapi membuat harga KNC anjlok. Harga KNC bisa turun hingga US$ 1,207 dari US$ 1,402 atau anjlok 14%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #113, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 240.851.999. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Game GTA VI Bakal Pakai Sistem Rewards Kripto?

5. Curve DAO Token (CRV)

Analisis teknikal Curve (CRV).

Curve (CRV) merupakan token native dari Curve DAO, pertukaran terdesentralisasi untuk stablecoin. Tujuan CRV adalah untuk berfungsi sebagai media tata kelola, struktur insentif dan metode pembayaran biaya, serta metode pendapatan jangka panjang untuk penyedia likuiditas.

Afid melihat CRV telah menembus dari garis resistensi yang menurun, sehingga sudah ada sinyal bearish. CRV telah jatuh sejak mencapai tertinggi US$ 6,40 pada Januari. Pergerakan ke bawah sejauh ini telah menyebabkan rendahnya US$ 0,535 pada 18 Juni lalu.

“Dari analisis teknikalnya, nilai CRV bisa turun 20% ke harga US$ 0,839 dari US$ 1,880,” pungkas Afid.

Peringkat CRV di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 522.037.730. Pasokan yang beredar  537.372.111 koin CRV dan maksimal pasokan 3.303.030.299 koin CRV.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Continue Reading

Altcoin News

Market Awal Pekan: Bitcoin Masih Berjuang di Harga US$ 19.000

Published

on

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Pergerakan market aset kripto pada hari Senin pertama di bulan Juli 2022, tidak cukup memuaskan. Selama akhir pekan lalu, sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu mempertahankan gerakannya ke zona hijau.

Melansir situs CoinMarketCap pada hari Senin (4/7) pukul 09.00 WIB, ada 7 aset kripto big cap kompak naik sedikit ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Ethereum (ETH) naik 1,21% ke level US$ 1.070. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan XRP mengalami kenaikan masing-masing 1,70%, 2,99% dan 3,32%.

Sementara, Bitcoin (BTC) turun 0,67% ke US$ 19.191 per keping dalam sehari terakhir. BTC masih berjuang untuk tetap mempertahankan posisinya di level support ini agar tidak terus turun.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini memang terllihat kurang bergairah. Bitcoin bahkan sedang kritis untuk berjuang tidak turun lebih lanjut di bawah level support-nya.

Market kripto sedang tidak bergairah selama akhir pekan lalu. Senin pagi ini sebagian besar kripto naik tipis. Investor masih ragu-ragu untuk melakukan aksi beli, sehingga secara keseluruhan market tetap lemah, dengan beberapa volatilitas cenderung datar,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: MicroStrategy Serok Lagi 480 BTC Senilai Rp 148 Miliar

Menurut Afid, Bitcoin akan mengalami kelanjutan penurunan harga. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun di bawah US$ 19.000 pada satu titik pada hari Kamis (30/6) setelah penolakan Securities and Exchange (SEC) AS terhadap dua ETF Bitcoin spot, teguran untuk Three Arrows Capital, karena dana lindung nilai kripto yang bermasalah dan pukulan baru dari indikator ekonomi yang mengecewakan.

Sejumlah analis percaya Bitcoin akan menembus harga di bawah dukungan sekitar US$ 18.000-US$ 21.000 yang juga terjadi sepanjang Juni. Investor mungkin akan berjuang keras untuk menghindari BTC turun lebih dalam dan menimbulkan kerugian yang lebih tinggi.

illustrasi tampilan bitcoin
Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

“Penerobosan dari kisaran ini dapat membuat perdagangan Bitcoin ke posisi antara US$ 13.000 hingga US$ 15.000 dan dapat mengirim market kripto ke dalam spiral yang mungkin memerlukan periode waktu yang lebih lama untuk pemulihan,” jelas Afid.

BTC turun hampir 38% pada bulan Juni untuk mencatat kerugian bulanan terbesar kedua sejak debutnya pada tahun 2009. Menurut Data CoinGecko, Bitcoin diperdagangkan lebih dari US$ 31.000 pada tanggal 1 Juni dan turun ke level US$ 17.700 pada pertengahan bulan, sebelum pulih dan mengakhiri bulan pada US$ 19.209.

Baca juga: Analis: Waspadai Penjualan Bitcoin Secara Besar-besaran Lagi

Continue Reading

Altcoin News

Pasar Sepekan: Investor Tetap Tenang Bear Market Masih berlanjut

Published

on

Ilustrasi bear market

Sepanjang pekan terakhir bulan Juni 2022, pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan. Bitcoin sempat gagal mempertahankan posisi level psikologisnya di US$ 20.000 dan membuat khawatir investor akan turun lebih jauh.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap bergerak sideways atau datar. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, Jumat (1/7) jam 12.00 WIB, nilai Bitcoin masih berada di harga US$ 20.289 atau turun 4,17% dalam 7 hari terakhir.

Altcoin lainnya pun bernasib sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut turun 5,33% ke US$ 1.091 sepekan terakhir. Solana (SOL) dan XRP bahkan anjlok lebih dari 10%. Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) turun lebih dari 5%. Hanya Dogecoin (DOGE) yang tumbuh 2,93% seminggu terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan market kripto secara keseluruhan masih datar dan tidak bergairah selama sepekan terakhir. Namun, menarik melihat pergerakan Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 18.729, kemudian naik lagi ke level US$ 20.000. Itu setara dengan penurunan sekitar 70 persen dari nilai puncaknya dicapai November lalu. Penurunan triwulanan sekitar 59 persen adalah yang terburuk sejak 2011.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Wacana Pemilu Berbasis Blockchain Kembali Dibahas di Indonesia

“Sentimen negatif berasal dari kabar perusahaan hedge fund kripto, Three Arrows Capital yang akan dipaksa untuk melikuidasi asetnya, serta komentar baru dari para bankir sentral yang menyarankan lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang, membuat industri kripto menjadi gelap. Itu membuat harga BTC anjlok dari level psikologisnya,” kata Afid.

Afid menjelaskan penguatan tipis aset kripto pada hari Jumat ini, disebabkan oleh rebound teknikal yang sudah diprediksi sebelumnya. Di masa-masa saat ini, investor tengah kompak menjaga nilai aset kripto di atas level support-nya. Khusus Bitcoin, akan ada gerakan untuk menahan harganya di atas level psikologis US$ 20.000.

Di sisi lain, adanya data on-chain Glassnode yang menunjukkan investor kripto kelas kakap atau whales telah menarik 8.755 keping BTC atau setara US$ 181,67 juta dari platform exchange ke wallet-nya masing-masing antara 26 Juni hingga 30 Juni 2022. Aktivitas itu juga diduga mendorong harga aset kripto bergerak ke zona hijau.

Kekhawatiran Resesi 

Ada beberapa pandangan analis yang melihat bahwa dorongan bearish masih belum usai. Itu juga masuk dalam pertimbangan adanya kekhawatiran resesi yang masih membayangi investor.

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

Sejatinya, market kripto masih diliputi sentimen risk-off investor menyusul performa indeks saham AS yang masih susah bangkit. Secara teori, resesi akan terjadi dan membawa nilai dari dolar AS lebih rendah. Ini akan mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai lindung nilai.

“Pergerakan market kripto masih berada dalam fase bear market. Sehingga, penguatan ini diramal tak akan berlangsung lama. Bitcoin bisa saja jatuh kembali ke area di bawah US$ 20.000 atau bahkan bisa semakin dalam, mengingat kondisi pasar yang memang sangat rapuh,” jelas Afid.

Jika harga Bitcoin kembali menembus di bawah US$ 19.000, bisa berisiko jatuh ke level support penting di $17.000. Ini adalah level penting yang harus diwaspadai karena penembusan dan penutupan di bawahnya dapat memulai tren turun berikutnya ke US$ 15.000.

Continue Reading

Popular