NFT

Simak Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

Published

on

Perbincangan mengenai Non-Fungible Token atau NFT masih terus hangat hingga sekarang. Tak bisa dipungkiri, hadirnya teknologi ini sangat memengaruhi banyak hal, tak terkecuali dunia kesenian. Kini, sering terdengar istilahseniman NFT’ yang merujuk pada para seniman yang berkecimpung di dunia NFT. 

Para seniman NFT tersebut pun menekuni berbagai jenis dan aliran yang berbeda-beda. Mulai dari seni rupa, visual, hingga kartun. Sudah banyak ditemukan seniman NFT yang memilih aliran kartun untuk karyanya di marketplace NFT, lho. Dikarenakan masih tergolong jarang, sebenarnya apa alasan mereka memilih aliran kartun untuk karya seni NFT? Yuk, baca terus artikel ini untuk informasi selengkapnya!

Kenalan dengan Profesi Kartunis

Sebelum itu, mari berkenalan dengan profesi kartunis terlebih dahulu. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kartunis adalah sebutan yang digunakan untuk seorang ahli dalam menggambar beraliran kartun, di mana berbentuk sebuah gambar yang memberikan kesan yang lucu dan berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi.

Profesi yang satu ini seringkali dianggap sama dengan komikus. Padahal, keduanya sangat berbeda, lho. Sebab, komikus adalah istilah untuk ahli dalam menggambar komik, yang berbentuk cerita bergambar yang lucu dan umumnya dibagi ke dalam beberapa bagian.

Sekilas tentang NFT dan Seniman NFT

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah banyak seniman NFT yang memilih kartun sebagai aliran untuk karya seni yang dipamerkan hingga diperjualbelikan. Namun, kenali konsep NFT terlebih dulu, yuk!

Jadi, NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token yang merupakan sebuah aset digital berupa token yang unik, bisa dimiliki secara penuh oleh pemiliknya, dan dibangun di dalam blockchain. Pada tiap keping NFT, terdapat kode unik yang membuatnya berbeda dengan yang lain dan tidak bisa digandakan. Hal itulah yang membuat NFT istimewa dan eksklusif.

Sementara itu, seseorang yang membuat karya seni NFT biasa disebut dengan seniman NFT atau kreator NFT. Sedangkan, para pembeli atau pengoleksi NFT dikenal dengan sebutan kolektor NFT.

Sebelumnya, kami telah mewawancarai seorang kartunis dan komikus dalam negeri yaitu Dhany Pramata mengenai perjalanan karier sebagai seniman NFT di pasar NFT di Indonesia. Berdasarkan wawancara tersebut, ia menyatakan bahwa pasar NFT di Indonesia masih didominasi oleh NFT art. Jenis NFT art sendiri terdiri mulai dari lukisan, ilustrasi, sampai komik dan kartun yang bentuk akhirnya berupa digital.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

Sepak Terjang Kartunis sebagai Seniman NFT

Peran kartunis sebagai seniman NFT sendiri terus berkembang secara global. Banyak kartunis yang akhirnya berhasil menjual karya seni NFT miliknya dengan harga yang luar biasa tinggi. Berikut adalah sederet karya NFT dengan aliran kartun yang meraih kesuksesan, yaitu:

1. Dastardly Ducks – Thorne Merchel & Mandy Musselwhite

Karya seni NFT beraliran kartun yang pertama adalah Dastardly Ducks. Proyek NFT yang terdiri dari 10.000 koleksi gambar kartun seekor bebek ini merupakan hasil karya dua orang bernama Thorne Merchel dan Mandy Musselwhite. Masing-masing koleksinya disematkan kode unik yang menciptakan 100 karakter berbeda, membuat seluruh koleksinya tidak ada yang sama.

Selain karena keunikannya dalam memilih pendekatan kartun sebagai aliran karya seni, koleksi Dastardly Ducks ini juga digarap hanya dalam waktu dua minggu saja, lho. Tidak butuh waktu yang lama pula bagi proyek NFT ini untuk terjual. Enam jam setelah peluncurannya pada 19 Januari 2022, seluruh koleksi NFT ini terjual dan menghasilkan sekitar 120 ribu USD atau setara dengan Rp1.7 miliar. Sungguh fantastis, bukan? 

Source: OpenSea – Dastardly Ducks

Saat ini, koleksi Dastardly Ducks dengan harga termahal jatuh kepada “Dastardly Ducks #8538” seharga 8 ETH atau sekitar Rp209.4 juta.

2. MOAR – Joan Cornella

Kartunis sekaligus komikus besar asal Spanyol, Joan Cornella, juga berhasil meluncurkan koleksi NFT dengan aliran kartun yang menjadi ciri khasnya dengan nama MOAR. Proyek NFT yang terdiri dari 5555 keping NFT yang dilengkapi dengan lebih dari 180 fitur ini diluncurkan pada April 2022 lalu.

Source: OpenSea – MOAR by Joan Cornella

Sama seperti NFT Dastardly Ducks, masing-masing keping NFT MOAR juga tidak ada yang identik antara satu dengan yang lainnya. Proyek NFT ini menggambarkan sosok karakter perempuan dan laki-laki khas ciptaan Joan Cornella, dengan beragam ekspresi dan penampilan. Saat ini, koleksi “MOAR #4780” tercatat sebagai keping yang paling mahal harganya, yaitu 7777 ETH atau sekitar Rp203 miliar.

3. Jungle Freaks Motor Club – George Trosley

Terakhir datang dari kartunis ternama George Trosley. Bersama Jungle Freaks Motor Club (JFMC), ia meluncurkan proyek NFT bertajuk Jungle Freaks Motor Club pada 18-20 Maret 2022 lalu. Proyek NFT ini terdiri dari 8.888 keping yang diolah secara acak dari 350 kartun hasil gambar tangan George Trosley.

Source: OpenSea – Jungle Freaks Motor Club

Koleksi NFT ini terdiri dari beragam desain mobil sport yang dilengkapi dengan karakter serta latar yang berbeda. NFT Jungle Freaks Motor Club ini sengaja dirilis dalam rangka mendukung pembuatan NFT P2E game oleh JFMC, di mana nantinya game tersebut merupakan game balap mobil yang berlatarkan Metaverse. Saat ini, titel NFT Jungle Freaks Motor Club termahal dipegang oleh “JFMC-7009” seharga 10 ETH atau sekitar Rp261.8 juta. 

Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

2 Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

Bukan tanpa alasan banyak seniman NFT yang memutuskan untuk memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Ambil contoh Dhany Pramata atau yang lebih akrab disapa dengan “Bang Dhan”. Bang Dhan merupakan seorang kartunis sekaligus komikus yang dikenal luas berkat koleksi karyanya bertajuk #illustory. Saat ini, Bang Dhan juga aktif berkarya melalui medium NFT di marketplace NFT TokoMall.

Lewat wawancara bersama kami, Bang Dhan mengungkapkan alasan di balik karya seni NFT miliknya yang banyak menggunakan aliran kartun, yaitu:

Latar belakang yang mendarah daging

Alasan pertama akhirnya seorang kreator memilih aliran kartun dalam karya seni NFT miliknya adalah karena sesuai dengan latar belakang yang sebelumnya telah dimiliki. Mulai dari pengalaman, skill, juga industri yang sudah lama ditekuni para seniman.

Dalam wawancaranya bersama kami, Bang Dhan menyatakan bahwa ia memilih aliran kartun dikarenakan sebelumnya ia memang telah berkarier di dunia seni konvensional sebagai kartunis juga komikus. Hal ini didukung pula dengan menghasilkan karya-karya besar, seperti kartun tukang parkir hingga komik bertajuk Heart dan Walkman.

Kartun punya peminat yang banyak

Selain dikarenakan sudah berpengalaman dalam berkesenian dengan aliran kartun, alasan lainnya adalah peminat aliran kartun cenderung luas dan banyak. Sebab, gambar kartun sendiri umumnya mengacu pada peristiwa yang sedang berlangsung dan sifatnya universal.

Hal ini didukung dengan pernyataan Bang Dhan melalui wawancara bersama kami, di mana ia menyatakan bahwa penikmat dan pasar kartun serta komik sangat luas dan bisa berasal dari seluruh lapisan maupun kalangan masyarakat. Berkat hal tersebut, aliran kartun juga komik memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan oleh seniman NFT.

Itulah penjelasan mengenai sepak terjang seniman NFT yang memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Apakah Anda tertarik untuk menyelami seluk-beluk dunia NFT? Saatnya daftarkan diri Anda di marketplace NFT Indonesia TokoMall sebagai Official Partner (Kreator) maupun Creator (Kolektor). Jangan lupa juga untuk gabung ke komunitas NFT TokoMall di Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar NFT, ya!

Popular

Exit mobile version