Altcoin News

Pasar Sepekan: Investor Tetap Tenang Bear Market Masih berlanjut

Published

on

Sepanjang pekan terakhir bulan Juni 2022, pergerakan market aset kripto, terutama Bitcoin cukup mengejutkan. Bitcoin sempat gagal mempertahankan posisi level psikologisnya di US$ 20.000 dan membuat khawatir investor akan turun lebih jauh.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap bergerak sideways atau datar. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, Jumat (1/7) jam 12.00 WIB, nilai Bitcoin masih berada di harga US$ 20.289 atau turun 4,17% dalam 7 hari terakhir.

Altcoin lainnya pun bernasib sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut turun 5,33% ke US$ 1.091 sepekan terakhir. Solana (SOL) dan XRP bahkan anjlok lebih dari 10%. Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) turun lebih dari 5%. Hanya Dogecoin (DOGE) yang tumbuh 2,93% seminggu terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan market kripto secara keseluruhan masih datar dan tidak bergairah selama sepekan terakhir. Namun, menarik melihat pergerakan Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 18.729, kemudian naik lagi ke level US$ 20.000. Itu setara dengan penurunan sekitar 70 persen dari nilai puncaknya dicapai November lalu. Penurunan triwulanan sekitar 59 persen adalah yang terburuk sejak 2011.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Wacana Pemilu Berbasis Blockchain Kembali Dibahas di Indonesia

“Sentimen negatif berasal dari kabar perusahaan hedge fund kripto, Three Arrows Capital yang akan dipaksa untuk melikuidasi asetnya, serta komentar baru dari para bankir sentral yang menyarankan lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang, membuat industri kripto menjadi gelap. Itu membuat harga BTC anjlok dari level psikologisnya,” kata Afid.

Afid menjelaskan penguatan tipis aset kripto pada hari Jumat ini, disebabkan oleh rebound teknikal yang sudah diprediksi sebelumnya. Di masa-masa saat ini, investor tengah kompak menjaga nilai aset kripto di atas level support-nya. Khusus Bitcoin, akan ada gerakan untuk menahan harganya di atas level psikologis US$ 20.000.

Di sisi lain, adanya data on-chain Glassnode yang menunjukkan investor kripto kelas kakap atau whales telah menarik 8.755 keping BTC atau setara US$ 181,67 juta dari platform exchange ke wallet-nya masing-masing antara 26 Juni hingga 30 Juni 2022. Aktivitas itu juga diduga mendorong harga aset kripto bergerak ke zona hijau.

Advertisement

Kekhawatiran Resesi 

Ada beberapa pandangan analis yang melihat bahwa dorongan bearish masih belum usai. Itu juga masuk dalam pertimbangan adanya kekhawatiran resesi yang masih membayangi investor.

Ilustrasi market aset.

Baca juga: Riset: Industri NFT Bakal Tetap Tumbuh, Meski Bear Market

Sejatinya, market kripto masih diliputi sentimen risk-off investor menyusul performa indeks saham AS yang masih susah bangkit. Secara teori, resesi akan terjadi dan membawa nilai dari dolar AS lebih rendah. Ini akan mengangkat nilai dari aset yang dianggap sebagai lindung nilai.

“Pergerakan market kripto masih berada dalam fase bear market. Sehingga, penguatan ini diramal tak akan berlangsung lama. Bitcoin bisa saja jatuh kembali ke area di bawah US$ 20.000 atau bahkan bisa semakin dalam, mengingat kondisi pasar yang memang sangat rapuh,” jelas Afid.

Jika harga Bitcoin kembali menembus di bawah US$ 19.000, bisa berisiko jatuh ke level support penting di $17.000. Ini adalah level penting yang harus diwaspadai karena penembusan dan penutupan di bawahnya dapat memulai tren turun berikutnya ke US$ 15.000.

Popular

Exit mobile version