Bitcoin News

El Salvador Kembali Beli Bitcoin, Saat Bear Market

Published

on

El Salvador kembali membeli Bitcoin sebanyak 80, masing-masing seharga US$ 19.000. Pembelian ini diumumkan langsung oleh Presiden Nayib Bukele, Kamis (30/6/2022).

Bitcoin adalah masa depan. Terima kasih telah menjual murah,” kata Bukele di Twitter.

Ia juga mengunggah tangkapan layar dari pembelian BTC yang dilakukan pada Kamis lalu, dengan total US$ 1,52 juta.

El Salvador terakhir membeli Bitcoin pada Mei lalu. Bukele mengatakan, saat itu negara Amerika Tengah tersebut membeli 500 BTC seharga total US$ 15,3 juta, dengan harga koin US$ 30,744.

Menurut data CoinDesk, cadangan BTC Salvador mengalami penurunan nilai hingga 55,03%. Dari penurunan tersebut, negara di Amerika Tengah ini mengalami kerugian hingga US$ 60 juta dari total modal pembelian US$ 105 juta.

Baca juga: 5 Aset Kripto yang Paling Diminati Investor Indonesia

El Salvador mulai mengadopsi BTC sejak September 2021. Hingga saat ini negara yang dipimpin oleh Bukele tersebut masih terus melakukan pembelian BTC. Negara ini ingin menjadikan BTC sebagai cadangan nasional di samping dijadikan alat pembayaran yang sah.

Meski mengalami kerugian, Menteri Keuangan El Salvador, Alejandro Zelaya, mengatakan jumlah Bitcoin yang dimiliki negaranya hanya bernilai 0,5% dari anggaran tahunannya. Ia menegaskan, kejatuhan nilai bitcoin tidak mengancam kondisi fiskal negara.

“Ketika mereka memberi tahu saya bahwa risiko fiskal untuk El Salvador karena Bitcoin sangat tinggi, satu-satunya hal yang dapat saya lakukan adalah tersenyum. Risiko fiskal sangat minim,” ujar Zelaya.

Baca juga: Banyak Investor Muda, Edukasi Jadi Kunci Dorong Investasi Kripto

Artikel ini telah tayang di Portalkripto.com dengan judul El Salvador Kembali Beli Bitcoin, Meski Sedang Amsyong.”

Popular

Exit mobile version