Connect with us

Market

Tokocrypto Market Signal 12 Oktober 2022: Kripto Gerak Variatif

Published

on

Ilustrasi daftar 5 aset kripto bullish dan bearish di pekan kedua Oktober 2022.

Performa market kripto tengah pekan ini, tampak bervariatif. Sejumlah kripto big cap terpantau masuk zona hijau, namun rentan untuk kembali anjlok. Apa yang menyebabkan gerak anomali kali ini?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap terjebak di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Bitcoin (BTC) melonjak 0,33% ke US$ 19.157 per keping, tapi turun 5,18% selama seminggu terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) ikut naik tipis 0,50% ke US$ 1.291 di waktu yang sama dan minus 4,31% sepekan terakhir. Altcoin lainnya, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) turun tipi, walaupun masih di bawah 1% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto saat ini sedang bergerak fluktuatif dengan kenaikan tipis. Ini disebabkan lantaran investor khawatir dengan pandangan hawkish terbaru The Fed melalui risalah rapat (minutes of meeting) bulan September lalu yang akan rilis pada Rabu (12/10).

“Selain itu, investor juga menanti CPI atau data inflasi AS yang akan rilis sehari setelahnya. Sebab, kedua data itu bisa memberikan sinyal terkait kebijakan moneter yang akan ditempuh The Fed ke depan. Kabarnya mereka harus mengimplementasikan kebijakan yang lebih restriktif demi mengarahkan inflasi AS ke angka 2%,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Investor yakin bahwa The Fed tetap akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin pada November mendatang terlepas dari tingkat inflasi yang membaik atau memburuk.

Pengaruh Data Inflasi AS

Consumer Price Index (CPI) atau indeks harga konsumen adalah indeks harga yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. CPI ini sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi di AS. Jika inflasi meningkat lebih lanjut, permintaan untuk aset kripto mungkin akan terkena dampak negatif.

Tingkat inflasi tahunan AS turun untuk dua bulan berturut-turut menjadi 8,3% pada Agustus 2022 atau terendah dalam 4 bulan terakhir. Pada pengumuman inflasi bulan lalu, Selasa 14 September 2022, Bitcoin (BTC) turun hingga US$ 1.000 ke bawah level US$ 22.000 hanya dalam waktu 3 menit. Indeks saham AS juga menghadapi penurunan yang sama.

“Tingkat inflasi yang tinggi dapat menyebabkan investor untuk berinvestasi lebih banyak dalam uang fiat, sehingga menjauh dari market. Sehingga, wajar saja jika investor memilih bersikap wait and see selama dua hari terakhir,” ucap Afid.

Menurut Afid, investor tak begitu mengkhawatirkan penguatan nilai Dolar AS pada saat ini. Namun, mereka lebih mengkhawatirkan potensi keperkasaan Dolar AS dalam beberapa hari ke depan, jika memang data inflasi AS dan laporan risalah rapat The Fed tidak sesuai harapan.

Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

Baca juga: Isyana Sarasvati Rilis Koleksi Mystery NFT, Ini Tampilannya

Market juga tertekan dengan ekosistem kripto yang ssat ini tertimpa sejumlah kabar buruk. Mulai dari platform DeFi di jaringan Solana, Mango, dikabarkan mengalami peretasan dan mengakibatkan aset kripto senilai US$ 100 juta raib.

Di saat yang sama, The Securities and Exchange Commission (SEC) juga menolak pendaftaran produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin yang diajukan WisdomTree.

Dari segi analisis, gerak Bitcoin sedang retest menuju harga US$ 19.268. Dan level support terdekat BTC berada di US$ 18.860, jika mengalami breakdown kembali koreksi atau turun. Saat ini bertambahnya volume perdagangan menjadi salah satu syarat untuk mendorong harga Bitcoin agar kembali naik dan mendapat sentimen positif dari pasar.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Oktober ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. TerraClassicUSD (USTC)

Analisis teknikal TerraClassicUSD (USTC).

TerraClassicUSD (USTC) menjadi kripto pembuka dalam daftar aset kripto bullish pada pekan ini. Afid menjelaskan USTC melonjak sebagai respons terhadap proposal re-peg baru oleh pengembang inti LUNC.

Afid melihat ke depan, mengikuti proposal re-peg USTC oleh pengembang inti Terra Classic, Tobias Andersen AKA Zaradar, telah melihat kenaikan harga kripto tersebut sampai dua digit persentase. 

Peringkat USTC di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 476.017.976. Jumlah koin yang beredar 9.811.558.649 koin USTC dan maksimal pasokan tidak diketahui.

Baca juga: Menabung Kripto Bisa Dapat Keuntungan Jangka Panjang

2. Dogecoin (DOGE)

Analisis teknikal Dogecoin (DOGE).

Kripto DOGE diproyeksi akan meningkat nilainya akibat dorongan isu dari Elon Musk yang dikabarkan jadi membeli Twitter seharga US$ 44 miliar atau sekitar Rp 668 triliun. 

Seperti yang diketahui hubungan antara Elon Musk dan Dogecoin saling terkait dan erat. Otomatis apa yang dilakukan Musk membuat harga Dogecoin seringkali terpengaruh.

Peringkat DOGE di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #10, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 8.019.744.577. Jumlah koin yang beredar 132.670.764.300 koin DOGE dan maksimal pasokan tidak diketahui.

3. Hedera (HBAR)

Analisis teknikal Hedera (HBAR).

Hedera (HBAR) mengalami kenaikan harga 8% dari $ 0,055 menjadi $0,637 dalam seminggu terakhir, berkat dorongan sosial dari komunitasnya. Menurut LunarCrush, HBAR memiliki lebih dari 200 juta social engagements, dengan 44.346 sebutan dan 418 kontributor aktif.

Di samping itu, perusahaan investasi Inggris, Abrdn, telah bergabung dengan Hedera Governing Council untuk meningkatkan pengelolaan dana menggunakan teknologi Hedera Hashgraph. Dua faktor ini yang mungkin bisa menggenjot harga HBAR.

Peringkat HBAR di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.471.011.142. Jumlah koin yang beredar 22.968.168.351 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

4. Binance Coin (BNB)

Analisis teknikal Binance Coin (BNB).

Faktor yang bisa mendorong harga BNB meningkat adalah adanya jaringan BNB Smart Chain yang melakukan hard-fork setelah eksploitasi US$ 100 juta beberapa waktu lalu. Peningkatan ini dimaksudkan untuk memperbaiki eksploitasi agar nilai BNB kembali menguat.

Hard fork yang dijuluki Moran, akan berlangsung pada 12 Oktober 2022. Perubahan jaringan akan mencakup perbaikan kerentanan dalam pemeriksaan hash iavl dan memperkenalkan header blok dalam pemeriksaan urutan.

Peringkat BNB di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #5, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 43.960.136.326. Jumlah koin yang beredar 161.337.261 koin BNB dan maksimal pasokan 200.000.000 koin BNB.

5. Polygon (MATIC)

Analisis teknikal Polygon (MATIC).

Pendorong gerak harga Polygon (MATIC) salah satunya dampak dari kemitraan dengan merek besar seperti Meta dan Disney. Mereka juga merekrut eksekutif dari perusahaan seperti YouTube untuk menumbuhkan pengaruh mereka di sektor GameFi

Namun, terlepas dari upaya dan kolaborasi yang konsisten dengan merek-merek besar, minat terhadap NFT Polygon terlihat mulai berkurang. Seperti yang dapat dilihat dari gambar di bawah, volume perdagangan NFT untuk Polygon turun jauh selama seminggu terakhir.

Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #12, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.963.220.595. Jumlah koin yang beredar 8.734.317.475 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. ApeCoin (APE)

Analisis teknikal ApeCoin (APE).

Harga token ApeCoin (APE) kemungkinan akan mengalami bearish pada pekan ini. Faktor penurunan disebabkan oleh Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) sedang menyelidiki Yuga Labs, startup di balik proyek NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC).

Harga ApeCoin terpantau turun hampir 8% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 4,70 per keping pada saat artikel ini ditulis menurut data CoinMarketCap. Harga tertinggi dalam periode yang sama sebesar US$ 5,16. Sedangkan volume perdagangan ApeCoin dalam 24 jam terakhir naik hingga 142%.

Peringkat APE di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #38, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.441.312.680. Jumlah koin yang beredar 306.875.000 koin APE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin APE.

Baca juga: Tingkat Bitcoin Hash Rate Capai ATH Baru di Tengah Crypto Winter

2. XRP (XRP)

Analisis teknikal XRP (XRP).

Kripto XRP berpotensi akan alami fase bearish pada pekan ini. Salah satu kripto big cap ini akan tertekan karena faktor CEO Ripple Brad Garlinghouse, mengatakan ‘pertarungan’ yang berlarut-larut antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) hampir berakhir, tetapi masih bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Token asli XRP masih tertekan selama sebulan terakhir berkat meningkatnya spekulasi tentang penyelesaian yang sukses untuk kasus ini sebelum akhir tahun. Ripple akan mempertimbangkan penyelesaian dengan SEC asalkan XRP tidak diklasifikasikan sebagai security.

Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 24.472.439.639. Jumlah koin yang beredar 49.964.184.162 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.

3. Mdex (MDX)

Analisis teknikal Mdex (MDX).

Mdex (MDX) telah mendapat peringkat yang sangat bullish pada pekan lalu. Pekan ini diproyeksikan akan memasuki fase bearish akibat investor yang mulai jenuh atau overbought.

Peringkat MDX di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #286, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 71.226.759. Jumlah koin yang beredar 923.825.386 koin MDX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. Solana (SOL)

Analisis teknikal Solana (SOL).

Kripto SOL masih akan terpengaruh oleh kabar platform DeFi Berbasis Solana, Mango telah diretas dan mengalami kehilangan US$ 100 Juta. Mango Markets telah menjadi korban peretasan dalam eksploitasi terbaru. 

Sesuai perincian yang diberikan oleh situs web audit blockchain, OtterSec, penyerang berhasil mendapatkan sejumlah besar pinjaman dari Mango Treasury dengan memanipulasi agunan protokol DeFi. Hal ini mengakibatkan kerugian besar-besaran dana dari Mango Treasury.

Peringkat SOL di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #9, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 11.174.269.748. Jumlah koin yang beredar 357.458.481 koin SOL dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. Numeraire (NMR)

Analisis teknikal Numeraire (NMR).

Selama lima hari terakhir, Numeraire telah mendapatkan peringkat Sangat Bullish. Volume dan pergerakan harga NMR juga mengalami peningkatan.

Kinerja kripto NMR baru-baru ini telah membentuk pola reverse cup and handle. Ini dapat berguna baik bagi investor jangka pendek yang ingin mengakumulasikan portofolionya karena kemungkinan ada penurunan harga.

Peringkat NMR di CoinMarketCap pada Rabu (12/10) pukul 13.00 WIB adalah #199, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 89.975.650. Jumlah koin yang beredar 5.888.504 koin NMR dan maksimal pasokan 11.000.000 koin NMR.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Market

Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

Published

on

Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Market kripto memasuki tahun baru dengan semangat bullish. Bagaimana tidak? Bitcoin (BTC) yang merupakan kripto dengan market cap terbesar saja mampu memperoleh keuntungan lebih dari 35% dalam bulan pertama 2023.

Kapitalisasi pasar kripto global pun melampaui angka US$ 1 triliun setelah menghabiskan beberapa bulan di bawah US$ 900 miliar. Namun, pasar mulai turun menjelang akhir Januari 2023. Bagaimana dengan proyeksi Februari nanti?

Tim Riset Tokocrypto melihat Februari kemungkinan besar masih menjadi bulan yang baik untuk market kripto.Berdasarkan indeks Bitcoin Monthly Returns dalam dua tahun terakhir, Februari menjadi bulan bullish bagi Bitcoin. Apalagi Januari ini, Bitcoin mampu pecah rekor menjadi bulan dengan keuntungan lebih dari 40% yang terakhir terjadi pada tahun 2013.

“Februari optimis market kripto masih dalam tren bullish. Terlepas dari situasi makroekonomi ke depan, dari indeks Bitcoin Monthly Returns, BTC selalu untung di bulan Februari ini. Namun, investor juga patut waspada dengan efek dari kebijakan moneter The Fed,” jelas dalam analisisnya.

Akankah Market Kripto Terus Turun?

Bitcoin Monthly Returns.
Bitcoin Monthly Returns.

Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di mana jadi salah satu momen penentu pergerakan ekonomi dunia, market kripto terlihat koreksi dan investor cenderung memilih untuk wait and see. Rapat FOMC akan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023. Kemungkinan besar The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, namun tidak terlalu agresif dengan target kenaikan 25 basis poin (4,5% menjadi 4,75%).

“Penurunan ini juga kemungkinan karena kurangnya semangatnya investor dalam memperoleh keuntungan. Terlihat dari volume perdagangan Bitcoin telah melonjak 38,9%, sementara harganya tampaknya turun, menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.”

Inflasi di AS mendingin, dan suku bunga juga diperkirakan lebih ringan dari sebelumnya menjadi katalisator yang positif bagi pergerakan market kripto. Oleh karena itu, sentimen investor kemungkinan akan membaik selama beberapa bulan ke depan. Meskipun tidak ada yang dapat dikatakan dengan pasti sampai pertemuan FOMC selesai, banyak yang berharap segalanya menjadi lebih baik.

“Terlepas dari kenaikan suku bunga, investor juga akan fokus pada komentar yang dibuat oleh Ketua The Fed, Jerome Powell tentang ketahanan ekonomi, pasar kerja, pemulihan makro di AS. Jika dia mengisyaratkan langkah-langkah pelunakan ke depan, maka lonjakan harga jangka pendek diharapkan dapat terwujud.”

Analisis Teknikal

Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.
Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.

Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

Dengan demikian, aktivitas pasar dapat melonjak setelah diskusi FOMC selesai mengingat hasilnya positif. Namun, jika kenaikan suku bunga lebih tinggi dari yang diantisipasi, mungkin ada aksi jual yang lebih besar.

Dari segi analisis teknikal, jika The Fed memutuskan hasil seperti yang diharapkan, maka kenaikan sesaat yang dipicu oleh hype dapat membantu harga Bitcoin melampaui US$ 25.400 atau sekitar Rp 380 juta (kurs US$ 1 = Rp 14.989). Namun, jika kenaikan tersebut dianggap sebagai perpanjangan hawkish oleh investor, maka penurunan kemungkinan besar terjadi ke sekitar US$ 20.700 atau Rp 310 juta dapat diharapkan dan paling pahit menuju area US$ 18.800 (Rp 281 juta).

“Level US$ 24.000 sebagai zona penting bagi BTC untuk masuk periode bullish lanjutkan. Jika menembus titik itu mengharapkan likuiditas naik untuk dieksploitasi hingga dapat mendorong harga ke kisaran level resistensi di US$ 25.000.”

Di sisi lain dari Fear and Greed Index Crypto menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) telah berada di luar zona “Fear” selama 11 hari berturut-turut. Ini adalah waktu terlama Bitcoin berada di luar zona “Fear” sejak bulan Maret 2022 lalu. Sentimen Bitcoin masih positif per 30 Januari 2023 dengan berada di zona “Greed” dengan skor 61, level tertinggi sejak BTC menyentuh ATH nya pada 16 November 2021, ketika harganya mencapai US$ 69.000.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Continue Reading

Market

Bitcoin Terus Reli, Investor Kripto Tetap Bertahan Cari Untung

Published

on

Iustrasi aset kripto Bitcoin

Pergerakan kripto Bitcoin (BTC) terus reli kencang hingga menembus level US$ 23.000 pada hari Selasa (24/1) pagi. Secara keseluruhan market kripto terus menunjukan keperkasaannya sejak dua minggu lalu.

Tim riset Tokocrypto menjelaskan di awal pekan ke-4 Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$ 23.000, angka ini menjadikan harga tertinggi BTC sejak Agustus 2022.

“Walau ada sedikit mulai terlihat koreksi, tapi tidak signifikan. BTC masih berada di atas level psikologisnya dan momentum untuk bull run masih sangat besar,” tulis analisisnya.

Sentimen Positif

Ada beberapa penyebab harga aset kripto big cap melonjak dan kemungkinan akan bull run. Market tampaknya masih melanjutkan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat yang turun.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Hal tersebut tentunya menambah keyakinan investor kripto, bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil atau bersikap dovish sepanjang tahun 2023, karena tanda-tanda dari laporan CPI bahwa strategi The Fed telah berhasil menjinakan inflasi.

Disamping itu, indeks dolar AS (DXY) yang terpantau masih berkinerja buruk menjadi salah satu katalis kenaikan harga BTC pada hari Selasa (24/1) pukul 10.33 WIB berada di level 101.93 (-0,21%). Secara historis ketika DXY turun, sentimen untuk aset berisiko seperti Bitcoin meningkat. Pasar saham AS juga masih dalam situasi baik.

Kondisi Cukup Stabil

Kondisi makroekonomi yang cukup stabil menguntungkan market kripto. jika suku bunga AS mereda dan ekonomi tumbuh, Bitcoin dapat terus menguat. Semakin baik iklim makro, semakin baik untuk harga Bitcoin. Hal tersebut juga dapat membuat keseluruhan aset kripto mengalami penguatan harga lebih lanjut.

Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Sementara dari sisi situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya, tidak terlalu membuat investor khawatir. Namun, saat kabar itu muncul, BTC sempat terkoreksi sebentar sekitar 2%, tapi dapat kembali reli.

Saat ini, sentimen pasar kripto pun masih terlihat stabil dengan kondisi pasar yang cenderung sideways, setelah mengalami kenaikan harga. Fear and greed index ditutup pada level 52, dengan kategori Neutral dan lepas dari status Fear.

Investor Tetap Bertahan

Harga BTC yang telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, membantu investor jangka pendek dan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut firma analitik Glassnode, pada saat penulisan, persentase pemegang BTC yang mendapat untung jangka pendek meningkat menjadi 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC jangka panjang, menurut Glassnode.

Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

Sebagai informasi investor jangka panjang adalah individu yang memegang BTC lebih dari 155 hari, sedangkan investor jangka pendek kurang dari 155 hari.

Dikutip Cointelegraph, laporan Glassnode menunjukkan bahwa pemegang BTC jangka panjang tetap teguh dan tidak keluar dari pasar atau taking profit, ​​bahkan setelah kerugian lebih dari setahun.

Analisis perilaku menunjukkan bahwa pemegang jangka pendek dan penambang telah termotivasi oleh kesempatan untuk melikuidasi sebagian dari kepemilikan mereka. Sebaliknya, pasokan yang dipegang oleh pemegang jangka panjang terus tumbuh, yang dapat dikatakan sebagai sinyal kekuatan dan keyakinan di seluruh kelompok ini.

Continue Reading

Market

Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

Published

on

Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

Mengawali tahun 2023, market kripto nampak bergairah. Terbukti harga Bitcoin (BTC) kembali capai level psikologis di atas US$ 20.000 atau sekitar Rp 300 juta dalam beberapa hari terakhir.

Tim analis Tokocrypto melihat kenaikan market ini didorong oleh indeks dolar AS (DXY) yang mendingin dan data inflasi AS yang positif dalam laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru dirilis pekan lalu, menjaga laju kripto yang lebih tinggi.

Data inflasi AS diumumkan turun sesuai dengan prediksi menjadi sebesar 6,5 persen. Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin dari 50 bps pada bulan Desember 2022.

Sejak harga Bitcoin naik ke level tertinggi tahunan di level US$ 18.898 pada 12 Januari lalu, banyak investor dan trader yang menyakini bahwa US$ 15.600 merupakan titik bottom BTC yang baru. 

Sentimen Positif

Kenaikan ke titik US$ 20.000 ini merupakan yang pertama kalinya sejak keruntuhan, FTX, yang mulai kolaps pada November lalu. Saat itu, BTC terjun bebas dari US$ 21.300 menjadi US$ 15.600 atau 20% hanya dalam waktu lima hari saja. Meski harga masih belum pulih sepenuhnya, nilai BTC saat ini masih lebih rendah 71% dari all time high (ATH) di US$ 69.000 pada November 2021.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

“Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini juga menjadi menambah kepercayaan diri pelaku pasar kripto, sehingga sentimen market kembali positif,” jelas Tim Analis Tokocrypto.

Ada kenaikan dari Fear and Greed Index yang berhasil menyentuh level 45 pada Senin (16/1) ATAU naik 20 poin dari tujuh hari sebelumnya. Pencapaian market pada pekan lalu, bisa dilabeli sebagai “green weekend”, karena keseluruhan aset kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik Bitcoin maupun altcoin pada penutupan kandil mingguannya.

Ancaman Bull Trap dan Overbought

Dari analisis teknikal, Bitcoin tampaknya sudah masuk dalam zona resistensi yang berada di kisaran angka US$ 21.000. Namun di sisi lain ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai investor.

Tekanan beli tinggi menjadi faktor utama naiknya harga Bitcoin, hal tersebut terlihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang berhasil menyentuh level 50. Jika sinyal RSI berada di atas 50, maka tren sedang naik.

Di sisi lain, tim Analis Tokocrypto melihat dari RSI BTC sudah menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Dengan sinyal tersebut harga BTC diproyeksikan akan kembali terkoreksi. Overbought sudah sering terjadi di market kripto, ketika harga aset sudah mencapai reli panjang, akan mengalami sedikit koreksi dan ada kemungkinan bisa bull run.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

Menanti Sikap The Fed

Saat ini, BTC mungkin akan mengalami pola koreksi jika gagal breakout. Level resistensi terdekat berada di US$ 21.321 dan menjadi penghalang terdekat yang harus ditembus untuk bergerak lebih tinggi. Namun, apabila terjadi breakout akan menarik ke level support pada harga US$ 20.879.

Di samping itu, sikap The Fed juga menjadi penentu masa depan market kripto. Jika melihat pergerakan suku bunga pada pertemuan FOMC di Februari mendatang terjadi kenaikan sebesar 50 basis poin, maka masih berada di jalan yang panjang untuk menekan inflasi AS pada tahun ini.

Secara mayoritas, para ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan memungkinkan Bitcoin untuk pulih secara tajam dalam waktu dekat. Seperti di pasar yang tidak pasti seperti ini, investor tidak akan memilih untuk berinvestasi atau membeli aset berisiko, seperti Bitcoin.

Continue Reading

Popular