Altcoin News
Voting MRC-165 Masuki Fase Serius, Mars Protocol Terancam Dibubarkan?
Proposal MRC-165 untuk menghentikan operasional Mars Protocol masuk tahap voting on-chain. Menurut Tim Research Tokocrypto, keputusan untuk membubarkan protokol adalah berita fundamental yang sangat negatif bagi nilai jangka panjang MARS.
Komunitas Mars Protocol tengah berada di titik kritis setelah Proposal MRC-165 resmi memasuki tahap voting on-chain.
Sebagaimana dilansir Coinmarketcal pada Rabu (25/2), proposal ini mengusulkan penghentian seluruh operasional protokol secara permanen.
Jika disetujui, proses pembubaran terstruktur akan dimulai pada 24 Februari dan berlanjut hingga distribusi dana terakhir pada 21 Maret.
Langkah ini sontak memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pengguna, terutama terkait masa depan token MARS yang menjadi tulang punggung ekosistem.
Baca Juga: Data On-Chain Bitcoin Isyaratkan Potensi Kenaikan Harga BTC
Daftar Isi
Skema Penutupan: LTV Dipangkas, Deleveraging Dimulai
Berdasarkan detail proposal, skenario penutupan akan dijalankan secara bertahap guna menghindari guncangan sistemik yang terlalu mendadak.
Tahapan utama proposal tersebut mencakup penurunan rasio Loan-to-Value (LTV) harian sebesar 3%; deleveraging progresif pada seluruh aset yang tersedia; penyelesaian penuh seluruh kewajiban utang; dan distribusi sisa dana kepada deposan pada 21 Maret.
Strategi ini bertujuan memberi waktu kepada peminjam untuk menyesuaikan posisi mereka sebelum batas pinjaman semakin ketat.
Namun, dalam praktiknya, penurunan LTV harian bisa memicu aksi penutupan posisi lebih awal demi menghindari risiko likuidasi.
Jika banyak pengguna melakukan deleveraging secara bersamaan, volatilitas harga berpotensi meningkat drastis.
Sentimen Fundamental Sangat Negatif
Dari perspektif fundamental, pembubaran protokol berarti hilangnya utilitas utama token MARS. Tanpa aktivitas lending, staking, atau insentif ekosistem, nilai ekonomi token akan tergerus signifikan.
Tim Research Tokocrypto menilai situasi ini sebagai ancaman serius bagi pemegang token.
“Keputusan untuk membubarkan protokol adalah berita fundamental yang sangat negatif bagi nilai jangka panjang MARS. Meskipun rencana distribusi dana sisa ada, proses deleveraging paksa dan penutupan aktivitas peminjaman akan memicu volatilitas tinggi. Investor kemungkinan besar akan mencari exit liquidity segera, yang akan memberikan tekanan jual masif pada token MARS,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan tersebut menegaskan potensi terjadinya aksi jual besar-besaran jika investor kehilangan kepercayaan terhadap keberlanjutan proyek.
Risiko Exit Liquidity dan Lonjakan Volatilitas
Dalam banyak kasus pembubaran protokol DeFi, fase voting dan implementasi sering menjadi periode paling bergejolak.
Investor spekulatif cenderung keluar lebih dulu untuk mengamankan modal, terutama jika tidak ada rencana restrukturisasi atau pivot bisnis yang jelas.
Tekanan jual dapat muncul dari beberapa sisi, termasuk pemegang token yang ingin keluar sebelum likuiditas menipis; ketidakpastian nilai distribusi dana sisa; hingga hilangnya prospek pertumbuhan jangka panjang.
Di sisi lain, proses deleveraging juga dapat memengaruhi harga aset jaminan jika terjadi pelepasan posisi dalam jumlah besar secara bersamaan.
Distribusi Dana: Solusi atau Sekadar Penutup Buku?
Rencana distribusi dana kepada deposan pada 21 Maret memang memberi kepastian bagi penyedia likuiditas. Namun bagi pemegang token MARS, langkah ini tidak serta-merta menciptakan nilai baru.
Distribusi dana lebih bersifat likuidasi terkontrol dibanding strategi penyelamatan proyek.
Tanpa roadmap baru atau transformasi model bisnis, token MARS berisiko kehilangan daya tariknya setelah operasional resmi dihentikan.
Apa yang Harus Dicermati Investor?
Beberapa faktor penting dalam periode ini meliputi hasil akhir voting dan tingkat partisipasi komunitas dan lonjakan volume perdagangan MARS di pasar sekunder.
Selain itu, respons peminjam terhadap penurunan LTV harian dan transparansi pelaporan selama proses unwind juga jangan luput dari perhatian.
Periode 24 Februari hingga 21 Maret berpotensi menjadi fase paling menentukan bagi harga MARS.
Baca Juga: Tiga Altcoin Stablecoin Protocol Ini Kuasai Ratusan Triliun Rupiah
Voting Proposal MRC-165 membuka kemungkinan berakhirnya operasional Mars Protocol secara permanen.
Dengan rencana penutupan terstruktur dan deleveraging progresif, protokol mencoba menghindari kekacauan pasar. Namun secara fundamental, ini menjadi pukulan berat bagi nilai jangka panjang token MARS.
Jika disetujui, fase transisi ini kemungkinan besar akan diwarnai volatilitas ekstrem dan tekanan jual signifikan.
Investor disarankan untuk memantau dinamika pasar dengan cermat dan mempertimbangkan risiko likuiditas dalam mengambil keputusan investasi.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event5 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Altcoin News7 days agoMYX Finance Anjlok 70% dan Masuk Zona Oversold, Koreksi Berlanjut?
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa harga BTC hari ini: Bitcoin Menguat ke $67.237, Sinyal Rebound?
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa harga BTC Hari Ini: Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

