Connect with us

Market

Serangan Fisik ke Pemilik Kripto Diprediksi Tembus Rekor

CertiK memproyeksikan crypto wrench attack dapat mencapai 130 kasus sepanjang 2026.
Pemilik Kripto Perlu Tingkatkan Keamanan Pribadi
Tim Research Tokocrypto melihat lonjakan crypto wrench attack menjadi peringatan bahwa keamanan aset digital tidak hanya bergantung pada teknologi.

Tivan

Published

on

kesalahan investor

Perusahaan keamanan blockchain CertiK memproyeksikan crypto wrench attack dapat mencapai 130 kasus sepanjang 2026. Jika proyeksi ini terjadi, kerugian akibat serangan fisik terhadap pemilik aset digital berpotensi mencapai ratusan juta dolar AS.

Crypto wrench attack merujuk pada serangan fisik atau ancaman kekerasan yang dilakukan untuk memaksa korban menyerahkan akses wallet, private key, seed phrase, atau aset kripto mereka.

34 Kasus Terverifikasi dalam Empat Bulan

Dikutip BeInCrypto, CertiK mencatat 34 insiden terverifikasi sepanjang Januari hingga April 2026. Jumlah tersebut naik 41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Estimasi kerugian dari kasus-kasus tersebut mencapai sekitar US$101 juta. Angka ini mencakup pembayaran tebusan, dana yang dibekukan, hingga tuntutan yang gagal dipenuhi.

Secara bulanan, CertiK mencatat 13 insiden pada Januari, 5 insiden pada Februari, 10 insiden pada Maret, dan 5 insiden pada April. Penurunan pada Februari disebut berkaitan dengan efek tertunda dari operasi kepolisian besar-besaran di Eropa pada akhir Januari, sebelum kasus kembali meningkat pada Maret.

Baca juga: FBI dan Polisi Indonesia Bongkar Jaringan Penipuan $20 Juta

Eropa Jadi Pusat Serangan

Eropa menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbesar. Dari 34 serangan yang tercatat, 28 kasus terjadi di Eropa. Angka ini menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan 2025, ketika Eropa menyumbang sekitar 39,5% dari total kasus.

Prancis menjadi negara paling terdampak dengan 24 kasus hanya dalam empat bulan. Jumlah tersebut sudah melampaui total 20 kasus yang tercatat sepanjang tahun lalu.

Kementerian Dalam Negeri Prancis juga mengonfirmasi bahwa sejak Januari terdapat 41 insiden yang berkaitan dengan serangan fisik terhadap pemilik aset kripto. Artinya, rata-rata terjadi satu insiden setiap 2,5 hari.

Wilayah Lain Justru Menurun

Berbeda dengan Eropa, wilayah lain mencatat penurunan kasus. Di Amerika Utara, jumlah serangan turun dari 9 menjadi 3 kasus. Sementara itu, Asia turun dari 25 menjadi hanya 2 kasus.

Perubahan ini menunjukkan bahwa pola serangan mulai terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama negara-negara yang memiliki ekosistem kripto aktif dan banyak pelaku industri yang mudah diidentifikasi.

Prancis Jadi Target karena Ekosistem Kripto Besar

CertiK menilai lonjakan kasus di Prancis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Negara tersebut memiliki sejumlah perusahaan besar di industri kripto, sehingga menarik perhatian pelaku kejahatan.

Selain itu, kebocoran data sensitif dan budaya publikasi kekayaan juga dinilai dapat meningkatkan risiko. Ketika kepemilikan aset digital seseorang lebih mudah diketahui, risiko pemerasan dan serangan fisik juga meningkat.

Sebelumnya, pelaku kejahatan biasanya membutuhkan pengawasan fisik untuk mengidentifikasi target. Namun, dengan meningkatnya jejak digital dan data finansial yang terekspos, proses pencarian target menjadi lebih mudah.

Serangan Bergeser ke Human Layer

CertiK menilai pelaku kejahatan mulai mengalihkan fokus dari eksploitasi teknis ke serangan terhadap manusia. Ketika keamanan wallet, smart contract, dan protokol semakin kuat, titik lemah yang paling mudah diserang adalah pemilik aset itu sendiri.

Dengan kata lain, jika perlindungan teknis semakin sulit ditembus, pelaku kejahatan dapat memilih cara yang lebih langsung, yaitu kekerasan fisik atau ancaman terhadap pemilik aset.

CertiK menyebut selama kepemilikan kripto masih dapat dikaitkan dengan data finansial yang mudah diidentifikasi, pemaksaan fisik akan tetap menjadi jalur serangan yang dianggap paling rasional secara ekonomi oleh pelaku kriminal.

Pemilik Kripto Perlu Tingkatkan Keamanan Pribadi

Tim Research Tokocrypto melihat lonjakan crypto wrench attack menjadi peringatan bahwa keamanan aset digital tidak hanya bergantung pada teknologi.

“Pemilik aset kripto juga perlu memperhatikan keamanan pribadi, privasi data, dan cara mereka membagikan informasi finansial di ruang publik,” sarannya.

Menghindari publikasi jumlah kepemilikan aset, menjaga kerahasiaan lokasi, menggunakan multi-signature wallet, memisahkan hot wallet dan cold wallet, serta membatasi akses fisik terhadap perangkat penyimpanan dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.

Risiko Kripto Kini Tidak Hanya Digital

Proyeksi CertiK menunjukkan bahwa ancaman terhadap pemilik aset digital semakin berkembang. Serangan tidak lagi hanya terjadi melalui phishing, malware, atau eksploitasi smart contract, tetapi juga melalui kekerasan fisik.

Jika tren ini berlanjut, 2026 berpotensi menjadi tahun dengan jumlah crypto wrench attack tertinggi. Industri kripto perlu memperkuat edukasi keamanan personal, sementara investor perlu memahami bahwa perlindungan aset digital juga harus mencakup perlindungan identitas dan keselamatan fisik.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending