Market
Apakah IPO SpaceX Memicu Penurunan Bitcoin?
Bitcoin turun tajam sekitar 16% pada periode yang sama ketika SpaceX mulai memasarkan rencana IPO besar-besaran.
Menurut Tim Research Tokocrypto, masalahnya, on-chain data tidak bisa melihat semua aktivitas.
Bitcoin turun tajam sekitar 16% pada periode yang sama ketika SpaceX mulai memasarkan rencana IPO besar-besaran. Hal ini memunculkan spekulasi online bahwa sebagian investor ritel menjual crypto untuk menyiapkan dana membeli saham SpaceX.
Bitcoin bahkan sempat turun di bawah US$60.000 sebelum kembali bergerak di sekitar US$61.000.
Namun, data on-chain belum menunjukkan bukti kuat bahwa penurunan Bitcoin benar-benar dipicu oleh arus keluar besar-besaran menuju IPO SpaceX.

Daftar Isi
Stablecoin Flow Tidak Tunjukkan Cash Rush
Jika investor menjual Bitcoin untuk menyiapkan dana tunai, biasanya alurnya terlihat melalui stablecoin seperti USDC atau Tether. Trader bisa menjual BTC menjadi stablecoin, lalu menebusnya menjadi dolar untuk masuk ke akun brokerage.
Namun, data CryptoQuant tidak menunjukkan outflow USDC atau USDT yang tidak biasa selama sell-off terbaru.
Pergerakan stablecoin masih berada dalam rentang normal sejak Februari. Bahkan, outflow stablecoin harian terbesar justru terjadi sebelum penurunan Bitcoin terbaru, yaitu US$2,5 miliar USDC pada 22 Mei dan US$3,6 miliar USDT pada 20 Mei.
Bitcoin dan Ether Justru Keluar dari Exchange
Menariknya, data CryptoQuant menunjukkan Bitcoin dan Ether mengalami exchange withdrawal besar pada hari Jumat. Sekitar 66.470 BTC dan 2,49 juta ETH keluar dari exchange, termasuk salah satu total harian terbesar tahun ini.
Pergerakan seperti ini biasanya tidak identik dengan panic selling. Jika investor ingin menjual, mereka cenderung mengirim coin ke exchange.
Sebaliknya, ketika coin keluar dari exchange, itu sering menandakan pembeli mengambil aset ke private wallet setelah akumulasi.
Baca Juga: IPO SpaceX Bisa Guncang Pasar Crypto, Ini 3 Hal Besar
IPO SpaceX Memang Menarik Perhatian Retail
Spekulasi ini tetap muncul karena IPO SpaceX memang sangat besar. Reuters melaporkan SpaceX berencana menggalang US$75 miliar melalui IPO dengan harga US$135 per saham.
Perusahaan tersebut disebut menargetkan valuasi sekitar US$1,75 triliun.
IPO ini juga menarik karena investor ritel diperkirakan mendapat akses yang lebih besar dari biasanya melalui platform seperti Robinhood, Fidelity, dan Charles Schwab.
Demand SpaceX Disebut Dua Kali Lebih Besar dari Target
Permintaan untuk IPO SpaceX dilaporkan sudah mencapai sekitar US$150 miliar, atau hampir dua kali lipat dari target offering.
SpaceX diperkirakan akan menentukan harga IPO pada 11 Juni dan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Juni dengan ticker SPCX.
Dengan antusiasme sebesar itu, wajar jika muncul teori bahwa sebagian investor menjual aset crypto untuk ikut masuk ke IPO.
Namun, sejauh ini teori tersebut belum terkonfirmasi dari data on-chain.
Brokerage Data Masih Jadi Blind Spot
Menurut Tim Research Tokocrypto, masalahnya, on-chain data tidak bisa melihat semua aktivitas. Jika pengguna menjual crypto langsung di akun Robinhood atau Coinbase lalu menyimpan dolar di akun tersebut, transaksi itu tidak selalu terlihat sebagai perpindahan coin di blockchain publik.
“Karena itu, teori “crypto dijual untuk beli IPO SpaceX” baru bisa lebih jelas jika broker seperti Robinhood atau Coinbase merilis data aktivitas pengguna,” ungkapnya.
Robinhood biasanya melaporkan data trading bulanan, sementara Coinbase melaporkan aktivitas ritel dalam laporan kuartalan.
ETF Outflow Jadi Bukti Tekanan Jual yang Lebih Jelas
Sumber tekanan jual yang lebih terkonfirmasi justru berasal dari ETF. Spot Bitcoin ETF mencatat outflow lebih dari US$4,3 miliar dalam rekor 13 sesi berturut-turut hingga 3 Juni.
Ether ETF juga sempat mencatat outflow 17 sesi berturut-turut sebelum akhirnya berhenti.
Berbeda dengan spekulasi retail ke IPO SpaceX, ETF outflow lebih jelas dampaknya karena redemption produk ETF mengharuskan issuer menjual underlying coin.
Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

