Connect with us

Bitcoin News

Miner Bitcoin Mulai Akumulasi Setelah BTC Jatuh di Bawah US$60.000

Bitcoin sempat jatuh di bawah US$60.000, lalu rebound sekitar 1,6% ke area US$63.100.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan funding rate Bitcoin saat ini berada di sekitar 0,005%.

Tivan

Published

on

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Bitcoin sempat jatuh di bawah US$60.000, lalu rebound sekitar 1,6% ke area US$63.100. Namun, sinyal paling penting bukan hanya dari harga, melainkan dari perilaku miner.

Dilaporkan BeInCrypto, setelah enam minggu berturut-turut menjual, miner Bitcoin kini mulai kembali mencatat net accumulation. Perubahan ini muncul tepat setelah BTC membentuk cycle low terbaru, sehingga pasar mulai memperhatikan apakah fase tekanan jual mulai mendekati titik lelah.

Miner Berhenti Menjual Setelah 6 Minggu

Sejak 5 Juni, miner Bitcoin mencatat tiga hari berturut-turut net position change positif. Artinya, miner mulai menambah kepemilikan BTC, bukan lagi mengurangi saldo mereka.

Sebelumnya, miner berada dalam fase jual sejak 23 April hingga 4 Juni. Ini menjadi salah satu fase capitulation miner yang cukup panjang sepanjang tahun ini.

Perubahan dari selling ke accumulation penting karena miner biasanya memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi ekonomi jaringan, biaya operasional, dan pendapatan mining.

Pola Mirip dengan Bottom Sebelumnya

Timing perubahan ini menarik karena mirip dengan pola pada akhir Februari. Saat itu, Bitcoin membentuk local bottom di sekitar US$64.088, lalu miner flows berubah positif pada awal Maret.

Setelah itu, harga Bitcoin mulai pulih.

Jika pola serupa kembali terjadi, akumulasi miner setelah penurunan tajam bisa menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda. Namun, sinyal ini masih perlu dikonfirmasi oleh data lain, terutama revenue jaringan dan leverage pasar.

Network Revenue Bitcoin Naik ke Level Tertinggi 2026

Sinyal kedua datang dari pendapatan jaringan Bitcoin. Network revenue, yaitu total biaya transaksi yang diterima miner, naik menjadi 89 BTC pada Mei.

Ini menjadi pembacaan bulanan tertinggi sepanjang 2026, melampaui Februari sebesar 80 BTC, Maret 79 BTC, dan April 74 BTC.

Kenaikan fee revenue penting karena miner mendapatkan tambahan pendapatan dari biaya transaksi. Jika pendapatan naik, tekanan untuk menjual BTC demi menutup biaya operasional bisa berkurang.

Baca juga: Miner Menyerah, Sinyal Bitcoin Bakal Bullish

Fee Income Bantu Kurangi Tekanan Jual Miner

Ketika fee income membaik, miner tidak harus terlalu agresif menjual cadangan BTC mereka. Inilah yang bisa menjelaskan mengapa net position miner mulai berubah positif.

Dengan kata lain, akumulasi miner tidak berdiri sendiri. Sinyal ini diperkuat oleh membaiknya pendapatan jaringan pada Mei.

Untuk Juni, network revenue sementara berada di 26 BTC, tetapi angka ini baru mencakup delapan hari pertama, sehingga belum bisa dianggap sebagai penurunan tren.

Open Interest Turun, Risiko Long Flush Berkurang

Sinyal ketiga datang dari pasar derivatif. Total open interest Bitcoin turun dari sekitar US$31,26 miliar pada akhir Mei menjadi sekitar US$22,31 miliar, setelah sempat menyentuh US$21,09 miliar.

Penurunan open interest berarti leverage di pasar sudah jauh berkurang setelah crash sebelumnya.

Ini penting karena risiko cascading long liquidation menjadi lebih kecil ketika posisi leverage tidak lagi terlalu padat.

Funding Masih Positif, Tapi Leverage Lebih Ringan

Tim Research Tokocrypto menjelaskan funding rate Bitcoin saat ini berada di sekitar 0,005%. Angka ini sedikit di bawah 0,006% pada awal Juni, sebelum harga crash.

Bedanya, saat ini open interest jauh lebih rendah. Jadi, meskipun trader masih condong long, risiko long flush sebesar sebelumnya lebih rendah karena leverage total sudah menyusut.

Kondisi ini memberi ruang bagi pasar untuk stabil, selama open interest tidak kembali naik terlalu cepat.

Masih Ada Sinyal Risiko

Meski tiga sinyal utama terlihat lebih positif, pasar belum sepenuhnya aman. Funding yang kembali positif menunjukkan pembeli mulai condong long lagi.

Selain itu, beberapa whale baru disebut mulai merealisasikan kerugian, yang menandakan tekanan jual belum sepenuhnya hilang.

Jika BTC gagal mempertahankan area rebound dan open interest kembali naik terlalu cepat, risiko volatilitas lanjutan masih bisa muncul.

Tiga Data yang Harus Dipantau

Untuk melihat apakah sinyal bottom ini valid, ada tiga data utama yang perlu dipantau.

Pertama, apakah miner accumulation bertahan lebih dari beberapa hari. Jika miner terus menambah BTC, sinyalnya semakin kuat.

Kedua, apakah network revenue Juni mampu melanjutkan tren positif dari Mei. Fee revenue yang kuat dapat mengurangi kebutuhan miner untuk menjual.

Ketiga, apakah open interest tetap terkendali. Jika leverage kembali melonjak terlalu cepat, pasar bisa kembali rentan terhadap liquidation cascade.

Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending