Bitcoin News
Bitcoin Turun Setelah AS Serang Iran, Geopolitik Tekan Pasar Crypto
Bitcoin kembali melemah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Tim Research Tokocrypto melihat sebelum penurunan terbaru, Bitcoin sudah sempat berfluktuasi di sekitar US$60.000 akibat tekanan dari konflik Iran-Israel.
Bitcoin kembali melemah setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Harga BTC dilaporkan turun lebih dari 3% ke sekitar US$61.766 pada Selasa, setelah sebelumnya sempat bertahan di atas US$62.000.
Dilaporkan Coingape, tekanan ini muncul saat pasar crypto sudah berada dalam sentimen bearish. Eskalasi geopolitik membuat investor mengurangi eksposur ke aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin.
Beberapa laporan menyebut CENTCOM melakukan “self-defense strikes” terhadap Iran setelah insiden jatuhnya helikopter Apache AS di dekat Selat Hormuz.
Daftar Isi
Selat Hormuz Jadi Titik Risiko Utama
Ketegangan meningkat setelah helikopter Apache Angkatan Darat AS dilaporkan jatuh atau ditembak jatuh di area dekat Selat Hormuz. Dua pilot disebut selamat dan tidak mengalami luka.
Selat Hormuz menjadi titik sensitif karena merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Ketika ketegangan militer meningkat di kawasan ini, pasar biasanya langsung bereaksi melalui kenaikan risiko minyak, penguatan safe-haven, dan tekanan terhadap aset spekulatif.
Bagi Bitcoin, situasi seperti ini sering memicu volatilitas karena investor cenderung mengurangi posisi leverage dan mencari aset yang dianggap lebih defensif.
Trump Sebut AS Harus Merespons
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat harus merespons insiden tersebut. Ia mengatakan dua pilot berhasil selamat, tetapi serangan terhadap helikopter AS tidak bisa dibiarkan tanpa respons.
Namun, beberapa laporan juga menyebut Washington mencoba membatasi eskalasi agar tidak berubah menjadi perang skala penuh. Serangan AS disebut menargetkan area radar dan pertahanan udara Iran di sekitar Selat Hormuz.
Pernyataan ini membuat pasar berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, respons militer meningkatkan risiko konflik. Di sisi lain, sinyal bahwa AS tidak ingin perang penuh dapat menahan kepanikan lebih besar.
Iran Bantah Sengaja Menargetkan Helikopter
Iran dilaporkan membantah bahwa pihaknya sengaja menargetkan helikopter tersebut. Pejabat Iran menyebut insiden itu bisa terjadi karena meningkatnya ketegangan di kawasan, bukan karena serangan yang direncanakan.
Namun, pasar biasanya tidak menunggu kepastian penuh dalam situasi seperti ini. Ketika ada risiko militer antara AS dan Iran, reaksi awal investor cenderung defensif.
Inilah yang membuat Bitcoin dan pasar crypto lebih mudah tertekan dalam jangka pendek.
Likuidasi Long Menambah Tekanan
Selain tekanan geopolitik, pasar crypto juga menghadapi likuidasi posisi long. Data yang dikutip dalam laporan menyebut posisi long crypto senilai US$1,39 juta dilikuidasi dalam satu jam.
Bitcoin menyumbang sebagian besar tekanan tersebut, dengan lebih dari US$136 juta posisi BTC dilikuidasi dalam 24 jam terakhir.
Likuidasi seperti ini dapat mempercepat penurunan harga karena posisi leverage yang dipaksa tertutup menciptakan tekanan jual tambahan.
Baca Juga: Altcoin Meledak Tiba-Tiba, Dua Faktor Utama Dorong Reli Pasar
Bitcoin Masih Rentan di Area US$60.000
Tim Research Tokocrypto melihat sebelum penurunan terbaru, Bitcoin sudah sempat berfluktuasi di sekitar US$60.000 akibat tekanan dari konflik Iran-Israel.
“Area US$60.000 kini menjadi support psikologis penting. Jika level ini kembali diuji dan gagal bertahan, sentimen pasar bisa semakin melemah,” jelasnya.
Sebaliknya, jika BTC mampu bertahan di atas US$60.000 dan kembali merebut area US$62.000–US$63.000, pasar berpeluang masuk fase stabilisasi jangka pendek.
Geopolitik Menambah Beban di Tengah Data Makro
Tekanan geopolitik datang pada saat pasar juga sedang menunggu data makro penting seperti CPI dan PPI AS.
Artinya, crypto menghadapi dua sumber volatilitas sekaligus: ketidakpastian suku bunga dan risiko konflik militer.
Jika data inflasi AS lebih tinggi dari ekspektasi sementara konflik AS-Iran memburuk, Bitcoin bisa menghadapi tekanan ganda dari sisi likuiditas dan risk sentiment.

Dampak ke Altcoin Bisa Lebih Besar
Ketika Bitcoin turun karena risiko geopolitik, altcoin biasanya lebih rentan. Aset dengan kapitalisasi lebih kecil cenderung mengalami volatilitas lebih besar karena likuiditasnya lebih tipis.
Token high-beta yang sebelumnya naik karena rotasi spekulatif juga bisa mengalami koreksi cepat jika trader mulai mengurangi risiko.
Karena itu, selama konflik belum mereda, pasar altcoin kemungkinan tetap bergerak tidak stabil.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

