Connect with us

Solana News

Harga Solana Kembali di Bawah US$70, Mulai Kehabisan Tenaga?

Meski harga Solana masih mencatat kenaikan mingguan 3,43%, tapi tekanan jual membuat SOL kembali menguji area psikologis US$70.

Tivan

Published

on

Solana

Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam sepekan terakhir, Solana (SOL) kembali menghadapi tekanan.

Harga aset kripto terbesar ketujuh di dunia itu turun sekitar 3,75% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran US$69,16.

Penurunan ini membuat harga Solana kembali berada di bawah level psikologis US$70, sebuah area yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi titik penting bagi investor untuk mengukur kekuatan tren jangka pendek.

Meski demikian, cerita Solana saat ini tidak sesederhana soal harga yang turun dalam sehari.

Di balik koreksi tersebut, SOL masih mencatat kenaikan sekitar 3,43% dalam tujuh hari terakhir, menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan optimisme terhadap salah satu blockchain terbesar di industri kripto ini.

Baca Juga: Kehilangan Momentum, Harga Solana Turun 11% Sepekan

Level US$70 Kembali Jadi Ujian Besar

Dalam dunia kripto, angka bulat sering kali memiliki makna lebih dari sekadar nilai nominal.

Untuk Solana, level US$70 menjadi salah satu area yang selama beberapa bulan terakhir kerap menentukan arah pergerakan harga.

Pada perdagangan terbaru di Tokocrypto pada Jumat (19/6), harga Solana sempat menyentuh level tertinggi harian di US$72,05 sebelum tekanan jual mendorong harga anjlok hingga menyentuh US$68,31.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pembeli masih kesulitan mempertahankan momentum ketika harga mulai mendekati area resistance.

Kini perhatian pasar tertuju pada kemampuan Solana bertahan di sekitar level saat ini. Jika tekanan jual terus berlanjut, pasar berisiko melihat SOL kembali memasuki fase pelemahan yang lebih panjang.

Reli Mingguan Mulai Diuji

Koreksi terbaru datang di saat Solana sebenarnya sedang mencoba membangun momentum pemulihan. Dalam tujuh hari terakhir, Solana masih mencatat penguatan sekitar 3,43%.

Kenaikan tersebut memang tidak sebesar reli yang terjadi sebelumnya, tetapi cukup menunjukkan bahwa minat beli belum sepenuhnya menghilang.

Masalahnya, reli jangka pendek sering kali menghadapi ujian ketika investor mulai mengambil keuntungan.

Inilah yang kemungkinan terjadi dalam beberapa hari terakhir, ketika sebagian pelaku pasar memilih mengamankan profit setelah kenaikan sebelumnya.

Jika pembeli mampu kembali menguasai pasar, koreksi saat ini bisa dianggap sebagai jeda sehat. Namun jika tekanan jual terus mendominasi, reli mingguan tersebut berpotensi kehilangan tenaga lebih cepat dari yang diperkirakan.

Gambaran Besarnya Masih Belum Ideal

Meski sempat menguat dalam sepekan terakhir, data jangka menengah menunjukkan bahwa Solana masih berada dalam fase pemulihan yang belum selesai.

Harga SOL masih turun sekitar 17,86% dalam 30 hari terakhir. Dalam periode dua bulan, pelemahannya mencapai 18,11%, sementara dalam tiga bulan terakhir Solana telah kehilangan sekitar 23,57% nilainya.

Angka-angka tersebut menggambarkan bahwa pasar masih berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk altcoin seperti Solana.

Dengan kata lain, kenaikan mingguan yang terjadi saat ini belum cukup kuat untuk mengubah tren jangka menengah yang masih cenderung negatif.

Aktivitas Pasar Masih Tinggi

Meskipun harga sedang melemah, aktivitas perdagangan Solana masih tergolong ramai.

Volume transaksi SOL dalam 24 jam terakhir mencapai sekitar US$2,29 miliar, sementara kapitalisasi pasarnya bertahan di kisaran US$40 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Solana masih menjadi salah satu aset kripto yang paling aktif diperdagangkan di pasar global.

Likuiditas yang tinggi ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak investor masih menjadikan SOL sebagai aset yang menarik untuk dipantau, terutama ketika pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Jarak ke Rekor Tertinggi Masih Sangat Jauh

Harga Solana saat ini juga masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang pernah mencapai US$294,33.

Artinya, meskipun SOL telah menunjukkan beberapa kali upaya pemulihan, nilainya masih lebih dari 75% di bawah puncak historis tersebut.

Kondisi ini mencerminkan dua sisi yang berbeda: di satu sisi menunjukkan besarnya tekanan yang pernah dialami Solana, tetapi di sisi lain juga menggambarkan ruang pemulihan yang masih terbuka jika sentimen pasar kembali membaik.

Baca Juga: Kembali Bersinar, Harga Solana Naik 8% dalam Sepekan

Apa yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya?

Untuk saat ini, fokus investor tertuju pada satu pertanyaan utama: apakah Solana mampu kembali bertahan di atas US$70?

Jika pembeli berhasil merebut kembali level tersebut, pasar berpotensi melihat upaya pemulihan menuju area US$72 hingga US$75.

Namun jika tekanan jual terus berlanjut dan SOL gagal mempertahankan area US$68–US$69, risiko koreksi yang lebih dalam akan semakin besar.

Koreksi 3,75% hari ini memang menjadi pengingat bahwa volatilitas masih tinggi.

Namun selama minat beli tetap muncul dan kenaikan mingguan masih bertahan, peluang Solana untuk kembali membangun momentum belum sepenuhnya tertutup.

Saat ini, pasar hanya sedang menguji seberapa kuat fondasi pemulihan yang telah dibangun dalam beberapa pekan terakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending