Connect with us

Academy

Harga XRP Turun 3,51%, Dekati Level Kritis US$1,10

Harga XRP turun 3,51% dalam 24 jam terakhir ke level US$1,13. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif XRP yang kini telah terkoreksi hampir 22% dalam tiga bulan terakhir.

Tivan

Published

on

XRP kembali menjadi salah satu aset kripto yang berada di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan yang sempat muncul beberapa waktu lalu.

Dalam 24 jam terakhir, harga XRP turun sekitar 3,51% dan diperdagangkan di kisaran US$1,13, mendekati area support penting yang kini menjadi perhatian pelaku pasar.

Pelemahan ini tidak hanya memperburuk kinerja harian XRP, tetapi juga menambah daftar koreksi yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Berbeda dengan sejumlah aset kripto besar yang masih mampu mencatatkan penguatan mingguan, XRP justru masih bergerak di zona negatif dalam periode tujuh hari terakhir.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan baru di kalangan investor: apakah XRP sedang membangun dasar untuk rebound, atau justru bersiap menghadapi gelombang koreksi berikutnya?

Baca Juga: Harga XRP Melambung ke $1,35, Momentum Bullish Terlihat

XRP Kehilangan Momentum di Atas US$1,15

Dalam perdagangan terbaru, XRP sempat bergerak hingga US$1,18 sebelum tekanan jual kembali mendominasi pasar.

Sementara itu, Tokocrypto mencatat harga XRP yang kemudian turun hingga menyentuh area US$1,12, level terendah dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan masih menghadapi hambatan kuat dari aksi jual dan profit taking.

Investor yang sebelumnya berharap XRP mampu kembali menembus area US$1,20 kini harus melihat harga bergerak ke arah sebaliknya.

Situasi ini membuat area US$1,10 menjadi level yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika support tersebut mampu bertahan, peluang stabilisasi masih terbuka.

Namun jika ditembus, pasar berpotensi memasuki fase pelemahan yang lebih dalam.

Tren Mingguan Ikut Jeblok

Salah satu perbedaan XRP dibanding beberapa altcoin besar lainnya saat ini adalah performa jangka pendek yang masih lemah.

Dalam tujuh hari terakhir, XRP tercatat turun sekitar 1,56%, menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya terjadi dalam sehari, tetapi sudah berlangsung sepanjang pekan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar terhadap XRP masih cenderung berhati-hati.

Investor tampaknya belum menemukan alasan kuat untuk mendorong harga kembali ke level yang lebih tinggi, terutama di tengah ketidakpastian pasar kripto secara keseluruhan.

Koreksi Tiga Bulan Hampir Menyentuh 22%

Jika melihat gambaran yang lebih luas, tekanan terhadap XRP sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.

Dalam 30 hari terakhir, harga XRP turun sekitar 16,65%. Dalam periode 60 hari, pelemahannya mencapai 19,79%, sementara dalam 90 hari terakhir XRP telah kehilangan sekitar 21,86% nilainya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa XRP masih berada dalam tren pemulihan yang rapuh. Setiap kenaikan yang terjadi sejauh ini belum mampu mengubah arah tren jangka menengah yang masih cenderung menurun.

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pasar tidak selalu berjalan lurus.

Terkadang dibutuhkan waktu lebih lama sebelum sentimen positif benar-benar kembali mendominasi.

Kapitalisasi Pasar Tetap Besar, Minat Investor Belum Hilang

Meski harga mengalami tekanan, XRP masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu aset digital terbesar di dunia.

Kapitalisasi pasar XRP saat ini berada di kisaran US$70 miliar, menjadikannya kripto terbesar keenam berdasarkan nilai pasar.

Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai sekitar US$1,86 miliar, menunjukkan aktivitas transaksi masih berlangsung cukup aktif.

Likuiditas yang tetap tinggi menjadi indikasi bahwa investor belum meninggalkan XRP. Sebaliknya, pasar tampaknya sedang menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah sentimen dalam jangka pendek.

Masih Jauh dari Masa Kejayaan

Saat ini XRP masih berada jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level US$3,84.

Dengan harga yang berada di kisaran US$1,13, XRP masih diperdagangkan lebih dari 70% di bawah puncak historisnya. Fakta ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju pemulihan penuh masih panjang, meskipun peluang tersebut tetap terbuka jika kondisi pasar kripto kembali membaik.

Bagi sebagian investor, jarak yang lebar dari ATH menjadi peluang untuk akumulasi.

Namun bagi trader jangka pendek, fokus utama saat ini tetap tertuju pada kemampuan XRP mempertahankan area support penting.

Apa yang Harus Diperhatikan Selanjutnya?

Dalam beberapa hari ke depan, perhatian pasar kemungkinan akan terpusat pada area US$1,10. Level ini berpotensi menjadi garis pertahanan utama bagi pembeli.

Jika harga XRP mampu bertahan dan kembali bergerak di atas US$1,15, sentimen positif berpeluang muncul kembali.

Namun apabila tekanan jual berlanjut dan support tersebut jebol, pasar dapat melihat XRP menguji level yang lebih rendah dalam waktu dekat.

Untuk saat ini, XRP masih berada dalam fase yang penuh ketidakpastian.

Pelemahan harian, kinerja mingguan yang negatif, serta tren tiga bulan yang terus menurun menunjukkan bahwa pasar masih belum menemukan momentum yang cukup kuat untuk membalikkan keadaan.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah XRP bisa naik, melainkan kapan pembeli akan kembali cukup percaya diri untuk mengambil alih kendali pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Continue Reading

Trending