Market
Gubernur BI Mundur, Gimana Pandangan Penggantinya Terhadap Crypto?
Keputusan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI), 2 tahun sebelum masa jabatannya berakhir pada 2028 menjadi sorotan pelaku pasar, termasuk para investor kripto Indonesia.
Pergantian mendadak di pucuk pimpinan bank sentral memicu perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter Indonesia, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan kekhawatiran mengenai independensi Bank Indonesia.
Sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan secara otomatis dijabat oleh Deputi Gubernur Senior, yakni Destry Damayanti.
Siapa Destry Damayanti?
Destry Damayanti merupakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) yang memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Ia memperolah gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) dan Master of Science dari Field of Regional Science Cornell University, New York, USA.
Dikutip dari laman resmi Bank Indonesia (BI), sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Destry pernah menjabat sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia, peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi UI, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN, hingga Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019.
Destry kemudian diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2024–2029. Sebagai Deputi Gubernur Senior, ia menjadi wakil pemimpin sekaligus anggota Dewan Gubernur yang berperan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia.
Bagaimana Pandangan Destry terhadap Kripto?
Meski belum mengeluarkan pernyataan baru setelah menjadi Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan pandangannya mengenai aset kripto.
Salah satunya pada saat uji kepatutan dan kelayakan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), terkait terkait Facebook yang kala itu akan mengeluarkan mata uang digital, Libra.
Dikutip detikFinance, Destry menanggapi bahwa uang digital seperti Bitcoin maupun Libra, belum diakui oleh bank sentral di seluruh dunia dan menjelaskan uang tersebut hanya diakui dan digunakan oleh komunitas tertentu, mirip uang monopoli.
Perlu dicatat bahwa pandangan tersebut disampaikan sekitar tujuh tahun lalu, ketika industri aset kripto masih dalam tahap awal adopsi di Indonesia.
Sejak itu, ekosistem kripto di Indonesia telah berkembang pesat. Melalui UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK),serta pengawasan perdagangan aset kripto yang kini berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, Bank Indonesia tetap berwenang mengatur kebijakan moneter dan sistem pembayaran.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan publik terbaru dari Destry Damayanti yang secara khusus membahas pandangannya terhadap aset kripto sejak menjadi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
Pergerakan Rupiah di Tengah Transisi Kepemimpinan BI

Setelah pengunduran diri Perry Warjiyo diumumkan, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menyentuh kisaran Rp18.067 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah respons pasar terhadap pergantian kepemimpinan Bank Indonesia.
Bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap dolar AS, stablecoin seperti USDT dan USDC dapat menjadi salah satu pilihan.
Pastikan membeli stablecoin dan aset kripto lainnya melalui platform resmi yang diawasi OJK, seperti Tokocrypto yang bisa kamu mulai hanya dengan modal mulai dari Rp10.000!
Fokus Jaga Stabilitas Rupiah dan Sistem Keuangan
Usai ditetapkan sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan bahwa prioritas Bank Indonesia selama masa transisi adalah memastikan seluruh tugas dan kewenangan bank sentral tetap berjalan sebagaimana mestinya
Dalam konferensi pers, Destry mengatakan BI akan terus menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan di Bank Indonesia bersifat kolektif kolegial, sehingga tugas dan kewenangan tetap dijalankan bersama oleh seluruh anggota Dewan Gubernur.
Selain itu, Bank Indonesia memastikan akan tetap mengedepankan tata kelola kelembagaan yang baik dan profesional serta terus bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Sumber:
detikFinance: Istana Jamin Gubernur BI Mundur Tak Ganggu Ekonomi. Diakses 28 Juli 2026
Bank Indonesia: Penetapan Deputi Gubernur Senior Sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Diakses 28 Juli 2026
Sekretariat Negara: Pemerintah Resmi Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jalankan Tugas Gubernur BI Sementara. Diakses 28 Juli 2026
detikFinance: Ditanya DPR soal Bitcoin Cs, Ini Kata Calon Deputi Gubernur Senior BI. Diakses 28 Juli 2026
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 22 Juli 2026: BTC Tertahan di Bawah US$67.000
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 23 Juli 2026: BTC Sideways di Tengah Geopolitik
-
Bitcoin News5 days agoSetelah Tidur 8 Tahun, Dompet Bitcoin Ini Pindahkan BTC Senilai Rp6,9 Triliun
-
Altcoin News7 days agoGrayscale Ajukan ETF Worldcoin ke SEC, Harga WLD Ikut Menguat


